Baca Kaltim
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Pariwara Pemkab Kutai Timur
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Pariwara Pemkab Kutai Timur
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
No Result
View All Result
Baca Kaltim
No Result
View All Result
Home Pariwara Pemkab Kutai Timur

El Nino Mengintai, Kutim Perketat Penjagaan Api hingga Desa

Ancaman kebakaran hutan dan lahan tak harus menunggu langit diselimuti asap. Kutai Timur memilih bersiap lebih awal menghadapi dampak El Nino. Posko diperkuat hingga tingkat desa, koordinasi lintas sektor diperketat, sementara warga diminta menghentikan sementara kebiasaan membakar sampah dan sisa pembersihan lahan.

Redaksi by Redaksi
24 Agustus 2026
Reading Time: 3 mins read
0
El Nino Mengintai, Kutim Perketat Penjagaan Api hingga Desa
Share on FacebookShare on WhatsApp

SANGATTA – Udara Sangatta masih relatif aman. Asap pekat yang muncul di sejumlah wilayah Kalimantan juga belum menjadi persoalan serius di Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Namun, kondisi itu tidak membuat pemerintah daerah memilih menunggu.

Ancaman musim kering akibat fenomena El Nino membuat kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) diperketat. Bahkan api kecil dari pembakaran sampah di pekarangan kini ikut menjadi perhatian.

Kesiapsiagaan tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Penanggulangan Karhutla yang dipimpin Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman di Aula Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutim, Senin (24/8/2026).

Rapat dihadiri Kepala BPBD Kutim Sulastin, Dandim 0909/KTM Letkol Czi Zaenal Abidin, Kapolres Kutim AKBP Aryansyah, perwakilan Lanal Sangatta, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Satpol PP, Manggala Agni, camat, kepala desa, perusahaan hingga organisasi masyarakat.

Ardiansyah mengingatkan seluruh unsur agar tidak terlena hanya karena kondisi Kutim saat ini masih relatif terkendali. Sejumlah wilayah lain di Kalimantan telah menghadapi persoalan asap dan titik api, sehingga pencegahan harus dilakukan sebelum keadaan serupa terjadi di Kutim.

Menurut dia, mitigasi sebenarnya telah dilakukan lebih awal. Bekal itulah yang membuat pemerintah daerah cukup yakin menghadapi potensi peningkatan titik panas selama musim kering.

“Kita di Kutai Timur alhamdulillah sudah melakukan mitigasi sebelumnya. Jadi saya yakin, meskipun hari ini barangkali titik api itu ada, kita di Kutai Timur sudah siap untuk mengantisipasi dampak daripada meluasnya titik api, asap, dan sebagainya,” ujar Ardiansyah.

Kesiapan tersebut tidak hanya bertumpu pada BPBD. Bupati meminta posko utama penanggulangan karhutla diaktifkan secara maksimal, kemudian diperkuat dengan posko di kecamatan dan desa.

Pola berjenjang itu dibutuhkan karena wilayah Kutim sangat luas. Ketika api muncul, kecepatan informasi dari desa hingga kabupaten menjadi salah satu faktor yang menentukan agar penanganan dapat dilakukan sebelum kebakaran membesar.

Koordinasi dengan Manggala Agni, TNI, Polri, pemerintah kecamatan, desa, perusahaan dan unsur terkait juga diminta terus berjalan. Bagi Ardiansyah, menghadapi karhutla tidak mungkin dibebankan kepada satu instansi saja.

Perhatian khusus justru diarahkan pada sumber api yang sering dianggap sepele. Kebiasaan membakar sampah atau sisa pembersihan pekarangan pada sore hari diminta dihentikan sementara selama kondisi cuaca kering.

Api yang semula hanya dimaksudkan untuk membakar tumpukan daun bisa berubah menjadi persoalan apabila merembet ke rumput, semak atau lahan kering di sekitarnya.

“Sekecil apa pun api yang kita temui, baik di jalan atau di pekarangan warga yang dibersihkan setiap sore, tolong itu dihentikan dulu. Karena yang datang ini El Nino, orang Spanyol saja mungkin tidak paham, tapi kita harus paham dampaknya,” kata Ardiansyah berseloroh.

Namun pesan setelah kelakar itu serius. Api sekecil apa pun, lanjut dia, harus segera dipadamkan agar tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

Langkah antisipasi Kutim juga telah disampaikan kepada Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud. Di antaranya menyangkut pengoperasian posko utama sesuai arahan Kementerian Dalam Negeri dan penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti melakukan pembakaran hutan maupun lahan.

Penegakan hukum ditempatkan sebagai bagian dari pencegahan. Pemerintah ingin memastikan kesadaran menjaga lahan tidak hanya muncul ketika kebakaran telah terjadi dan asap mulai mengganggu aktivitas masyarakat.

Di sisi lain, Ardiansyah menaruh perhatian pada penyampaian informasi mengenai titik panas atau hotspot. Ia meminta media massa berkoordinasi dengan posko utama BPBD ketika menggunakan data tersebut.

Data hotspot bersifat dinamis. Karena itu, angka kumulatif yang tidak dibaca sesuai waktu dan kondisi lapangan berpotensi menimbulkan gambaran yang berbeda dari situasi sebenarnya.

Informasi yang akurat menjadi penting bukan hanya bagi pemerintah, tetapi juga masyarakat. Publik perlu mengetahui kondisi sebenarnya agar tetap waspada tanpa menimbulkan kepanikan yang tidak perlu.

Meski kualitas udara di Sangatta masih tergolong aman, masyarakat dan petugas lapangan tetap diingatkan menjaga kesehatan. Penggunaan masker dapat dilakukan sebagai langkah perlindungan, terutama ketika berada di lokasi yang mulai terdampak asap.

Bagi Kutim, musim kering kali ini menjadi ujian terhadap kesiapan yang telah dibangun sejak awal. Posko, armada, personel dan koordinasi memang penting, tetapi pencegahan paling sederhana tetap dimulai dari perilaku sehari-hari.

Satu puntung api atau pembakaran sampah di halaman mungkin terlihat kecil. Di tengah lahan yang mengering, perkara kecil itulah yang tidak boleh diremehkan. Sebelum asap memenuhi udara, Kutim memilih berjaga dari sumber apinya. (ADV/ProkopimKutim/BK)

 

Post Views: 371
Redaksi

Redaksi

bacakaltim.com adalah portal berita digital yang berfokus pada menyajikan informasi terkini, tajam, dan terpercaya seputar Kalimantan Timur.

Next Post
Titik Panas Karhutla di Kutim Berangsur Turun, BPBD Catat 68,3 Hektare Lahan Terdampak

Titik Panas Karhutla di Kutim Berangsur Turun, BPBD Catat 68,3 Hektare Lahan Terdampak

Bupati dan Forkopimda Kutim Pasang Spanduk Karhutla, Warga Diminta Tak Bakar Lahan

Bupati dan Forkopimda Kutim Pasang Spanduk Karhutla, Warga Diminta Tak Bakar Lahan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Kaltim

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved

Navigate Site

  • Beranda
  • Info Iklan
  • Kontak Kami
  • Login Customizer
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Pariwara Pemkab Kutai Timur
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved