Baca Kaltim
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
No Result
View All Result
Baca Kaltim
No Result
View All Result
Home Pariwara Kominfo Kutim

Disperindag Kutim Perjelas Porsi Kerja dan Fokus Benahi Industri Kecil Menengah Pasca Pandemi

Redaksi by Redaksi
21 November 2025
Reading Time: 2 mins read
0
Disperindag Kutim Tekankan Implementasi Ilmu Pelatihan, Bukan Hanya Sertifikat
285
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsApp

SANGATTA – Upaya pemulihan ekonomi pasca pandemi di Kutai Timur memasuki fase penting dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) mempertegas mandatnya sebagai motor penggerak sektor Industri Kecil dan Menengah (IKM). Tahun 2025 dijadikan momentum untuk memperkuat pembinaan industri lokal agar semakin produktif dan kompetitif.

Kepala Disperindag Kutim, Nora Ramadhani, menjelaskan bahwa arah kebijakan dinasnya tercantum jelas dalam rencana kerja tahunan dan seluruhnya dipusatkan pada pendampingan IKM. Penjelasan ini sekaligus sebagai klarifikasi bagi publik tentang pembagian peran antar dinas.

“Jadi kalau UMKM lebih condong ke dinas koperasi. Kami lebih kepada industri kecil menengahnya. Tapi namun walaupun beda penyebutan, biasanya irisannya ada antara UMKM dan IKM,” ujarnya.

Konteks pembinaan yang dimaksud Nora tidak sekadar sebatas pelatihan, namun menyentuh hilirisasi produk, dukungan kualitas produksi, hingga strategi pemasaran bagi para pelaku industri kecil. Banyak pelaku usaha di Kutim yang berada di batas antara UMKM dan IKM, sehingga memastikan koordinasi antar dinas menjadi hal penting untuk mencegah tumpang tindih program.

Pemulihan sektor industri pasca pandemi masih menghadapi tantangan besar, seperti keterbatasan permodalan, teknologi produksi yang belum memadai, serta kemampuan adaptasi pelaku usaha terhadap perubahan pola konsumsi. Disperindag Kutim berkomitmen menjawab persoalan itu melalui pendampingan intensif dan terstruktur.

Contoh sektor prioritas adalah industri air minum, pengolahan makanan, dan kerajinan rumah tangga yang selama ini menopang banyak tenaga kerja lokal. Pada 2025, pendampingan akan diarahkan pada penguatan standar produk, efisiensi proses produksi, serta pembinaan legalitas usaha.

Dengan fokus yang semakin spesifik pada IKM, Pemerintah Kutai Timur berharap pemulihan ekonomi pasca pandemi berjalan lebih cepat dan merata. IKM dinilai sebagai motor pertumbuhan ekonomi kerakyatan yang paling tangguh, sehingga penguatan sektor ini menjadi strategi utama dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif. (ADV)

Redaksi

Redaksi

Next Post
Disperindag Kutim Alihkan Strategi Pendampingan IKM, Bimtek Drastis Menyusut akibat Efisiensi

Disperindag Kutim Alihkan Strategi Pendampingan IKM, Bimtek Drastis Menyusut akibat Efisiensi

Pernikahan Dini di Kutim Masih Tinggi, DPPPA Perkuat Intervensi Perlindungan Anak

Dorong Peran Perempuan Lebih Optimal, DP3A Kutim Intensifkan Program Pengarusutamaan Gender

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Kaltim

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved

Navigate Site

  • Beranda
  • Info Iklan
  • Kontak Kami
  • Login Customizer
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved