Baca Kaltim
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
No Result
View All Result
Baca Kaltim
No Result
View All Result
Home Pariwara Pemkab Kutai Timur

Labkesda Kutim Raih Akreditasi Utama, Siap Jadi Laboratorium Rujukan

Predikat Akreditasi Utama yang diraih Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kutai Timur menandai babak baru peningkatan mutu layanan kesehatan. Namun di balik prestasi itu, potensi besar Labkesda sebagai penghasil PAD dinilai masih jauh dari optimal.

Redaksi by Redaksi
7 November 2025
Reading Time: 2 mins read
0
Labkesda Kutim Raih Akreditasi Utama, Siap Jadi Laboratorium Rujukan
354
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsApp
Post Views: 3

SANGATTA – Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kutai Timur (Kutim) mencatat pencapaian penting dengan diraihnya Akreditasi Utama dari Kementerian Kesehatan RI melalui Lembaga Akreditasi Fasyankes Seluruh Indonesia (LASKESI). Status ini memastikan bahwa layanan, sistem manajemen, dan sumber daya Labkesda telah memenuhi standar nasional dan siap bersaing sebagai laboratorium rujukan yang kredibel.

Meski demikian, Kepala UPT Labkesda Kutim, Gregorius Gebo, mengatakan bahwa pencapaian tersebut baru menjadi awal. Menurutnya, potensi Labkesda sebagai penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) masih belum tergarap maksimal. Ia menegaskan bahwa masyarakat, perusahaan, serta sektor industri perlu melihat Labkesda sebagai penyedia layanan laboratorium kesehatan dan lingkungan yang dapat diandalkan.

“Akreditasi ini sangat kami syukuri. Tapi akan lebih bermakna jika masyarakat dan perusahaan menjadikan Labkesda sebagai laboratorium rujukan utama,” ujar Gregorius di ruang kerjanya.

Sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), Labkesda memiliki peran strategis dalam mendukung sektor kesehatan sekaligus menopang ekonomi daerah. Layanan Labkesda mencakup pemeriksaan laboratorium klinik, analisis kualitas lingkungan, hingga deteksi penyakit menular. Namun, belum banyak sektor industri di Kutim yang menjalin kerja sama rutin, seperti medical check-up karyawan atau uji lingkungan kerja.

Gregorius menilai bahwa jika perusahaan-perusahaan besar di Kutim memanfaatkan Labkesda secara berkelanjutan, kontribusinya terhadap PAD dapat meningkat signifikan. Sayangnya, pemanfaatan layanan tersebut masih minim.

Selain persoalan pemanfaatan layanan, Labkesda juga menghadapi kendala serius dari sisi sumber daya manusia. Saat ini, hanya empat analis laboratorium yang menangani seluruh kegiatan operasional, padahal kebutuhan ideal mencapai enam belas orang.

“Kami sudah beberapa kali mengajukan penambahan formasi. Ini penting untuk menjaga kualitas layanan dan ketepatan waktu pemeriksaan,” ungkapnya.

Gregorius juga mengingatkan peran vital Labkesda dalam masa-masa krisis, seperti pandemi COVID-19. Saat itu, Labkesda menjadi ujung tombak pemeriksaan PCR dan pemantauan penyebaran COVID-19 di Kutim—mencerminkan betapa diperlukan laboratorium yang siap siaga dalam kondisi darurat.

Di luar persoalan SDM, aksesibilitas menuju Labkesda turut menjadi kendala. Kondisi jalan yang licin dan berlumpur ketika hujan kerap menyulitkan masyarakat yang hendak mengakses layanan.

“Perbaikan akses jalan ini menjadi penting agar masyarakat tidak terhambat saat membutuhkan pemeriksaan,” tambahnya.

Gregorius menutup penjelasannya dengan ajakan kolaborasi. Bagi dia, Labkesda bukan hanya ruang teknis untuk menguji sampel, tetapi elemen penting dalam ekosistem pelayanan publik, kesehatan masyarakat, dan ketahanan daerah.

“Labkesda hadir bukan hanya saat situasi normal, tetapi juga menjadi garda terdepan saat keadaan darurat. Ini investasi penting bagi masa depan Kutai Timur,” ujarnya.

Sebagai rujukan, tingkat akreditasi fasilitas kesehatan di Indonesia diatur dalam Permenkes Nomor 34 Tahun 2022. Dalam regulasi tersebut, fasilitas kesehatan dikategorikan mulai dari Akreditasi Dasar, Madya, Utama, hingga Paripurna—tingkatan tertinggi yang menandakan pemenuhan seluruh standar akreditasi. Predikat “Utama” yang kini disandang Labkesda Kutim menunjukkan bahwa institusi ini telah memenuhi sebagian besar standar nasional dan memiliki kualitas layanan yang sangat baik. (ADV/ProkopimKutim/BK)

Redaksi

Redaksi

Next Post
Dua Medali untuk Kutim: Bripda Gabriel Bersinar di Kapolri Cup Taekwondo

Dua Medali untuk Kutim: Bripda Gabriel Bersinar di Kapolri Cup Taekwondo

Dari Hujan ke Panen, Dari Mimpi ke RTH: Mandu Dalam Bangkit

Dari Hujan ke Panen, Dari Mimpi ke RTH: Mandu Dalam Bangkit

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Kaltim

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved

Navigate Site

  • Beranda
  • Info Iklan
  • Kontak Kami
  • Login Customizer
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved