Baca Kaltim
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Pariwara Pemkab Kutai Timur
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Pariwara Pemkab Kutai Timur
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
No Result
View All Result
Baca Kaltim
No Result
View All Result

Ratusan Guru Kutim Raih Magister, Pendidikan Inklusi Dapat Tenaga Baru

Hampir 300 guru asal Kutai Timur menuntaskan pendidikan magister di Universitas Negeri Yogyakarta. Bukan sekadar menambah gelar di belakang nama, kepulangan mereka membawa tanggung jawab baru: memastikan sekolah semakin ramah dan mampu melayani setiap anak, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus.

Redaksi by Redaksi
22 Agustus 2026
Reading Time: 3 mins read
0
Ratusan Guru Kutim Raih Magister, Pendidikan Inklusi Dapat Tenaga Baru
Share on FacebookShare on WhatsApp

YOGYAKARTA – Tepuk tangan memenuhi GOR Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Jalan Colombo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (22/8/2026). Di antara para wisudawan yang mengikuti Wisuda UNY Periode I Tahun Akademik 2026/2027, ada 297 guru asal Kabupaten Kutai Timur (Kutim) yang hari itu menuntaskan satu perjalanan penting.

Mereka berhasil menyelesaikan pendidikan magister (S2) Pendidikan Inklusi melalui Beasiswa Indonesia Emas Daerah (BIMED), program yang digagas Pemerintah Kabupaten Kutim untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Bagi para guru tersebut, gelar magister tentu menjadi pencapaian pribadi. Namun bagi Kutim, hasil yang lebih penting justru akan terlihat setelah mereka kembali ke sekolah masing-masing. Ilmu yang diperoleh di bangku kuliah diharapkan benar-benar masuk ke ruang kelas dan membantu sekolah memahami kebutuhan peserta didik yang beragam.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman bersama istrinya, Siti Robiah, hadir menyaksikan prosesi wisuda. Kehadiran kepala daerah sekaligus menjadi bentuk apresiasi kepada para guru yang telah menyelesaikan pendidikan di tengah tanggung jawab mereka sebagai tenaga pendidik.

“Selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati dari Kutim. Semoga ilmu yang diperoleh selama mengikuti pendidikan di UNY dapat memberikan manfaat dan semakin memperkuat kualitas pendidikan di Kutim,” ujar Ardiansyah.

Menurut dia, BIMED menjadi salah satu investasi pemerintah daerah dalam membangun kualitas manusia. Guru ditempatkan pada posisi penting karena kualitas pendidikan pada akhirnya banyak ditentukan oleh kemampuan tenaga pendidik memahami dan mendampingi siswanya.

Terlebih, bidang yang dipelajari para guru kali ini adalah pendidikan inklusi. Kompetensi tersebut dibutuhkan agar sekolah semakin siap menerima dan memberikan pelayanan yang tepat bagi anak berkebutuhan khusus.

Ardiansyah berharap para lulusan tidak berhenti pada capaian akademik. Pengetahuan dan pengalaman selama menempuh pendidikan harus diterapkan sehingga anak dengan kebutuhan belajar yang berbeda tetap memperoleh kesempatan berkembang secara optimal.

“Kita berharap kualitas layanan pendidikan inklusif di Kutim terus meningkat. Anak-anak berkebutuhan khusus harus mendapatkan layanan pendidikan yang semakin baik, berkualitas, dan sesuai dengan kebutuhannya,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim Mulyono menjelaskan, 297 guru yang mengikuti wisuda merupakan peserta angkatan kedua kerja sama Pemkab Kutim dengan UNY melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

“Alhamdulillah, pada tahun 2026 ini kembali dilaksanakan wisuda untuk program Beasiswa Indonesia Emas Daerah, khususnya terkait Rekognisi Pembelajaran Lampau atau RPL program S2 Inklusi di Universitas Negeri Yogyakarta,” jelas Mulyono.

Kerja sama tersebut bukan baru berjalan tahun ini. Program dimulai pada 2024 dengan mengirimkan 191 guru untuk mengikuti S2 Pendidikan Inklusi. Seluruh peserta angkatan pertama berhasil menyelesaikan studi dan diwisuda pada 2025.

“Angkatan pertama yang kita mulai sejak tahun 2024 itu kita kuliahkan sebanyak 191 orang dan alhamdulillah semuanya lulus 100 persen di tahun 2025,” ujarnya.

Capaian itu membuat program kembali dilanjutkan. Pada 2025, sebanyak 300 tenaga pendidik mendapat kesempatan menempuh program serupa. Dari jumlah tersebut, 297 orang akhirnya menyelesaikan pendidikan dan mengikuti wisuda tahun ini.

Tiga peserta lainnya tidak dapat mengikuti wisuda. Mulyono menjelaskan, satu peserta meninggal dunia, satu orang terkendala kondisi kesehatan, sedangkan seorang lainnya menghadapi persoalan yang membuat studi tidak dapat diselesaikan.

“Jadi ada tiga orang yang tidak ikut wisuda, sehingga yang diwisuda hari ini sebanyak 297 orang,” katanya.

Jika dua angkatan tersebut dihitung, program kerja sama Pemkab Kutim dan UNY telah menghasilkan 488 lulusan magister Pendidikan Inklusi. Jumlah itu menjadi modal yang cukup besar, tetapi sekaligus menghadirkan pekerjaan berikutnya bagi pemerintah daerah.

Tantangannya adalah memastikan ratusan lulusan tersebut tersebar dan berperan efektif di sekolah. Sebab, pendidikan inklusi bukan semata menyediakan tempat bagi anak berkebutuhan khusus di sekolah umum. Guru perlu memahami karakter setiap peserta didik, menyesuaikan pendekatan pembelajaran, serta menciptakan lingkungan belajar yang membuat anak merasa diterima.

Di daerah seluas Kutai Timur, kebutuhan tersebut menjadi semakin penting. Kondisi sekolah dan akses pendidikan tidak selalu sama antara kawasan perkotaan dengan kecamatan yang jauh dari pusat pemerintahan. Karena itu, bertambahnya guru dengan kompetensi pendidikan inklusi diharapkan ikut memperkecil kesenjangan layanan.

Wisuda di Yogyakarta akhirnya bukan garis akhir dari program BIMED. Justru setelah toga dilepas dan para guru pulang ke Kutim, ukuran keberhasilannya mulai diuji. Gelar akademik akan menemukan arti ketika pengetahuan yang dibawa mampu membuat ruang kelas lebih terbuka, guru lebih siap menghadapi keberagaman, dan tidak ada anak yang kehilangan kesempatan belajar hanya karena kebutuhannya berbeda. (ADV/ProkopimKutim/BK)

 

Redaksi

Redaksi

bacakaltim.com adalah portal berita digital yang berfokus pada menyajikan informasi terkini, tajam, dan terpercaya seputar Kalimantan Timur.

Next Post
BIMED Antar Guru Kutim Naik Kelas, Ilmunya Kembali ke Sekolah

BIMED Antar Guru Kutim Naik Kelas, Ilmunya Kembali ke Sekolah

5 Hektare Belukar Terbakar! Polisi dan BPBD Berjibaku Padamkan Karhutla di Sangatta Utara

5 Hektare Belukar Terbakar! Polisi dan BPBD Berjibaku Padamkan Karhutla di Sangatta Utara

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Kaltim

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved

Navigate Site

  • Beranda
  • Info Iklan
  • Kontak Kami
  • Login Customizer
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Pariwara Pemkab Kutai Timur
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved