Baca Kaltim
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Pariwara Pemkab Kutai Timur
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Pariwara Pemkab Kutai Timur
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
No Result
View All Result
Baca Kaltim
No Result
View All Result
Home Pariwara Pemkab Kutai Timur

Narkoba Rambah Pelajar hingga Pekerja Tambang, Alarm bagi Kutim

Ancaman narkotika di Kutai Timur tidak lagi mengenal batas profesi maupun lingkungan sosial. Hasil Operasi Antik Mahakam 2026 memperlihatkan keterlibatan orang-orang dari beragam latar belakang, mulai pekerja tambang dan perkebunan hingga ibu rumah tangga. Lebih mengkhawatirkan, anak usia sekolah juga disebut mulai dimanfaatkan sebagai perantara oleh jaringan peredaran narkoba.

Redaksi by Redaksi
2 Agustus 2026
Reading Time: 2 mins read
0
Narkoba Rambah Pelajar hingga Pekerja Tambang, Alarm bagi Kutim
Share on FacebookShare on WhatsApp

SANGATTA — Narkoba dapat masuk melalui celah yang terkadang tidak disadari. Lingkungan kerja, keluarga, bahkan pergaulan anak usia sekolah tidak sepenuhnya terbebas dari ancaman tersebut.

Gambaran itu terlihat dari hasil Operasi Antik Mahakam 2026 yang diungkap Kepolisian Resor Kutai Timur (Polres Kutim) dalam konferensi pers di Aula Pelangi Mapolres Kutim, beberapa hari lalu.

Selama operasi berlangsung, Satuan Reserse Narkoba Polres Kutim mengungkap 27 kasus dengan total 35 tersangka. Mereka terdiri dari 33 laki-laki dan dua perempuan dengan latar belakang yang beragam.

Kasat Resnarkoba Polres Kutim Iptu Erwin Susanto mengatakan sebagian tersangka berasal dari kelompok usia produktif dan bekerja di sejumlah sektor yang menjadi penggerak perekonomian Kutim, termasuk industri pertambangan dan perkebunan kelapa sawit.

“Kalau dilihat dari latar belakangnya, tersangka yang kami amankan cukup beragam. Ada pekerja perusahaan perkebunan kelapa sawit, pekerja pertambangan, dan yang cukup memprihatinkan terdapat seorang ibu rumah tangga yang sedang hamil sekitar dua bulan,” ungkap Erwin.

Temuan tersebut memperlihatkan bahwa persoalan narkotika tidak dapat dilekatkan hanya pada kelompok tertentu. Ancaman penyalahgunaan maupun peredarannya dapat menyentuh berbagai lingkungan sosial dan pekerjaan.

Namun, ada persoalan lain yang mendapat perhatian serius kepolisian. Anak usia sekolah disebut mulai menjadi sasaran untuk dimanfaatkan jaringan sebagai perantara dalam aktivitas peredaran narkotika.

Modusnya dapat dilakukan dengan memanfaatkan ketidaktahuan anak serta menawarkan imbalan tertentu. Kondisi tersebut dinilai berbahaya karena anak yang semestinya menghabiskan waktu untuk belajar dan mengembangkan diri justru berpotensi terseret ke dalam aktivitas melanggar hukum.

Wakapolres Kutim Kompol Ahmad Abdullah mengatakan situasi itu harus menjadi perhatian bersama, khususnya bagi keluarga dan lingkungan pendidikan.

“Ini menjadi keprihatinan kita semua. Anak dapat dimanfaatkan karena belum sepenuhnya memahami risiko dari tindakan yang diminta kepadanya. Mereka bisa dibujuk dengan imbalan uang, padahal tanpa disadari telah dibawa masuk ke dalam jaringan kejahatan,” ujar Ahmad.

Menurutnya, pengawasan terhadap anak tidak cukup dilakukan dengan membatasi pergaulan. Orang tua perlu membangun komunikasi yang terbuka agar dapat mengenali perubahan perilaku, lingkungan pertemanan maupun aktivitas yang tidak biasa.

Keluarga juga perlu memberikan pemahaman mengenai bahaya narkotika dengan cara yang sesuai usia. Anak harus dibekali keberanian untuk menolak ketika diminta menerima, membawa atau mengantarkan barang yang tidak diketahui asal dan isinya.

Temuan pekerja dari sektor pertambangan dan perkebunan dalam kasus narkotika turut menjadi perhatian. Perusahaan didorong memperkuat langkah pencegahan di lingkungan kerja, termasuk melalui edukasi dan pengawasan internal.

Polres Kutim juga mendorong manajemen perusahaan untuk melaksanakan pemeriksaan narkotika secara berkala sesuai kebijakan dan ketentuan yang berlaku. Lingkungan kerja yang memiliki standar keselamatan tinggi membutuhkan pekerja dalam kondisi prima, terlebih pada sektor yang bersinggungan dengan kendaraan, alat berat dan aktivitas berisiko.

Sementara itu, adanya tersangka perempuan yang tengah hamil memberikan sisi lain dari persoalan narkotika. Dampaknya tidak hanya berkaitan dengan proses hukum terhadap individu, tetapi juga memunculkan persoalan kesehatan dan sosial yang lebih kompleks.

Karena itu, pemberantasan narkoba tidak cukup mengandalkan operasi kepolisian. Keluarga, sekolah, perusahaan dan lingkungan masyarakat memiliki ruang pencegahan masing-masing.

Hasil Operasi Antik Mahakam 2026 menjadi pengingat bahwa narkotika dapat menyusup ke banyak lapisan kehidupan. Ketika pekerja produktif hingga anak usia sekolah mulai berada dalam lingkaran risikonya, kewaspadaan tidak lagi cukup dibebankan kepada aparat. Pencegahan harus dimulai dari rumah, diperkuat di sekolah dan tempat kerja, kemudian dijaga bersama di tengah masyarakat. (ADV/ProkopimKutim/BK)

 

Post Views: 394
Redaksi

Redaksi

bacakaltim.com adalah portal berita digital yang berfokus pada menyajikan informasi terkini, tajam, dan terpercaya seputar Kalimantan Timur.

Next Post
Kutim Dorong Hilirisasi Komoditas Lokal, Bidik Pasar Ekspor Lebih Luas

Kutim Dorong Hilirisasi Komoditas Lokal, Bidik Pasar Ekspor Lebih Luas

Green Olympic Ajak Pelajar Sangatta Menanam Kepedulian, Merawat Lingkungan

Green Olympic Ajak Pelajar Sangatta Menanam Kepedulian, Merawat Lingkungan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Kaltim

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved

Navigate Site

  • Beranda
  • Info Iklan
  • Kontak Kami
  • Login Customizer
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Pariwara Pemkab Kutai Timur
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved