Baca Kaltim
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
No Result
View All Result
Baca Kaltim
No Result
View All Result
Home Pariwara Kominfo Kutim

Program Bimtek Terhenti karena Efisiensi, Disperindag Kutim Siapkan Model Pembinaan Baru IKM

Redaksi by Redaksi
21 November 2025
Reading Time: 2 mins read
0
Program Bimtek Terhenti karena Efisiensi, Disperindag Kutim Siapkan Model Pembinaan Baru IKM
282
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsApp

SANGATTA – Kebijakan efisiensi anggaran memaksa Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Timur melakukan penyesuaian besar terhadap program kerja 2025, terutama terkait kegiatan pelatihan dan pengembangan SDM pelaku IKM. Program bimbingan teknis (bimtek) yang biasanya menjadi agenda rutin kini hampir tidak dapat dijalankan, sehingga dinas mulai menyusun alternatif pembinaan yang tidak bergantung pada anggaran besar.

Kepala Disperindag Kutim, Nora Ramadhani, menjelaskan bahwa tahun sebelumnya bimtek dapat digelar dengan skala besar, menghadirkan instruktur profesional, serta menjangkau peserta dari berbagai kecamatan.

“Tahun kemarin masih banyak BIMTEK-BIMTEK yang kami adakan. Mengundang mereka sekitar 40–50 orang. Baik di Sangatta maupun di kecamatan-kecamatan. Kita datangkan pembimbing pelatih untuk melatih mereka dalam rangka upaya meningkatkan sumber daya manusia, meningkatkan kompetensi mereka,” jelasnya.

Namun, dengan pengetatan anggaran tahun 2025, pola tersebut tidak lagi memungkinkan. Praktis, hampir seluruh program pelatihan harus dihentikan atau direvisi secara signifikan. Kondisi ini memaksa Disperindag Kutim mencari model pembinaan baru yang lebih efisien, agar pembinaan bagi IKM tidak terhenti total.

Beberapa opsi yang mulai dipertimbangkan antara lain kerja sama dengan perusahaan yang memiliki program CSR, kolaborasi dengan lembaga pelatihan swasta, hingga pemanfaatan pelatihan berbasis daring. Langkah-langkah tersebut dapat memberikan ruang bagi pelaku IKM untuk tetap belajar meski anggaran pemerintah terbatas.

Kondisi ini juga membuka peluang bagi desa, kecamatan, dan komunitas IKM untuk mengambil peran lebih besar dalam merancang pelatihan mandiri berbasis kebutuhan lokal. Dengan melibatkan berbagai pihak, pemerintah berharap pembinaan IKM tetap berjalan meski dengan format yang lebih ringkas dan adaptif.

Bagi Disperindag Kutim, terhentinya bimtek tahun ini menjadi momentum untuk menata ulang strategi pembinaan, agar lebih fleksibel dan tidak sepenuhnya bergantung pada APBD. Arah baru ini diharapkan mampu menjaga ritme peningkatan kualitas IKM sekaligus memastikan sektor industri kecil tetap bergerak dan berkembang di tengah keterbatasan. (ADV)

Redaksi

Redaksi

Next Post
Disperindag Kutim Alihkan Strategi Pendampingan IKM, Bimtek Drastis Menyusut akibat Efisiensi

Disperindag Kutim Alihkan Strategi Pendampingan IKM, Bimtek Drastis Menyusut akibat Efisiensi

Pernikahan Dini di Kutim Masih Tinggi, DPPPA Perkuat Intervensi Perlindungan Anak

Dorong Peran Perempuan Lebih Optimal, DP3A Kutim Intensifkan Program Pengarusutamaan Gender

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Kaltim

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved

Navigate Site

  • Beranda
  • Info Iklan
  • Kontak Kami
  • Login Customizer
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved