Baca Kaltim
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
No Result
View All Result
Baca Kaltim
No Result
View All Result
Home Pariwara Kominfo Kutim

Kutim Dorong Regenerasi Petani Melalui Mekanisasi dan Teknologi Digital

Redaksi by Redaksi
19 November 2025
Reading Time: 2 mins read
0
Kutim Dorong Regenerasi Petani Melalui Mekanisasi dan Teknologi Digital
332
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsApp
Post Views: 1

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menunjukkan keseriusan dalam menyiapkan regenerasi petani dengan strategi yang lebih modern. Melalui pemanfaatan alat mesin pertanian (alsintan) dan teknologi digital, pemerintah daerah berupaya menarik minat generasi muda agar kembali melihat pertanian sebagai sektor yang menjanjikan. Langkah ini dipimpin langsung oleh Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP).

Kepala DTPHP Kutai Timur, Dyah Ratnamingrum, menjelaskan bahwa mekanisasi menjadi fondasi untuk membangun ekosistem pertanian yang relevan dengan karakter anak muda saat ini. Ia menyebut sejumlah alat modern sudah disiapkan untuk mempermudah seluruh tahapan budidaya. “Kita sudah ada alatnya, misalkan untuk olah sawah kita tinggal menyetir saja, seperti itu kan jadi menarik untuk menanam pun tidak harus satu-satu kita sudah ada transplanter dan sebagainya nanti untuk penyemprotan kita juga sudah fasilitasi pakai drone,” ujarnya.

Pernyataan Dyah sekaligus menjawab kekhawatiran tentang menurunnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian. Ia menegaskan bahwa pertanian tidak boleh lagi identik dengan kerja fisik berat, waktu yang panjang, dan proses manual yang melelahkan. Dengan traktor seperti kendaraan roda empat, metode tanam menggunakan transplanter, hingga perawatan tanaman menggunakan drone, sektor agrikultur kini justru semakin mengandalkan keterampilan digital dan kemampuan mengoperasikan mesin.

Pendekatan ini juga selaras dengan tren global urban farming dan smart farming, di mana pertanian dilakukan dengan basis data, sensor, dan perangkat otomatis. Kutai Timur melihat peluang tersebut untuk diterapkan di wilayah pedesaan yang memiliki lahan produktif luas namun minim tenaga kerja muda.

Pemanfaatan drone untuk penyemprotan, sebagaimana dijelaskan Dyah, menjadi salah satu gebrakan yang paling menarik perhatian generasi milenial. Drone memungkinkan penyemprotan dilakukan dengan cepat, presisi, dan aman tanpa menempatkan petani pada risiko paparan bahan kimia. Inovasi ini bukan hanya menghemat waktu, tetapi juga meningkatkan efisiensi penggunaan pestisida dan pupuk cair.

Pemerintah Kabupaten Kutai Timur berharap modernisasi ini dapat mendorong perubahan persepsi bahwa bertani adalah pekerjaan kuno. Sebaliknya, pertanian kini diposisikan sebagai sektor profesional berbasis teknologi dengan peluang penghasilan yang stabil. Diharapkan, langkah ini mampu melahirkan generasi petani baru sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah. (ADV)

Redaksi

Redaksi

Next Post
Anak-Anak Kutai Timur Didorong Ikut Sampaikan Aspirasi Langsung di Musrenbang

Anak-Anak Kutai Timur Didorong Ikut Sampaikan Aspirasi Langsung di Musrenbang

Komisi C DPRD Kutim Minta Program Kerja OPD Sesuai dengan Visi Kepala Daerah

Komisi C DPRD Kutim Minta Program Kerja OPD Sesuai dengan Visi Kepala Daerah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Kaltim

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved

Navigate Site

  • Beranda
  • Info Iklan
  • Kontak Kami
  • Login Customizer
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved