SANGKULIRANG — Operasi katarak bukan akhir dari pengobatan. Setelah tindakan, pasien masih membutuhkan pemeriksaan untuk memastikan mata pulih dan gangguan yang muncul selama masa pemulihan dapat segera ditangani. Hal itu menjadi perhatian RSUD Sangkulirang dalam bakti sosial operasi katarak dan pterigium pada Sabtu, 17 Oktober 2026.
Sebanyak 58 orang mendaftar dalam kegiatan yang digelar bersama PT Indexim Coalindo tersebut. Namun, jumlah pendaftar tidak otomatis menjadi jumlah pasien yang menjalani operasi. Kelayakan tindakan tetap ditentukan berdasarkan kondisi medis masing-masing peserta. Dua dokter spesialis mata menangani kegiatan tersebut, yakni dr. Pikasa, SpM, dari RSUD Sangkulirang dan dr. Manfred dari Rumah Sakit Mata Provinsi Kalimantan Timur.
Kehadiran dokter spesialis mata di RSUD Sangkulirang menjadi bagian penting dari rangkaian pelayanan. Pasien yang telah menjalani operasi dapat melanjutkan pemeriksaan di rumah sakit tersebut untuk memantau proses pemulihan.
Direktur RSUD Sangkulirang, dr Azizah Bin Smith, mengatakan pasien pascaoperasi dapat melakukan kontrol bersama dr Pikasa. Pemeriksaan lanjutan diperlukan untuk melihat perkembangan kondisi mata sekaligus menindaklanjuti apabila muncul gangguan selama masa pemulihan.
“Perhatian rumah sakit juga mencakup peserta yang belum dapat menjalani tindakan karena kontraindikasi medis. Mereka berkesempatan menjalani evaluasi kembali. Apabila kondisi kesehatannya memungkinkan, operasi dapat dipertimbangkan untuk dijadwalkan ulang,” kata Azizah.

Menurut dia, keberhasilan pelayanan tidak semata diukur dari tindakan operasi pada hari pelaksanaan. Kemampuan rumah sakit memastikan pasien tetap memperoleh perawatan setelah operasi juga menjadi bagian dari pelayanan. Kegiatan kali ini merupakan bakti sosial operasi katarak dan pterigium yang ketiga di RSUD Sangkulirang. Kegiatan serupa sebelumnya digelar pada 2018 dan 2022.
Ada perubahan dalam penyelenggaraan tahun ini. Jika pada kegiatan sebelumnya RSUD Sangkulirang lebih banyak menjadi tempat pelaksanaan sementara tenaga medis dan dukungan pelayanan banyak berasal dari luar, kali ini rumah sakit mengambil peran lebih besar. Tenaga medis dan sarana-prasarana RSUD Sangkulirang terlibat langsung dalam pelayanan. Dukungan dari luar tetap diberikan, salah satunya melalui dokter spesialis mata dari Samarinda.
Bagi Azizah, perubahan tersebut menunjukkan bertambahnya kapasitas rumah sakit dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat di wilayah Sangkulirang dan sekitarnya. “Kegiatan ini membuka rangkaian peringatan hari ulang tahun ke-10 RSUD Sangkulirang pada 25 Oktober 2026,” ujarnya.
Menjelang satu dasawarsa, perkembangan kapasitas pelayanan tersebut menjadi bagian dari evaluasi sekaligus pijakan rumah sakit untuk memperkuat layanan ke depan.
Bakti sosial itu mendapat dukungan PT Kalimantan Prima Persada, PT Unggul Dinamika Utama, Brigade Infrantri Teritorial Pambanganunan 32/Mangkalihat, serta Puskesmas Kaliorang, Kaubun, Karangan, dan Sangkulirang. Brigif TP 32/Mangkalihat turut terlibat sebagai bagian dari kontribusi TNI kepada masyarakat dalam rangka HUT ke-81 TNI. Bersama perusahaan pendukung, satuan tersebut juga menyalurkan bantuan dan sembako kepada peserta.
Kepala Teknik Tambang PT Indexim Coalindo, Maryadi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Sahabat Sehat Indexim, yang merupakan kependekan dari Sadar Hidup Sehat Masyarakat dan Indexim. Maryadi mengapresiasi kerja sama dengan RSUD Sangkulirang dan berharap kemitraan tersebut berlanjut melalui kegiatan pelayanan kesehatan lainnya dengan cakupan yang lebih luas.

Dukungan juga datang dari Dinas Kesehatan Kutai Timur. Sekretaris Dinas Kesehatan Kutim, Triana Nur, yang hadir mewakili kepala dinas, mengapresiasi kontribusi perusahaan sekaligus perkembangan layanan RSUD Sangkulirang. Triana mengatakan Dinas Kesehatan siap mendukung pengembangan rumah sakit agar semakin mampu memenuhi kebutuhan kesehatan warga. Ia juga mendorong anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur dan DPRD Kutai Timur turut mengambil bagian.
“Perusahaan di sekitar wilayah pelayanan rumah sakit juga didorong memperluas kerja sama, terutama untuk pengobatan dan pemeriksaan kesehatan berkala bagi karyawan,” kata Triana.
Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur Agusriansyah dan anggota DPRD Kutai Timur Sabarudin turut menghadiri kegiatan tersebut. Keduanya menyatakan dukungan terhadap bakti sosial dan pengembangan pelayanan kesehatan di wilayah Sangkulirang.
Bagi RSUD Sangkulirang, pekerjaan tidak berhenti ketika pasien meninggalkan ruang operasi. Mereka yang telah menjalani tindakan masih memiliki tempat untuk memantau pemulihan, sementara peserta yang tertunda dapat kembali dievaluasi sesuai kondisi medisnya. (ADV)


