Baca Kaltim
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Pariwara Pemkab Kutai Timur
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Pariwara Pemkab Kutai Timur
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
No Result
View All Result
Baca Kaltim
No Result
View All Result

Menjaga Ibu, Menyiapkan Generasi: KB Pascasalin Jadi Langkah Awal Cegah Stunting

Pencegahan stunting tidak hanya dimulai dari masa pertumbuhan anak, tetapi juga sejak ibu mempersiapkan kehamilan berikutnya. Melalui edukasi Keluarga Berencana (KB) pascapersalinan, DPPKB Kutai Timur bersama Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kutim mendorong kesadaran keluarga untuk menjaga kesehatan ibu, mengatur jarak kelahiran, serta memastikan tumbuh kembang anak berjalan lebih optimal.

Redaksi by Redaksi
9 Agustus 2026
Reading Time: 3 mins read
0
Menjaga Ibu, Menyiapkan Generasi: KB Pascasalin Jadi Langkah Awal Cegah Stunting
Share on FacebookShare on WhatsApp

SANGATTA – Perjalanan menjaga generasi sehat tidak selalu dimulai dari meja pengobatan. Ia berawal dari perhatian terhadap ibu setelah melahirkan, masa ketika tubuh membutuhkan pemulihan dan keluarga perlu merencanakan langkah berikutnya dengan lebih matang.

Pesan itu menjadi salah satu pokok dalam kegiatan Sosialisasi Keluarga Berencana Pascasalin sebagai Upaya Pencegahan Stunting yang digelar Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) di Ruang Tempudau, Kantor Bupati Kutim.

Kegiatan tersebut menghadirkan sekitar seratus peserta yang terdiri atas penyuluh keluarga berencana (KB), kader Tim Pendamping Keluarga (TPK), kader KB, penggerak PKK, pasangan usia subur (PUS), serta unsur terkait lainnya.

Acara dibuka oleh Pelaksana Harian (Plh) Kepala DPPKB Kutim Yuriansyah, didampingi Sekretaris DPPKB Kutim Jumran serta jajaran perangkat daerah.

Dalam kegiatan tersebut, DPPKB Kutim menghadirkan Ketua PC Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kutim, Yuliana Kala’Lembang, sebagai narasumber dengan materi Konseling Keluarga Berencana pada Ibu Nifas 42 Hari.

Yuliana menjelaskan, masa nifas merupakan periode penting bagi ibu setelah proses persalinan. Pada masa sekitar 42 hari tersebut, tubuh mengalami berbagai perubahan, mulai dari pemulihan organ reproduksi, perubahan hormon, hingga proses menyusui.

Menurutnya, perhatian terhadap masa nifas tidak hanya berkaitan dengan pemulihan fisik ibu, tetapi juga menyangkut perencanaan keluarga agar kehamilan berikutnya tidak terjadi dalam jarak yang terlalu dekat.

Ia mengingatkan, seorang perempuan tetap memiliki peluang hamil kembali meskipun belum mengalami menstruasi setelah melahirkan.

“Tanpa perencanaan KB yang tepat, ibu berisiko mengalami kehamilan terlalu cepat yang dapat berdampak pada kesehatan ibu dan bayi,” ujarnya dalam penyampaian materi.

Yuliana menegaskan, konseling KB bukan sekadar mengenalkan alat kontrasepsi kepada masyarakat. Lebih dari itu, konseling merupakan proses komunikasi antara tenaga kesehatan dengan pasangan untuk menentukan pilihan yang sesuai dengan kondisi ibu, kebutuhan keluarga, serta rencana jumlah anak.

Melalui edukasi tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya jarak kelahiran, pilihan metode kontrasepsi, hingga kaitannya dengan pencegahan stunting.

Salah satu materi yang turut disampaikan adalah metode amenore laktasi (MAL), yakni metode kontrasepsi alami melalui pemberian ASI eksklusif. Metode ini dapat diterapkan apabila bayi masih berusia di bawah enam bulan, ibu belum mengalami menstruasi, dan pemberian ASI dilakukan secara penuh.

Selain MAL, peserta juga diperkenalkan dengan berbagai pilihan kontrasepsi lain, mulai dari metode nonhormonal seperti kondom dan IUD, hingga metode hormonal seperti pil progestin, suntik tiga bulan, dan implant.

Pemilihan metode, kata Yuliana, harus disesuaikan dengan kondisi kesehatan ibu, status menyusui, serta rencana keluarga ke depan.

“Konseling membantu ibu dan pasangan mengambil keputusan yang tepat, bukan memaksakan satu pilihan tertentu,” jelasnya.

Selain agenda edukasi, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-75 Ikatan Bidan Indonesia dan Hari Bidan Internasional 2026.

Plh Kepala DPPKB Kutim Yuriansyah berharap kemitraan antara pemerintah daerah dan IBI terus berjalan kuat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Ia menyebut hubungan KB dan bidan memiliki keterkaitan yang erat dalam mendampingi keluarga.

“KB-IBI dan IBI-KB, artinya di mana ada KB di sana ada bidan, dan di mana ada bidan di sana ada KB,” ujarnya.

Menurutnya, slogan tersebut menggambarkan peran bidan sebagai salah satu ujung tombak pelayanan kesehatan keluarga, khususnya dalam mendampingi ibu, bayi, dan pasangan usia subur.

Sementara itu, Ketua PC IBI Kutim Yuliana Kala’Lembang menyampaikan apresiasi atas dukungan DPPKB Kutim terhadap organisasi profesi bidan sebagai mitra pemerintah.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada DPPKB Kutim atas perhatian dan penghargaan kepada IBI selaku mitra kerja,” katanya.

Ia berharap kerja sama yang telah terjalin dapat terus diperkuat melalui komunikasi dan koordinasi yang baik agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal.

Bagi pemerintah daerah, menjaga kesehatan ibu setelah melahirkan merupakan bagian dari investasi jangka panjang. Sebab, generasi yang sehat tidak hanya dibangun melalui intervensi kepada anak, tetapi juga melalui ibu yang sehat, keluarga yang terencana, dan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang mereka. (ADV/ProkopimKutim/BK)

 

Redaksi

Redaksi

bacakaltim.com adalah portal berita digital yang berfokus pada menyajikan informasi terkini, tajam, dan terpercaya seputar Kalimantan Timur.

Next Post
Budaya Berpesta, Rezeki Mengalir, Bu Long Raup Rp5 Juta Sehari

Budaya Berpesta, Rezeki Mengalir, Bu Long Raup Rp5 Juta Sehari

Setahun Bersama Rakyat, Brigif TP 32/Mangkalihat Berbagi Bakti di Bengalon

Setahun Bersama Rakyat, Brigif TP 32/Mangkalihat Berbagi Bakti di Bengalon

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Kaltim

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved

Navigate Site

  • Beranda
  • Info Iklan
  • Kontak Kami
  • Login Customizer
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Pariwara Pemkab Kutai Timur
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved