Baca Kaltim
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
No Result
View All Result
Baca Kaltim
No Result
View All Result
Home Pariwara Kominfo Kutim

Mahyunadi Soroti Kondisi Kampus Stiper dan Stais: “Hidup Segan Mati Tak Mau”

Redaksi by Redaksi
12 November 2025
Reading Time: 2 mins read
0
Mahyunadi Soroti Kondisi Kampus Stiper dan Stais: “Hidup Segan Mati Tak Mau”
6
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsApp
Post Views: 2

Kutai Timur — Wakil Bupati Kutai Timur, H. Mahyunadi, menyoroti kondisi dua institusi pendidikan tinggi di wilayahnya, yakni Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (Stiper) dan Sekolah Tinggi Agama Islam Sangatta (Stais). Dalam sebuah pernyataan tegas, Mahyunadi menyebut kedua kampus tersebut kurang mendapatkan perhatian maksimal, baik dari sisi infrastruktur maupun pengelolaan sumber daya manusia.

“Sumber daya manusia juga kita betul-betul maksimalkan. Kita lihat Stiper kita, hidup segan mati tak mau. Walaupun banyak mahasiswa, kenapa saya katakan hidup segan mati tak mau? Walaupun banyak mahasiswanya, tapi bangunannya keadaannya seperti itu. Stais juga,” ujarnya, Kamis (9/10/2025).

Menurut Mahyunadi, banyaknya jumlah mahasiswa tidak sebanding dengan kondisi fisik kampus yang dinilai memprihatinkan. Ia menyebut pentingnya peran pemerintah daerah dalam memperhatikan sarana dan prasarana pendidikan tinggi yang berada di bawah tanggung jawab daerah.

Selain mengkritik kondisi fisik kampus, Mahyunadi juga menekankan pentingnya dukungan beasiswa dan peningkatan infrastruktur sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam mendukung kemajuan pendidikan tinggi Kutim.

“Jadi, kalau kita mau betul-betul serius, selain kita menciptakan stimulus untuk beasiswa, kita juga memaksimalkan bangunan-bangunan, fasilitas infrastruktur yang memang menjadi tanggung jawab kita. Bagaimanapun caranya, ya,” tegasnya.

Ia mengungkapkan bahwa Pemkab Kutai Timur akan mengkaji lebih lanjut kebutuhan mendesak di dua kampus tersebut, serta mencari solusi konkret untuk mengatasi persoalan yang ada. Salah satu langkah awal yang akan diambil adalah membentuk tim khusus guna melakukan penilaian menyeluruh terhadap sarana dan prasarana di Stiper dan Stais.

Mahyunadi berharap perhatian yang lebih besar dari semua pihak, baik legislatif, eksekutif, maupun swasta, untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Kutai Timur. Menurutnya, kualitas lulusan akan sangat bergantung pada kualitas lingkungan belajar yang disediakan.

“Jangan sampai kita hanya bangga karena punya kampus, tapi tidak pernah menyentuh masalah yang sebenarnya mereka hadapi,” tutupnya.

Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa Pemkab Kutai Timur ingin menjadikan pendidikan tinggi sebagai prioritas dalam pembangunan daerah ke depan. (ADV)

Redaksi

Redaksi

Next Post
Peningkatan Kapasitas Pengurus Jadi Kunci Sukses Koperasi Merah Putih

Peningkatan Kapasitas Pengurus Jadi Kunci Sukses Koperasi Merah Putih

Bupati Ardiansyah Sebut Kutim sebagai “Magic Land”, Tekankan Branding Daerah Berbasis Potensi Alam dan SDM

Pemkab Kutim Dorong Investasi Berkelanjutan, Bupati Tekankan Disiplin Regulasi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Kaltim

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved

Navigate Site

  • Beranda
  • Info Iklan
  • Kontak Kami
  • Login Customizer
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved