JAKARTA — Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) membangun sumber daya manusia (SDM) berkualitas mendapat momentum baru. Wakil Bupati (Wabup) Mahyunadi mewakili Bupati hadir dalam undangan Sampoerna University di Jakarta, meninjau peluang kerja sama strategis di sektor pendidikan tinggi.
Kunjungan Mahyunadi didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutim, Mulyono, bukan sekadar silaturahmi. Langkah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah menyiapkan generasi muda Kutim melalui pendidikan bermutu.
“Programnya menarik, satu mahasiswa berbayar bisa membuka kesempatan beasiswa penuh untuk mahasiswa lain. Jika lima orang masuk, lima orang berikutnya bisa mendapat beasiswa,” ujar Mahyunadi. Skema ini mengusung konsep subsidi silang, membuka peluang bagi pelajar Kutim untuk mengenyam pendidikan tinggi tanpa terbebani biaya.
Sampoerna University juga menawarkan dual degree melalui kerja sama dengan Arizona University dan Keiser University. Mahasiswa tidak hanya memperoleh ijazah nasional, tetapi juga sertifikasi internasional—bekal penting bersaing di pasar kerja global.
Mahyunadi menekankan, pemerintah daerah akan tetap selektif. “Kami ingin memastikan universitas ini benar-benar berkualitas, dari akreditasi hingga fasilitas,” jelasnya. Peninjauan mencakup ruang kelas, laboratorium, dan sarana penting lain, yang menurutnya menunjukkan potensi besar kampus ini sebagai mitra jangka panjang bagi Kutim.
Mulyono menambahkan, tindak lanjut akan melibatkan tim lintas sektor, mulai dari bagian kerja sama, hukum, hingga kesejahteraan rakyat. Sementara itu, Rektor Sampoerna University Wahdi Yudhi menyatakan kesiapan mendukung pembangunan SDM Kutim melalui kemitraan berkelanjutan.
Kunjungan ditutup dengan campus tour dan sesi foto bersama. Pertemuan ini dipandang sebagai langkah awal yang tidak hanya membuka akses pendidikan berkualitas, tetapi juga menegaskan visi Kutim: mencetak generasi muda yang unggul, kompeten, dan siap bersaing secara global. (ADV/ProkopimKutim/BK)


