SANGATTA – Suasana khidmat menyelimuti ruang pertemuan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur saat 200 aparatur sipil negara (ASN) menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya. Penghargaan dari Presiden Republik Indonesia ini menjadi penanda atas dedikasi panjang mereka dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan publik.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman memimpin langsung prosesi penyematan secara simbolis. Dalam pidatonya, Ardiansyah menekankan bahwa penghargaan tersebut mencerminkan nilai-nilai integritas, loyalitas, dan profesionalisme yang harus terus dijaga oleh setiap ASN.
“Satyalancana ini bukan sekadar medali. Ini pengakuan atas kerja keras dan komitmen yang telah dijalankan selama bertahun-tahun,” ucap Ardiansyah di hadapan para penerima, Forkopimda, kepala perangkat daerah, dan awak media.
Ardiansyah mendorong seluruh ASN agar menjadikan penghargaan ini sebagai pemacu semangat untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Penghargaan ini harus menjadi titik tolak untuk bekerja lebih baik, lebih kreatif, dan lebih berdampak,” lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ardiansyah juga menyampaikan apresiasi berdasarkan kategori masa pengabdian. Untuk ASN yang telah mengabdi selama 10 tahun, ia menyebut penghargaan sebagai fondasi awal perjalanan birokrasi. Bagi yang telah mencapai 20 tahun, ia menyebutnya sebagai simbol ketekunan dan tanggung jawab. Sementara kepada penerima dengan masa kerja 30 tahun, Ardiansyah memberikan penghormatan tertinggi.
“Tiga dekade adalah perjalanan panjang yang penuh tantangan. Saudara telah menjadi bagian penting dari sejarah pembangunan Kutai Timur,” tuturnya.
Ardiansyah berharap keteladanan para ASN senior dapat menjadi inspirasi bagi generasi birokrasi berikutnya. Ia juga menegaskan bahwa ASN adalah tulang punggung pemerintahan dan ujung tombak pelayanan publik.
“Satyalancana ini harus dimaknai sebagai dorongan moral untuk memperkuat etos kerja dan tanggung jawab publik,” tegasnya.
Dalam sambutannya, Ardiansyah turut menggarisbawahi visi pembangunan Kutai Timur yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing. Menurutnya, visi tersebut mencakup ketangguhan menghadapi perubahan, kemandirian dalam mengelola potensi daerah, serta daya saing dalam kualitas pelayanan dan tata kelola.
Menutup pidatonya, Ardiansyah mengajak seluruh ASN untuk terus melangkah maju dan memperkuat sinergi demi pelayanan publik yang adil, transparan, dan berkualitas.
“Pemkab Kutim menaruh harapan besar kepada seluruh ASN agar menjadi teladan dan pelayan masyarakat yang profesional,” pungkasnya, disambut tepuk tangan panjang dari para hadirin.
Penganugerahan Satyalancana Karya Satya tahun 2025 di Kutim menjadi penegasan bahwa pengabdian yang konsisten dan kerja senyap para ASN tetap mendapat tempat dalam penghormatan negara. Di balik setiap medali yang disematkan, tersimpan kisah tentang tanggung jawab dan ketekunan yang menopang jalannya roda pemerintahan daerah. (ADV/ProkopimKutim/BK)


