SANGATTA – Sebanyak 200 Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Kutai Timur menerima penghargaan Satyalancana Karya Satya dari Presiden Republik Indonesia. Tanda kehormatan ini diberikan kepada ASN yang telah menunjukkan kesetiaan, integritas, dan disiplin kerja selama 10, 20, atau 30 tahun masa bakti tanpa catatan pelanggaran.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kutim, Misliansyah, menyampaikan bahwa penghargaan ini berasal langsung dari pemerintah pusat dan menjadi bentuk pengakuan atas pengabdian yang konsisten.
“Satyalancana ini diberikan kepada PNS yang masa kerjanya sudah mencapai 10, 20, atau 30 tahun. Tapi ada syarat mutlak: tidak pernah dijatuhi hukuman disiplin, baik ringan, sedang, maupun berat,” ujar Misliansyah saat ditemui di depan Ruang Akasia GSG Bukit Pelangi.
Misliansyah menambahkan bahwa penghargaan ini memiliki dampak nyata dalam sistem kepegawaian. Satyalancana Karya Satya menjadi nilai tambah dalam manajemen talenta dan dapat diperhitungkan dalam proses promosi jabatan.
“Penghargaan ini bisa jadi nilai plus saat penilaian rekam jejak, terutama bagi yang ingin naik ke eselon dua atau Jabatan Tinggi Pratama. Ini bisa disampaikan dalam proses seleksi,” jelasnya.
Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, turut menegaskan bahwa Satyalancana Karya Satya merupakan bentuk penghargaan atas pengabdian ASN kepada negara. Penghargaan ini diberikan berdasarkan keputusan presiden dan disesuaikan dengan masa kerja masing-masing pegawai.
“Untuk tahun ini, ada 200 penerima. Mereka telah memenuhi syarat loyalitas, integritas, dan kedisiplinan. Ini menunjukkan bahwa mereka benar-benar bekerja dengan baik,” ujar Ardiansyah.
Bupati berharap penghargaan ini menjadi pemacu semangat bagi seluruh ASN Kutim untuk terus meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan publik.
“Penghargaan ini bukan sekadar seremoni. Ini pengakuan atas kerja keras dan komitmen. Semoga bisa memotivasi yang lain untuk terus berkontribusi,” tutup Ardiansyah.
Di balik tanda kehormatan yang disematkan, tersimpan rekam jejak panjang pengabdian. Satyalancana bukan hanya lambang, tapi bukti bahwa kerja yang jujur dan disiplin tetap mendapat tempat dalam birokrasi yang berintegritas.(ADV/ProkopimKutim/BK)


