
SANGATTA – Kebijakan pemotongan dan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat memaksa Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kutai Timur untuk memprioritaskan sejumlah kegiatan dan mengurangi hal yang dinilai tidak mendesak.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas P3A Kutim, Idam Cholid, dalam wawancara di Sangatta.
“Tentunya pasti berpengaruh,” ujarnya. “Jadi yang pertama itu ada pemotongan dari pusat, kemudian yang kedua ini ada efisiensi. Nah tentunya dengan kebijakan itu kita nanti memilah dan memilih kegiatan yang prioritas, yang tidak prioritas akan kita kurangi.”
Idam menjelaskan beberapa langkah konkret yang telah diambil untuk menyesuaikan diri dengan pagu anggaran yang telah dipangkas. Langkah efisiensi ini menyasar sejumlah pos belanja.
“Contohnya perjalanan dinas, waktu itu kita pangkas jadi 50%, kemudian ATK, kemudian seremoni-seremoni yang tidak berpengaruh langsung terhadap indikator kinerja, sudah kita kurangi semua,” jelas Idam. Ia menegaskan bahwa semua langkah penghematan tersebut diambil untuk “menyesuaikan dengan pagu yang telah di efisiensi.”
Kebijakan ini menunjukkan respons cepat Dinas P3A Kutim terhadap perubahan postur anggaran. Dengan memfokuskan sumber daya pada program prioritas, dinas berharap capaian indikator kinerja utama untuk pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak tetap dapat terpenuhi secara optimal meski dengan anggaran yang lebih ketat. (ADV)


