Baca Kaltim
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Pariwara Pemkab Kutai Timur
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Pariwara Pemkab Kutai Timur
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
No Result
View All Result
Baca Kaltim
No Result
View All Result
Home Pariwara Pemkab Kutai Timur

Delapan Suara Anak, Titip Harapan untuk Masa Depan Kutim

Anak bukan hanya penerima manfaat pembangunan. Mereka juga memiliki hak untuk didengar ketika kebijakan menyangkut kehidupan dan masa depan mereka. Melalui Forum Anak Kutim, Anggun dan Randy Pieter Hutagalung membawa delapan aspirasi, mulai akses pendidikan, perlindungan dari perundungan, ruang bebas asap rokok hingga keterlibatan anak dalam Musrenbang.

WebNesia by WebNesia
27 Juli 2026
Reading Time: 3 mins read
0
Delapan Suara Anak, Titip Harapan untuk Masa Depan Kutim
Share on FacebookShare on WhatsApp

SANGATTA — Suara anak mendapat ruang tersendiri dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 tingkat Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Di hadapan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan, dua perwakilan Forum Anak Kutim, Anggun dan Randy Pieter Hutagalung, berdiri menyampaikan delapan poin aspirasi yang dihimpun dari anak-anak di berbagai kecamatan.

Penyampaian “Suara Anak Kutai Timur” berlangsung di Ruang Akasia, Gedung Serba Guna (GSG) Bukit Pelangi, belum lama ini. Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta sejumlah tamu undangan menyaksikan langsung penyampaian aspirasi tersebut.

Delapan poin yang dibawa Anggun dan Randy menyentuh persoalan yang dekat dengan keseharian anak.

Aspirasi pertama berkaitan dengan pemerataan akses pendidikan dan transportasi sekolah. Forum Anak berharap tersedianya sarana transportasi yang aman dan layak, khususnya bagi pelajar yang tinggal di wilayah pelosok maupun pesisir Kutim.

Persoalan ruang digital menjadi aspirasi berikutnya. Anak-anak mendorong terciptanya internet yang lebih aman dan ramah anak, termasuk penguatan literasi digital serta perlindungan terhadap konten yang berpotensi memberikan dampak negatif.

Perundungan atau bullying juga menjadi perhatian serius. Forum Anak mendorong adanya mekanisme pengaduan yang aman dan menjaga kerahasiaan korban, disertai penguatan satuan tugas di lingkungan sekolah. Harapannya, anak yang mengalami maupun menyaksikan perundungan tidak takut untuk melapor.

Pada poin keempat, mereka meminta dukungan untuk menciptakan lingkungan tumbuh yang bebas asap rokok, baik di rumah maupun ruang publik. Aspirasi ini muncul dari kepedulian anak terhadap hak mereka mendapatkan udara bersih dan lingkungan yang sehat.

Anggun dan Randy kemudian menyuarakan pentingnya fasilitas yang semakin inklusif bagi anak penyandang disabilitas. Sekolah dan sarana publik diharapkan memiliki akses yang memadai sehingga seluruh anak dapat belajar, bermain dan beraktivitas tanpa merasa tersisihkan.

Penyediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan taman bermain yang aman serta mudah dijangkau di setiap kecamatan menjadi poin keenam.

Tak berhenti di sana, Forum Anak juga menyuarakan pencegahan perkawinan usia anak. Edukasi kesehatan reproduksi dan penguatan peran pendamping sebaya atau peer educator dinilai perlu terus diperluas agar anak memahami risiko sekaligus mampu membuat keputusan yang lebih baik bagi masa depannya.

Aspirasi kedelapan menyentuh sesuatu yang tak kalah penting, yakni hak untuk berpartisipasi dalam pembangunan. Forum Anak berharap keterwakilan anak mendapatkan ruang dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), mulai tingkat desa hingga kabupaten.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengapresiasi keberanian Anggun dan Randy dalam menyampaikan persoalan yang dirasakan anak-anak. Menurutnya, aspirasi tersebut tidak semestinya berhenti sebagai dokumen seremonial peringatan HAN, tetapi perlu menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan pemerintah.

“Suara yang disampaikan Anggun dan Randy menggambarkan apa yang benar-benar dirasakan dan dibutuhkan anak-anak kita. Aspirasi ini menjadi masukan penting untuk diselaraskan dengan program perangkat daerah, termasuk Wajib Belajar 13 Tahun, dukungan perlengkapan sekolah hingga penyediaan ruang publik yang ramah anak,” ujar Ardiansyah.

Apresiasi juga datang dari Ketua Umum LPAI Seto Mulyadi atau Kak Seto. Ia mendorong Forum Anak Kutim untuk terus menjalankan perannya sebagai Pelopor dan Pelapor (2P) di lingkungan masing-masing.

“Anggun, Randy dan teman-teman Forum Anak adalah bagian dari agen perubahan. Terus berani menyampaikan hal-hal baik, peduli kepada teman dan tunjukkan bahwa anak juga mampu membawa perubahan melalui kegiatan yang positif,” pesan Kak Seto.

Rangkaian kegiatan kemudian ditandai dengan penyerahan dokumen “Suara Anak Kutai Timur” oleh Anggun dan Randy kepada Bupati Ardiansyah. Di hadapan para tamu, dokumen itu bukan sekadar kumpulan delapan permintaan. Ada harapan anak-anak Kutim di dalamnya; agar pembangunan tidak hanya dilakukan untuk mereka, tetapi juga mau mendengar mereka. (ADV/ProkopimKutim/BK)

 

Post Views: 403
WebNesia

WebNesia

Next Post
Kutim Siapkan 20 Ribu Hektare Lahan Padi, Perkuat Fondasi Kemandirian Pangan

Kutim Siapkan 20 Ribu Hektare Lahan Padi, Perkuat Fondasi Kemandirian Pangan

Hotline 110 Disiagakan! Polres Kutim Ajak Warga Bongkar Kecurangan BBM Subsidi

Hotline 110 Disiagakan! Polres Kutim Ajak Warga Bongkar Kecurangan BBM Subsidi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Kaltim

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved

Navigate Site

  • Beranda
  • Info Iklan
  • Kontak Kami
  • Login Customizer
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Pariwara Pemkab Kutai Timur
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved