SANGATTA — Sebuah kebijakan yang baik berawal dari informasi yang tepat. Ketika data yang digunakan tidak lengkap atau tidak sinkron, keputusan yang diambil pun berisiko tidak menjawab persoalan sebenarnya di lapangan.
Kesadaran itulah yang mendorong Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus memperkuat sistem pengelolaan data daerah. Salah satunya melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Operator Portal Satu Data yang digelar di D’Lounge Hotel Royal Victoria beberapa waktu lalu.
Kegiatan tersebut mempertemukan para pengelola data dari berbagai Perangkat Daerah (PD) dengan satu tujuan: memastikan informasi pembangunan daerah tersusun lebih rapi, akurat, dan dapat dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan kebijakan.
Mengusung tema “Optimalisasi Portal Satu Data dalam Mendukung Kutim Tangguh, Mandiri, dan Berdaya Saing”, kegiatan ini menjadi ruang evaluasi sekaligus penguatan kapasitas bagi para operator yang berada di garis depan pengelolaan data.
Kepala Bidang Statistik Diskominfostaper Kutim Hasanudin menyampaikan, pengelolaan data daerah menunjukkan perkembangan positif sepanjang 2025. Dari total 4.603 daftar data yang tersedia, sebanyak 3.545 indikator berhasil dihimpun.
“Dengan tingkat partisipasi mencapai 77,01 persen, kami mencatat sebanyak 3.545 indikator telah berhasil terhimpun dari total 4.603 daftar data yang ada,” papar Hasanudin.
Meski capaian tersebut menunjukkan perkembangan, pemerintah daerah masih memiliki pekerjaan rumah untuk melengkapi dan menyelaraskan data antarinstansi. Tahun 2026, target pengumpulan indikator dinaikkan menjadi 3.870 indikator.
Target tersebut menjadi bagian dari upaya membangun basis data daerah yang lebih kuat. Sebab, data yang lengkap tidak hanya dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan administrasi pemerintahan, tetapi juga menjadi fondasi dalam menyusun program yang berdampak langsung kepada masyarakat.
Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfostaper) Kutim Ronny Bonar Hamonangan Siburian yang membacakan sambutan tertulis Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyampaikan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah memastikan seluruh data dari berbagai perangkat daerah dapat terhubung dan memiliki standar yang sama.
“Data kita belum sempurna, masih ada yang tidak sinkron. Ini adalah tantangan yang harus kita jawab dengan kolaborasi. Tanpa sinkronisasi antar-PD, mustahil masyarakat bisa mendapatkan informasi yang berkualitas,” ujar Ronny menyampaikan pesan Bupati.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyoroti pentingnya pengelolaan data E-Kinerja (E-Kin). Menurutnya, informasi yang berkaitan dengan kinerja pemerintah perlu tersampaikan secara baik, baik untuk kebutuhan publik maupun sistem pemerintahan di tingkat pusat.
Selain persoalan sinkronisasi, masih terdapat sejumlah data yang belum masuk ke dalam sistem. Pemerintah mencatat masih ada sekitar 1.080 data yang menjadi pekerjaan rumah dan perlu segera dilengkapi oleh perangkat daerah terkait.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kualitas data sangat menentukan kualitas kebijakan. Data yang tidak lengkap dapat membuat pemerintah kesulitan membaca kebutuhan masyarakat secara menyeluruh.
Di tengah kebijakan efisiensi pemerintahan yang berjalan saat ini, Bupati mengingatkan agar kondisi tersebut tidak menjadi alasan untuk menurunkan kualitas pekerjaan. Profesionalisme dan ketelitian dalam pengelolaan data tetap harus menjadi prioritas.
Melalui Bimtek ini, para operator data diharapkan tidak hanya memahami aspek teknis penginputan, tetapi juga memiliki kesadaran bahwa setiap angka yang masuk ke dalam sistem memiliki peran dalam menentukan arah pembangunan Kutim.
Sebab, pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan rencana besar. Dibutuhkan data yang akurat untuk memastikan setiap langkah yang diambil benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dengan penguatan Portal Satu Data, Kutim berupaya membangun pemerintahan yang lebih responsif, terukur, dan mampu menjawab tantangan pembangunan ke depan. (ADV/ProkopimKutim/BK)


