Baca Kaltim
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Pariwara Pemkab Kutai Timur
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Pariwara Pemkab Kutai Timur
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
No Result
View All Result
Baca Kaltim
No Result
View All Result
Home Pariwara Pemkab Kutai Timur

Memburu Emas, Kutim Menata Langkah Menuju Tiga Besar Porprov 2026

Target menembus tiga besar Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur (Kaltim) 2026 menjadi tantangan baru bagi Kutai Timur (Kutim). Bukan sekadar mengejar posisi di klasemen, pemerintah daerah bersama KONI Kutim kini mulai menghitung strategi, memetakan lumbung medali, serta memastikan kesiapan atlet agar mampu membawa pulang lebih banyak emas dari arena pertandingan.

Redaksi by Redaksi
10 Agustus 2026
Reading Time: 3 mins read
0
Memburu Emas, Kutim Menata Langkah Menuju Tiga Besar Porprov 2026
Share on FacebookShare on WhatsApp

SANGATTA – Suasana Aula Kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tampak lebih ramai dari biasanya. Para pengurus cabang olahraga (cabor), jajaran pemerintah daerah, dan pengurus KONI berkumpul dalam satu agenda: menyusun langkah menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur (Kaltim) 2026 yang akan berlangsung di Kabupaten Paser.

Rapat koordinasi tersebut menjadi awal konsolidasi kontingen Kutim untuk menghadapi pesta olahraga terbesar tingkat provinsi itu. Pemerintah daerah bersama KONI dan seluruh pengurus cabor mulai merumuskan strategi agar prestasi Kutim dapat meningkat dibandingkan ajang sebelumnya.

Pertemuan dipimpin Ketua Kontingen Porprov Kutim 2026 yang juga Wakil Bupati Kutai Timur (Wabup Kutim), Mahyunadi. Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim, Ketua KONI Kutim Rudi Hartono beserta pengurus, serta perwakilan 36 cabang olahraga yang akan menjadi kekuatan utama kontingen.

Mahyunadi mengatakan, penunjukan dirinya sebagai Ketua Kontingen Porprov Kutim merupakan amanah dari Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman. Baginya, tugas tersebut bukan hanya tanggung jawab organisasi, tetapi juga membawa harapan masyarakat untuk melihat prestasi olahraga Kutim meningkat.

“Alhamdulillah Bupati mengarahkan saya menjadi Ketua Tim Porprov Kabupaten Kutai Timur. Ini sekaligus tantangan bagi saya karena ada target yang harus dicapai, kalau bisa dari empat besar menjadi tiga besar,” ujarnya.

Namun, Mahyunadi menyadari target tersebut bukan perkara mudah. Berdasarkan evaluasi hasil Porprov sebelumnya, terdapat jarak perolehan medali yang cukup besar antara daerah yang berada di posisi tiga dan empat.

“Setelah saya lihat hasil Porprov sebelumnya, ternyata selisih antara tiga dan empat itu 50 emas. Jadi ini bukan soal gampang, ini soal strategi yang benar-benar harus kita siapkan,” katanya.

Karena itu, ia menegaskan bahwa fokus utama Kutim adalah memperbesar peluang mendapatkan medali emas. Dalam sistem peringkat Porprov, jumlah emas menjadi faktor utama yang menentukan posisi akhir sebuah kontingen.

“Target kita adalah bagaimana mendapatkan emas sebanyak-banyaknya. Karena emas yang akan menentukan peringkat,” tegasnya.

Strategi pun mulai diarahkan pada cabang olahraga yang memiliki peluang besar menyumbang medali. Beberapa cabor dengan banyak nomor pertandingan, seperti hapkido dan aeromodeling, dinilai memiliki potensi untuk menjadi lumbung emas Kutim.

“Hapkido itu lebih dari 50 medali, aeromodeling juga banyak. Ini harus kita genjot. Tapi cabor yang menjadi hiburan masyarakat seperti sepak bola juga tetap harus kita dukung,” ujarnya.

Selain kesiapan atlet, Mahyunadi mengingatkan pentingnya dukungan terhadap kebutuhan teknis selama persiapan hingga pertandingan berlangsung. Menurutnya, prestasi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan atlet, tetapi juga kesiapan fasilitas pendukung.

“Jangan sampai perlengkapannya bagus tetapi atlet tidak nyaman. Konsumsi juga harus dijaga, jangan sampai basi karena itu bisa melemahkan semangat perjuangan atlet,” katanya.

Ia menambahkan, Kutim saat ini termasuk daerah yang memiliki dukungan anggaran relatif siap untuk menghadapi Porprov 2026. Meski demikian, kesiapan tersebut harus diikuti dengan perencanaan matang dan komunikasi yang kuat antarunsur olahraga.

“Yang paling penting sekarang bagaimana caranya kita menggaet emas dengan berbagai cara, baik meningkatkan prestasi maupun melalui komunikasi dan koordinasi dengan pengurus cabang olahraga lainnya,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dispora Kutim Basuki Isnawan menjelaskan, pihaknya bersama KONI tengah melakukan inventarisasi kebutuhan masing-masing cabang olahraga. Pendataan tersebut menjadi dasar untuk menentukan dukungan yang diperlukan selama masa persiapan.

“Hari ini kita fokuskan kepada 36 cabor terlebih dahulu agar pembahasan lebih fokus dan mengerucut. Kami meminta seluruh cabor yang hadir segera melengkapi data yang dibutuhkan,” jelas Basuki.

Untuk memperkuat koordinasi, Sekretariat KONI Kutim disepakati menjadi Sekretariat Kontingen Porprov Kutim. Dengan mekanisme tersebut, komunikasi antara pengurus cabor, Dispora, dan manajemen kontingen diharapkan berjalan lebih tertata.

Ketua KONI Kutim Rudi Hartono menegaskan bahwa keberhasilan kontingen tidak hanya ditentukan oleh kemampuan atlet, tetapi juga kekompakan seluruh elemen pendukung olahraga daerah.

“Kita harus membangun kerja sama yang solid. Saya meminta seluruh pengurus cabor selalu mengomunikasikan segala hal, baik formal maupun nonformal sejak awal sebelum bertanding,” ujarnya.

Menurut Rudi, berbagai persoalan teknis harus diantisipasi lebih awal, mulai dari akomodasi, transportasi, hingga konsumsi atlet selama mengikuti pertandingan.

“Kita ingin mengantisipasi hambatan lebih awal. Jangan sampai ada keluhan yang baru muncul setelah pertandingan selesai,” katanya.

Ia meminta seluruh cabor segera menyusun strategi pertandingan dan program pemusatan latihan atau training center (TC). Waktu persiapan sekitar lima hingga enam bulan ke depan dinilai menjadi fase penting untuk meningkatkan peluang perolehan medali.

“Sisa waktu sekitar lima hingga enam bulan ke depan harus kita maksimalkan,” tandasnya.

Manajemen kontingen Kutim sendiri telah menyiapkan tahapan persiapan menuju Porprov 2026. November mendatang menjadi salah satu momentum penting ketika atlet dan ofisial diharapkan sudah berada dalam kondisi terbaik untuk menghadapi pertandingan.

Dari ruang rapat KONI, strategi mulai dirancang. Dari arena latihan, para atlet akan membuktikan sejauh mana persiapan yang telah dilakukan mampu mengubah target menjadi prestasi.

Bagi Kutim, Porprov 2026 bukan sekadar tentang posisi di papan klasemen, tetapi tentang bagaimana olahraga daerah mampu menunjukkan daya saing dan membawa kebanggaan bagi masyarakat. (ADV/ProkopimKutim/BK)

 

Post Views: 394
Redaksi

Redaksi

bacakaltim.com adalah portal berita digital yang berfokus pada menyajikan informasi terkini, tajam, dan terpercaya seputar Kalimantan Timur.

Next Post
SPBU Depan STC Sangatta Dijaga Polisi, Pengisian BBM Diawasi Ketat

SPBU Depan STC Sangatta Dijaga Polisi, Pengisian BBM Diawasi Ketat

Sisir Desa Cari Anak Tak Sekolah, Kutim Siapkan Jalan Kembali Belajar

Sisir Desa Cari Anak Tak Sekolah, Kutim Siapkan Jalan Kembali Belajar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Kaltim

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved

Navigate Site

  • Beranda
  • Info Iklan
  • Kontak Kami
  • Login Customizer
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Pariwara Pemkab Kutai Timur
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved