SANGATTA – Langit Jakarta cerah ketika Ardiansyah Sulaiman dan Mahyunadi melangkah ke Istana Negara, bersiap mengucapkan sumpah jabatan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kutai Timur. Mengenakan pakaian dinas putih-putih, mereka menjadi bagian dari pelantikan nasional yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
Di Kutim, sambutan meriah datang dalam bentuk karangan bunga yang memenuhi halaman Kantor Bupati. Warna-warni papan ucapan selamat menjadi simbol harapan masyarakat terhadap kepemimpinan mereka.
Dalam pernyataannya, Ardiansyah menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremoni, tetapi awal dari kerja nyata bagi kesejahteraan rakyat.
“Kami menyadari tanggung jawab besar yang ada di pundak kami. Ini bukan sekadar seremoni, melainkan awal dari tugas berat yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya,” ujar Ardiansyah.
Euforia ini menandai awal dari babak baru kepemimpinan yang diharapkan membawa perubahan nyata bagi Kutai Timur.
Usai pelantikan, seluruh kepala daerah yang dilantik dijadwalkan mengikuti pembekalan di Akademi Militer. Program ini dirancang untuk membekali mereka dengan wawasan kepemimpinan strategis dalam menghadapi tantangan pemerintahan.
ARMY berkomitmen untuk membangun Kutim menjadi lebih hebat dengan kebijakan yang pro-rakyat. Mereka menyoroti pentingnya penguatan sektor ekonomi berbasis sumber daya alam yang berkelanjutan, peningkatan infrastruktur, serta penguatan sektor pendidikan dan kesehatan.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap kebijakan yang kami ambil benar-benar berdampak langsung bagi masyarakat. Kutai Timur memiliki potensi besar yang harus dikelola dengan bijak dan transparan,” tegas Wabup Kutim definitif Mahyunadi menambahkan.
Dukungan dari berbagai elemen masyarakat pun mengalir deras. Para tokoh adat, akademisi, dan pelaku usaha menyampaikan harapan agar kepemimpinan baru ini membawa era kemajuan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Dengan semangat baru dan kolaborasi yang solid, Ardiansyah Sulaiman dan Mahyunadi siap membawa Kutim ke arah yang lebih baik. Kini, masyarakat menunggu aksi nyata dari pemimpin mereka untuk merealisasikan janji-janji kampanye dan menjadikan Kutim sebagai daerah yang lebih maju dan sejahtera. (*/red)


