Baca Kaltim
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Pariwara Pemkab Kutai Timur
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Pariwara Pemkab Kutai Timur
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
No Result
View All Result
Baca Kaltim
No Result
View All Result
Home Kaltim Terkini

Pendataan yang Keliru Buat Angka Stunting di Teluk Pandan Meningkat

Redaksi by Redaksi
8 Februari 2025
Reading Time: 2 mins read
0
Pendataan yang Keliru Buat Angka Stunting di Teluk Pandan Meningkat
Share on FacebookShare on WhatsApp

SANGATTA – Sekretaris Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kutai Timur (Kutim) Achmad Junaidi menegaskan, tingginya angka stunting di Kecamatan Teluk Pandan tidak hanya dipengaruhi oleh pola asuh, namun juga kesalahan fatal dalam pendataan oleh Tenaga Pendamping Keluarga (TPK) serta perlunya pemuktahiran data kembali. Hal ini terungkap usai Kunjungan Kerja Lapangan “Jemput Bola Stop Stunting” yang digelar TPPS Kutim di kantor Camat Teluk Pandan, Jumat (7/2/2025).

“Contohnya, saat sampling di lapangan, pertanyaan petugas tidak nyambung dengan jawaban warga. Ini menunjukkan TPK belum paham indikator stunting,” tegas Junaidi didampingi Camat Teluk Pandan Anwar dan Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris DPPKB Kutim BB Partomuan.

Menurutnya, kesalahan teknis seperti cara menimbang dan mengukur anak yang tidak sesuai standar turut memperparah akurasi data.

“Jika metode pengukuran salah, data yang diinput ke aplikasi gizi pun ikut salah. Akibatnya, intervensi jadi tidak tepat,” tambahnya.

Untuk itu, Junaidi menekankan pentingnya pelatihan (bimtek) intensif bagi kader lapangan.

“Pelatihan tak perlu teoritis, tetapi praktik langsung di lapangan. Misalnya, cara menimbang dan mengukur yang benar, lalu menginput data sesuai prosedur. Jika SDM-nya dibenahi, risiko stunting bisa ditekan,” jelasnya.

Ia berjanji DPPKB akan mengawal pelatihan ini, termasuk melantik kader yang kompeten dalam pengelolaan data. Lebih lanjut, Junaidi meminta Camat Teluk Pandan memperkuat koordinasi dengan kepala desa yang belum hadir dalam kunjungan kali ini.

“Melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), desa harus menjadikan data By Name By Address (BNBA) sebagai acuan perencanaan program stunting. Survei acak tidak efektif karena tidak bisa dilacak,” tegasnya.

Data BNBA Kutim mencatat 500 lebih keluarga berisiko stunting di Teluk Pandan termasuk dalam kategori risiko tinggi.

Junaidi mengingatkan, upaya penurunan stunting harus holistik. Selain memperbaiki pola asuh, ketersediaan layanan kesehatan, akses pangan bergizi, dan sanitasi lingkungan juga harus jadi perhatian. Tapi semua itu dimulai dari data yang bena. Ia optimistis, dengan pelatihan kader dan sinergi antar-desa, target penurunan stunting di Teluk Pandan menuju “Kutim Hebat 2025-2029” dapat tercapai.

Kegiatan ini juga menjadi momentum sosialisasi program prioritas Bupati Kutim, termasuk distribusi bantuan spesifik seperti paket gizi dari BAZNAS Kutim.

“Kami tak ingin program hanya di atas kertas. Data akurat harus dibarengi aksi nyata di lapangan,” pungkas Junaidi.

Senada, Camat Teluk Pandan Anwar menyambut baik kritik konstruktif ini.

“Kami akan mengundang seluruh kepala desa dan pihak terkait dalam Musrenbang mendatang. Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) akan hadir untuk memastikan program stunting masuk dalam prioritas anggaran desa,” ujarnya.

Anwar juga mendorong penggunaan data BNBA sebagai basis intervensi, mengingat data acak kerap menimbulkan duplikasi atau ketidakjelasan sasaran.

Post Views: 5
Redaksi

Redaksi

bacakaltim.com adalah portal berita digital yang berfokus pada menyajikan informasi terkini, tajam, dan terpercaya seputar Kalimantan Timur.

Next Post
Efisiensi Anggaran di Kutai Timur, Bupati Instruksikan Pemangkasan Belanja

Efisiensi Anggaran di Kutai Timur, Bupati Instruksikan Pemangkasan Belanja

Pemuktahiran Data Keluarga Beresiko Stunting, DPPKB Kutim Turun Lapangan

Pemuktahiran Data Keluarga Beresiko Stunting, DPPKB Kutim Turun Lapangan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Kaltim

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved

Navigate Site

  • Beranda
  • Info Iklan
  • Kontak Kami
  • Login Customizer
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Pariwara Pemkab Kutai Timur
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved