Baca Kaltim
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
No Result
View All Result
Baca Kaltim
No Result
View All Result
Home Pariwara Kutai Timur

Dari Limbah Sawit ke Listrik Desa, Kutim Percepat Energi Hijau

Redaksi by Redaksi
18 November 2025
Reading Time: 1 min read
0
Dari Limbah Sawit ke Listrik Desa, Kutim Percepat Energi Hijau
347
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsApp

SANGATTA — Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melangkah maju dalam transisi energi hijau dengan memanfaatkan limbah cair kelapa sawit menjadi sumber listrik. Program ini dipaparkan dalam kegiatan Pemanfaatan Limbah Sawit Menjadi Energi Baru dan Terbarukan (EBT) yang digelar Bagian Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Kutim, dihadiri PLN, akademisi, pelajar, dan pemerhati lingkungan.

Dari 141 desa di Kutim, masih ada 22 desa yang belum tersentuh listrik. Sementara 115 desa teraliri listrik PLN, tiga desa memanfaatkan tenaga surya, dan satu desa mengandalkan pembangkit mikrohidro. Kepala Bagian SDA Kutim, Arif Nur Wahyuni, menekankan, “Kita fasilitasi kerja sama PLN dengan perusahaan sawit untuk mengubah limbah cair menjadi biogas, yang bisa memasok listrik ke desa-desa tersebut.”

Limbah sawit, yang dikenal sebagai Palm Oil Mill Effluent (POME), selama ini dianggap pencemar lingkungan karena menghasilkan emisi metana tinggi. Namun dengan teknologi biodigester, gas metana dapat ditangkap dan dijadikan bahan bakar pembangkit listrik, sekaligus mendukung target transisi energi nasional sesuai PP No. 79 Tahun 2014 dan Permen ESDM No. 10 Tahun 2025.

Joko Pratomo, Manager Biogas dan Power Plant PT PMM di Sangkulirang, mengakui tantangan teknisnya besar. “Volume limbah tinggi, teknologi terbatas, dan biaya investasi tidak sedikit. Distribusi energi ke jaringan PLN juga terkendala jarak dan regulasi tarif,” ujarnya.

Selain listrik, residu fermentasi berupa lumpur bisa diolah menjadi pupuk atau kompos, memperkuat prinsip ekonomi sirkular. Dengan pengelolaan sistematis, potensi limbah sawit Kutim tak hanya menciptakan listrik dan bahan bakar, tetapi juga meningkatkan daya saing produk sawit di pasar global.

Pemanfaatan limbah sawit ini menunjukkan langkah konkret Kutim dalam menghadapi perubahan iklim, mengurangi emisi gas rumah kaca, dan menyediakan energi bersih bagi desa-desa yang belum teraliri listrik. (ADV/ProkopimKutim/BK)

Redaksi

Redaksi

Next Post
Wabup Kutim Dorong Perusahaan Gercep Perbaiki Jalan Long Bentuq

Wabup Kutim Dorong Perusahaan Gercep Perbaiki Jalan Long Bentuq

PAUD Tunas Harapan Diresmikan, Siti Robiah Tekankan Pendidikan Karakter Sejak Dini

PAUD Tunas Harapan Diresmikan, Siti Robiah Tekankan Pendidikan Karakter Sejak Dini

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Kaltim

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved

Navigate Site

  • Beranda
  • Info Iklan
  • Kontak Kami
  • Login Customizer
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved