Baca Kaltim
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
No Result
View All Result
Baca Kaltim
No Result
View All Result
Home Pariwara Kominfo Kutim

DPPKB Kutai Timur Perkuat Ketahanan Keluarga Lewat Program Genting dan Tamasya

Redaksi by Redaksi
8 November 2025
Reading Time: 2 mins read
0
DPPKB Kutai Timur Perkuat Ketahanan Keluarga Lewat Program Genting dan Tamasya
307
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsApp
Post Views: 1

Kutai Timur — Upaya memperkuat ketahanan keluarga di Kutai Timur (Kutim) kembali diperkuat melalui peluncuran sejumlah program unggulan oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB). Dua program yang menjadi sorotan adalah Gerakan Orang Tua Asuh Jaga Stunting (Genting) dan Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), yang disiapkan sebagai intervensi strategis dalam pencegahan stunting dan penguatan pola pengasuhan anak.

Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga DPPKB Kutim, Anik Saidah, menjelaskan bahwa program-program tersebut telah masuk dalam prioritas kerja tahun ini. “Program prioritas kami tahun ini ada Genting, yaitu Gerakan Orang Tua Asuh Jaga Stunting, kemudian Tamasya, Taman Asuh Sayang Anak, lalu ada Gati atau Gabungan Ayah Teladan Indonesia, serta program Lansia Berdaya,” jelasnya seusai menghadiri hearing bersama Komisi D DPRD Kutim.

Program Genting dirancang untuk memperkuat keterlibatan orang tua dan keluarga asuh dalam memantau tumbuh kembang anak sehingga risiko stunting dapat ditekan sejak dini. Sementara Tamasya diharapkan menjadi ruang edukasi sekaligus pengasuhan ramah anak yang mudah dijangkau keluarga.

Namun Anik menegaskan, tidak semua program berjalan mulus karena keterbatasan dukungan anggaran. Program Lansia Berdaya, yang disebut sebagai inisiatif “sekolah lansia”, hingga kini belum mendapat alokasi dana. “Lansia Berdaya ini sampai sekarang belum ada anggarannya. Program ini sebenarnya adalah ‘sekolah lansia’ untuk membina para lansia agar tetap produktif dan tidak menjadi beban keluarga. Tapi belum terasa sama sekali dukungan anggarannya,” ujarnya.

Hambatan serupa juga terjadi dalam peningkatan kapasitas Tim Pendamping Keluarga (TPK). Total 525 TPK yang tersebar di Kutai Timur, namun hanya 75 yang mendapatkan orientasi tahun ini. “Dari 525 orang TPK, baru 75 yang bisa diberikan orientasi tahun ini. Padahal, peran mereka sangat penting dalam mendampingi keluarga di lapangan,” kata Anik.

Dengan berbagai program tersebut, DPPKB Kutim optimistis bisa memperkuat pondasi ketahanan keluarga, menekan angka stunting, dan menghadirkan dukungan berkelanjutan bagi anak, orang tua, hingga kelompok lansia. (ADV)

Redaksi

Redaksi

Next Post
Kejari Kutai Timur Diperkuat Gedung Baru dan Kawasan Terpadu Senilai Rp131,5 Miliar

Kejari Kutai Timur Diperkuat Gedung Baru dan Kawasan Terpadu Senilai Rp131,5 Miliar

Dispora Kutim Kembangkan Aplikasi “Si Olga”, Langkah Awal Digitalisasi Dunia Olahraga

Dispora Kutim Kembangkan Aplikasi “Si Olga”, Langkah Awal Digitalisasi Dunia Olahraga

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Kaltim

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved

Navigate Site

  • Beranda
  • Info Iklan
  • Kontak Kami
  • Login Customizer
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved