
SANGATTA— Impian warga Kutai Timur (Kutim) untuk memiliki Pelabuhan yang memadai semakin nyata terlihat. Proyek strategis Pembangunan Pelabuhan Kenyamukan di Kabupaten Kutim menunjukkan progres positif yang sangat dinantikan masyarakat pesisir.
Proyek infrastruktur vital ini kini telah memasuki tahap pembahasan lebih lanjut, khususnya menyangkut aspek pendanaan yang menjadi kunci kelanjutan pembangunannya. Kemajuan ini menandai babak baru dalam perjalanan proyek tersebut. Pembangunan Pelabuhan Kenyamukan memiliki nilai strategis yang sangat signifikan bagi percepatan pembangunan ekonomi di wilayah pesisir Kutim.
Sinyal positif dari Komisi C DPRD Kutim
Kabar baik ini diungkapkan oleh Bahcok Riandi, Wakil Ketua Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutim. Komisi C merupakan mitra kerja Pemerintah Daerah yang membidangi urusan keuangan, perencanaan pembangunan, serta aset daerah, sehingga pembahasan ini berada dalam ruang lingkup kewenangannya secara langsung.
Pernyataan yang disampaikan Bahcok Riandi memberikan sinyal bahwa proyek pelabuhan mulai mendapatkan alokasi perhatian dan pembahasan yang lebih serius di tingkat legislatif.
“Masalah Pelabuhan Kenyamukan tadi ini baru dibahas,” tegas Bahcok Riandi.
Harapan akan tuntasnya proyek ini didukung oleh langkah konkret dari pihak eksekutif, dalam hal ini Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kutim. Bappeda telah mempresentasikan suatu paparan yang menjadi dasar bagi para anggota dewan untuk mengevaluasi dan merumuskan langkah selanjutnya.
“Untuk Pelabuhan kita harapkan itu tadi Bapeda sudah memaparkan itu untuk menuntaskan,” tambah Bahcok Riandi.
Pernyataan ini menekankan bahwa pemaparan dari Bappeda merupakan fondasi dan komitmen untuk menyelesaikan pembangunan Pelabuhan Kenyamukan. Dengan demikian, perencanaan teknis dari eksekutif mulai disinergikan dengan fungsi pengawasan dan persetujuan anggaran oleh legislatif.
Manfaat multi efek untuk kesejahteraan daerah
Keberadaan pelabuhan ini diproyeksikan tidak hanya untuk melayani angkutan penumpang , tetapi juga menjadi pusat logistik dan distribusi bagi komoditas unggulan daerah. Komoditas yang dimaksud meliputi hasil perikanan, perkebunan, dan potensi pertambangan.
Dampak multi efek yang diharapkan sangat luas. Ada beberapa dampak dibukanya Pelabuhan baru yaitu terbukanya akses pasar yang lebih luas, penurunan biaya distribusi barang, peningkatan konektivitas antarpulau, dan terciptanya lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar.
Dengan adanya pembahasan yang sedang berlangsung, diharapkan seluruh tantangan, terutama pendanaan, dapat segera diatasi. Tujuannya agar proyek vital ini dapat segera direalisasikan dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat Kutim. (ADV)


