
SANGATTA — Baru-baru ini, Kabupaten Kutai Timur kedatangan tim dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun, kehadiran mereka bukan dalam rangka penyelidikan atau penindakan. Tim yang datang merupakan bagian dari unit pencegahan KPK, yang fokus memperkuat sistem tata kelola pemerintahan daerah agar lebih transparan dan akuntabel.
Keberadaan tim tersebut memang tidak diumumkan secara terbuka. Bahkan, lokasi tempat mereka menginap pun dirahasiakan. “Mereka ada di sini, cuma kita tidak tahu mereka menginap di mana, tinggal di mana. Biasanya mereka juga itu tinggalnya tidak di hotel, mereka datang ke kabupaten, kota, itu sangat rahasia,” ungkap Yusuf T Silambi, Sekretaris Komisi A DPRD Kutai Timur.
Pendekatan pencegahan ini sejalan dengan arahan pimpinan KPK dan Gubernur Kalimantan Timur. Menurut Yusuf, langkah ini menunjukkan komitmen serius pemerintah untuk tidak hanya menunggu korupsi terjadi lalu menindak, tetapi membangun fondasi sistem yang kebal korupsi sejak awal. “Artinya bahwa, pemerintah sudah turun tangan. Pemerintah begitu serius menangani korupsi ini,” tambahnya.
Bagi kalangan legislatif, kehadiran tim pencegahan KPK bukanlah bentuk intervensi, melainkan kolaborasi strategis. Tujuannya jelas: memperkuat mekanisme pengawasan internal dan eksternal di lingkungan pemerintahan daerah. Metode kerja yang tertutup dipandang sebagai bagian dari strategi agar proses asesmen berjalan objektif tanpa tekanan atau kepentingan pihak tertentu.
Langkah nyata ini mendapat respons positif dari jajaran legislatif. Mendatangkan tim pencegahan KPK dianggap sebagai upaya preventif yang lebih berkelanjutan dibandingkan pendekatan reaktif semata. Fokusnya tidak hanya pada pengawasan, tetapi juga pada pelatihan integritas dan evaluasi tata kelola.
Dengan pendekatan seperti ini, Kutai Timur berpeluang membangun pemerintahan yang tidak hanya bersih dari praktik koruptif, tetapi juga mampu memulihkan kepercayaan masyarakat melalui kinerja yang transparan dan akuntabel. Dan yang terpenting, semua ini dilakukan bukan karena ada kasus, melainkan karena ada niat kuat untuk mencegahnya sejak dini. (ADV)


