Baca Kaltim
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
No Result
View All Result
Baca Kaltim
No Result
View All Result
Home Pariwara Kominfo Kutim

Kecamatan Sangatta Utara Tertinggi Kasus Keluarga Berisiko Stunting

Redaksi by Redaksi
10 November 2025
Reading Time: 1 min read
0
Kecamatan Sangatta Utara Tertinggi Kasus Keluarga Berisiko Stunting
5
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsApp
Post Views: 1

Kutai Timur – Kecamatan Sangatta Utara tercatat memiliki jumlah keluarga berisiko stunting tertinggi di Kutai Timur, mencapai sekitar 3.800 keluarga. Posisi kedua ditempati Kecamatan Bengalon, disusul wilayah lainnya. Data tersebut diperoleh dari hasil pendataan keluarga berisiko (KRS) yang dilakukan secara berkala oleh Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Kutai Timur.

Kepala Dinas Pengendalian Keluarga Berencana Kutim Achmad Junaidi menjelaskan bahwa pendataan dilakukan secara menyeluruh tanpa diskriminasi. “Walaupun seseorang bukan warga Kutim asli, jika sudah berdomisili di sini lebih dari enam bulan, tetap kita data dalam aplikasi. Kita tidak boleh diskriminatif dalam pelayanan,” tegasnya.

Pendataan tersebut penting untuk memastikan intervensi penanganan stunting berjalan tepat sasaran. Keluarga berisiko akan mendapat pendampingan melalui tim PLKB, posyandu, serta tim pendamping keluarga (TPK) di lapangan. DPPKB juga bersinergi dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan, agar anak-anak dari keluarga berisiko tetap mendapat perhatian gizi dan pendidikan.

Selain itu, faktor risiko stunting juga dilihat dari pus 4T (terlalu muda, terlalu tua, terlalu dekat, dan terlalu banyak anak). Upaya dilakukan melalui edukasi penggunaan KB modern serta perbaikan sanitasi dan air bersih. Program ini juga mendukung inisiatif Seribu Rumah Layak Huni yang digagas pemerintah daerah.

Melalui kolaborasi lintas sektor dan kepemimpinan yang kuat, pemerintah menargetkan penurunan angka stunting hingga dua digit, atau di bawah 20 persen, dalam waktu dekat. (ADV)

Redaksi

Redaksi

Next Post
Program “Cap Jempol Stop Stunting” Siap Diluncurkan, DPPKB Kutim Dorong Kolaborasi Total

Program “Cap Jempol Stop Stunting” Siap Diluncurkan, DPPKB Kutim Dorong Kolaborasi Total

TVRI Buka Ruang Edukasi, DPPKB Kutim Perkuat Gerakan “Cap Jempol Stop Stunting”

TVRI Buka Ruang Edukasi, DPPKB Kutim Perkuat Gerakan “Cap Jempol Stop Stunting”

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Kaltim

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved

Navigate Site

  • Beranda
  • Info Iklan
  • Kontak Kami
  • Login Customizer
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved