Baca Kaltim
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
No Result
View All Result
Baca Kaltim
No Result
View All Result
Home Pariwara Kominfo Kutim

Kutim Jadi Pelopor Program “Cap Jempol Stop Stunting”, DPPKB Siap Launching Akhir Oktober

Redaksi by Redaksi
10 November 2025
Reading Time: 1 min read
0
Kutim Jadi Pelopor Program “Cap Jempol Stop Stunting”, DPPKB Siap Launching Akhir Oktober
2
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsApp

Kutai Timur – Kabupaten Kutai Timur (Kutim) bersiap menjadi pelopor program nasional “Cap Jempol Stop Stunting”, sebuah inovasi dalam percepatan penurunan stunting berbasis kolaborasi lintas sektor. Program ini akan segera dilaunching pada 27 Oktober 2025, dan dijadwalkan dihadiri oleh perwakilan Staf Kepresidenan RI.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutim, Achmad Junaidi, menyampaikan optimismenya bahwa peluncuran program ini akan menjadi tonggak penting dalam gerakan bersama menekan angka keluarga berisiko stunting di Kutim.

“Insya Allah, apalagi ini ada sinyal Staf Presiden akan hadir di acara launching. Tadi pagi sudah ada konfirmasi. Setelah acara HUT saya akan langsung terbang ke Jakarta,” ujarnya, Kamis (9/10/2025).

Menurut Junaidi, program Cap Jempol Stop Stunting mengusung pendekatan “jemput bola” dengan melibatkan lintas organisasi perangkat daerah (OPD), dunia usaha, dan mitra strategis sesuai dengan peran dan fungsinya masing-masing.

Selain fokus pada isu stunting, Junaidi juga menjelaskan bahwa program Sekolah Lansia akan mulai berjalan tahun ini sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat.

“Sekolah Lansia itu sebetulnya bagaimana kita ingin memberdayakan para lansia supaya berdaya guna dan berhasil guna,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan sumber daya manusia di Kutim tidak hanya diukur dari sisi usia produktif, tetapi juga dari kesejahteraan seluruh kelompok usia. “Penduduk kita dikatakan berkualitas apabila tidak ada yang menganggur, stres, dan tetap merasa bahagia di usia mereka,” tambahnya.

Dengan dua program unggulan ini, DPPKB Kutim berharap dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam menciptakan masyarakat yang sehat, produktif, dan berdaya saing. (ADV)

Redaksi

Redaksi

Next Post
Bupati Ardiansyah Optimistis Investasi Industri Dongkrak Kemandirian Ekonomi Kutai Timur

Bupati Ardiansyah Optimistis Investasi Industri Dongkrak Kemandirian Ekonomi Kutai Timur

Angka Stunting Kutai Timur Turun Jadi 26 Persen, Kepala DPPKB Optimistis Capai Target Nasional

Angka Stunting Kutai Timur Turun Jadi 26 Persen, Kepala DPPKB Optimistis Capai Target Nasional

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Kaltim

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved

Navigate Site

  • Beranda
  • Info Iklan
  • Kontak Kami
  • Login Customizer
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved