Baca Kaltim
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Pariwara Pemkab Kutai Timur
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Pariwara Pemkab Kutai Timur
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
No Result
View All Result
Baca Kaltim
No Result
View All Result
Home Pariwara Pemkab Kutai Timur

Regu Enggang dan Ulin Wakili Kutim di Jamnas XII

Enam belas Pramuka Penggalang asal Kutai Timur kini berada di antara ribuan peserta Jambore Nasional XII 2026 di Cibubur. Terbagi dalam Regu Enggang dan Regu Ulin, mereka datang bukan sekadar untuk berkemah. Ada pengalaman, persahabatan, kemandirian, dan tanggung jawab membawa nama daerah yang akan mereka bawa pulang selepas jambore.

Redaksi by Redaksi
23 Agustus 2026
Reading Time: 3 mins read
0
Regu Enggang dan Ulin Wakili Kutim di Jamnas XII
Share on FacebookShare on WhatsApp

JAKARTA – Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur, kembali menjadi titik pertemuan Pramuka Penggalang dari berbagai penjuru Indonesia. Di antara ribuan peserta Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026 itu, terdapat dua regu yang datang membawa nama Kutai Timur (Kutim).

Mereka adalah Regu Enggang yang beranggotakan delapan Pramuka Penggalang putra dan Regu Ulin dengan delapan Pramuka Penggalang putri. Bersama pembina dan pendamping, kontingen Kutim mengikuti upacara pembukaan Jamnas XII yang dibuka Menteri Pemuda dan Olahraga RI Erick Thohir, belum lama ini.

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kutim Basuki Isnawan hadir mewakili Bupati Kutim. Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kutim Asti Mazar Bulang juga berada di Cibubur untuk memberikan dukungan langsung kepada peserta.

Bagi 16 Pramuka Penggalang tersebut, Jamnas menjadi kesempatan yang barangkali tidak datang dua kali. Selama kegiatan, mereka bertemu dengan peserta sebaya yang membawa kebiasaan, cerita, bahasa daerah, serta pengalaman berbeda dari berbagai wilayah Indonesia.

Basuki mengatakan, keseluruhan kontingen Kutim berjumlah 20 orang. Selain 16 peserta, rombongan diperkuat dua pembina pendamping dan dua orang perwakilan kontingen.

“Total kontingen yang ikut berjumlah 20 orang, terdiri dari 16 peserta Pramuka Penggalang yang terbagi dalam Regu Enggang delapan orang putra dan Regu Ulin delapan orang putri. Didampingi dua orang pembina pendamping serta dua orang perwakilan kontingen,” jelas Basuki.

Nama kedua regu pun lekat dengan Kutai Timur dan Kalimantan. Enggang menjadi salah satu satwa yang memiliki tempat penting dalam kehidupan dan kebudayaan masyarakat Kalimantan, sedangkan ulin dikenal sebagai kayu khas yang kuat dan tahan lama.

Di Cibubur, identitas itu dibawa dalam sebuah pertemuan besar Pramuka Indonesia. Namun, tugas peserta tentu bukan hanya memperkenalkan daerah asal. Mereka harus mengikuti berbagai aktivitas yang dirancang untuk mengasah keterampilan, kreativitas, kerja sama dan kemandirian.

Basuki mengingatkan peserta bahwa kesempatan mengikuti Jamnas juga membawa tanggung jawab. Sikap dan perilaku selama kegiatan akan ikut membawa nama Kutai Timur di hadapan peserta dari daerah lain.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan dan dukungan. Saya berpesan kepada anak-anak agar senantiasa menjaga amanah dan membawa nama baik Kutim selama mengikuti Jambore Nasional,” ujarnya.

Pesan tersebut menjadi relevan karena pengalaman jambore memang tidak hanya dibangun melalui kegiatan resmi. Kehidupan sehari-hari di perkemahan, mulai dari mengurus kebutuhan sendiri, berbagi tugas, menghadapi persoalan bersama hingga berinteraksi dengan orang yang baru dikenal, menjadi bagian dari proses belajar.

Di situlah kemandirian diuji dengan cara yang berbeda dari ruang kelas.

Menurut Basuki, kegiatan Pramuka memiliki peran dalam membentuk karakter generasi muda. Anak-anak belajar bahwa tanggung jawab tidak cukup dipahami sebagai teori. Mereka harus menjalankannya ketika berada dalam regu dan menyelesaikan tugas bersama.

“Menjadi Pramuka itu bagian dari kita ikut membangun bangsa karena kita belajar mandiri, bisa berkarya, dan bisa bermanfaat untuk semua,” katanya.

Jamnas XII juga membawa tema yang cukup dekat dengan persoalan pembangunan saat ini, yakni “Berkreasi, Berinovasi, Terampil, dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan.”

Tema tersebut memperluas pengalaman jambore dari sekadar kegiatan kepramukaan. Peserta didorong mengenal kreativitas dan inovasi sekaligus melihat bagaimana generasi muda dapat mengambil bagian dalam persoalan nyata, termasuk kemandirian pangan.

Bagi peserta seusia Penggalang, persoalan tersebut tentu dikenalkan sesuai dengan dunia mereka. Hal terpenting adalah menumbuhkan rasa ingin tahu, kemampuan bekerja bersama dan keberanian mencoba sesuatu yang baru.

Basuki berharap pengalaman yang diperoleh di Cibubur tidak selesai ketika tenda dibongkar dan kontingen pulang ke Kutim. Pengetahuan, pertemanan dan kebiasaan baik yang diperoleh selama jambore diharapkan dapat ditularkan kepada teman-teman di sekolah maupun gugus depan masing-masing.

Ia juga mengajak masyarakat memberikan dukungan kepada para peserta yang sedang menjalani kegiatan nasional tersebut.

“Mari kita dukung anak-anak kita sebagai generasi penerus dalam Praja Muda Karana. Pramuka menjadi bagian penting dalam mencetak karakter pemimpin masa depan,” ujarnya.

Bagi Kutim, mengirim peserta ke Jambore Nasional bukan semata persoalan mendapatkan prestasi. Nilai terbesar justru berada pada pengalaman yang tidak mudah diperoleh dalam keseharian.

Enam belas anak itu akan belajar tidur jauh dari rumah, mengatur diri, berbagi pekerjaan dengan anggota regu, bertemu kawan dari berbagai daerah dan membawa identitas Kutim di tengah keberagaman Indonesia.

Ketika Jamnas XII berakhir, mereka mungkin pulang tanpa piala. Namun, jika kembali dengan keberanian yang bertambah, lebih mandiri, memiliki kawan dari berbagai penjuru negeri dan mampu membagikan pengalaman kepada lingkungan sekitarnya, perjalanan dua regu dari Kutim ke Cibubur itu sudah memiliki arti. (ADV/ProkopimKutim/BK)

 

Post Views: 431
Redaksi

Redaksi

bacakaltim.com adalah portal berita digital yang berfokus pada menyajikan informasi terkini, tajam, dan terpercaya seputar Kalimantan Timur.

Next Post
Posko Gabungan Karhutla Dibentuk di Muara Wahau, Tim Terpadu Siapkan Patroli dan Respons Cepat

Posko Gabungan Karhutla Dibentuk di Muara Wahau, Tim Terpadu Siapkan Patroli dan Respons Cepat

Polres Kutim Tak Pernah Tidur! Command Center Siaga 24 Jam Pantau Hotspot dan Aduan Warga

Polres Kutim Tak Pernah Tidur! Command Center Siaga 24 Jam Pantau Hotspot dan Aduan Warga

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Kaltim

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved

Navigate Site

  • Beranda
  • Info Iklan
  • Kontak Kami
  • Login Customizer
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Pariwara Pemkab Kutai Timur
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved