Baca Kaltim
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Pariwara Pemkab Kutai Timur
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Pariwara Pemkab Kutai Timur
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
No Result
View All Result
Baca Kaltim
No Result
View All Result
Home Pariwara Pemkab Kutai Timur

Api Kecil Jadi Teman Besar Lawan, Damkarmat Edukasi Keselamatan Warga Masyarakat

Pencegahan kebakaran tidak cukup hanya mengandalkan respons petugas saat kejadian berlangsung. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kutai Timur memperluas edukasi keselamatan hingga lingkungan keluarga, khususnya dalam menghadapi risiko kebocoran gas dan kebakaran di rumah.

Redaksi by Redaksi
5 Agustus 2026
Reading Time: 2 mins read
0
Api Kecil Jadi Teman Besar Lawan, Damkarmat Edukasi Keselamatan Warga Masyarakat
Share on FacebookShare on WhatsApp

SANGATTA — Peristiwa kebakaran rumah tangga sering kali bermula dari persoalan kecil yang luput dari perhatian. Kebocoran gas, regulator yang tidak terpasang sempurna, hingga kepanikan saat api muncul dapat memperbesar risiko apabila tidak ditangani dengan cara yang tepat.

Menyadari hal tersebut, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai memperkuat literasi keselamatan bagi masyarakat, khususnya para orangtua siswa.

Edukasi tersebut diberikan dalam rangkaian kegiatan outing class TK Negeri Pembina Kutim di halaman Kantor Damkarmat Kutim. Tidak hanya anak-anak yang mendapatkan pembelajaran mengenai mitigasi bencana, para wali murid juga dibekali pengetahuan praktis menghadapi kondisi darurat di rumah.

Staf Bidang Pencegahan Damkarmat Kutim Rusdi menjelaskan bahwa hal pertama yang harus dilakukan ketika terjadi kebocoran gas adalah menjaga ketenangan. Menurutnya, kepanikan justru dapat membuat seseorang mengambil tindakan yang berisiko.

“Langkah pertama adalah segera melepaskan regulator dari tabung gas. Jika memungkinkan, tabung dibawa ke ruang terbuka yang memiliki sirkulasi udara baik,” ujar Rusdi saat memberikan simulasi kepada para peserta.

Dalam kegiatan tersebut, petugas memperagakan sejumlah teknik dasar penanganan api, termasuk penggunaan kain atau handuk basah untuk menutup sumber api. Metode tersebut dilakukan dengan prinsip memutus suplai oksigen agar api dapat dipadamkan.

Rusdi mengingatkan, masyarakat perlu memahami batas kemampuan saat menghadapi kebakaran. Apabila kondisi sudah tidak aman, tindakan penyelamatan diri dan menghubungi petugas harus menjadi prioritas utama.

“Kalau suhu tabung sudah terasa panas, jangan dipaksakan untuk dipindahkan. Yang paling penting buka ventilasi agar gas tidak terkumpul di dalam ruangan karena bisa memicu ledakan,” tegasnya.

Ia menambahkan, masyarakat juga perlu memperhatikan langkah pencegahan sebelum kejadian terjadi. Pemeriksaan kondisi regulator, selang gas, serta memastikan dapur memiliki sirkulasi udara yang cukup menjadi kebiasaan sederhana yang dapat mengurangi potensi bahaya.

Kepala Damkarmat Kutim Failu mengatakan, keluarga merupakan garda terdepan dalam pencegahan kebakaran. Sebab, sebagian besar aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran, terutama penggunaan kompor dan tabung gas, terjadi di lingkungan rumah.

“Pemahaman mengenai langkah awal penanganan sangat penting agar risiko dapat diminimalkan sebelum api membesar. Kami ingin membangun budaya sadar keselamatan mulai dari keluarga,” ujarnya.

Menurut Failu, edukasi kepada orangtua memiliki efek berantai karena pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan sekaligus disebarkan kepada anggota keluarga lainnya.

Sementara itu, Bunda PAUD Kutim Siti Robiah Ardiansyah mengapresiasi kegiatan yang tidak hanya memberikan pengalaman belajar kepada anak-anak, tetapi juga membawa manfaat langsung bagi para orangtua.

Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi contoh bahwa pendidikan keselamatan dapat dilakukan melalui berbagai ruang, termasuk lingkungan sekolah dan keluarga.

“Anak-anak belajar tentang keberanian dan kewaspadaan, sementara orangtua mendapatkan bekal penting untuk menjaga keselamatan di rumah,” tuturnya.

Melalui penguatan literasi keselamatan rumah tangga, Damkarmat Kutim berharap masyarakat semakin siap menghadapi potensi kebakaran. Sebab, pencegahan terbaik bukan hanya ketika api berhasil dipadamkan, melainkan ketika masyarakat mampu mengenali risiko sebelum bencana terjadi. (ADV/ProkopimKutim/BK)

 

Post Views: 431
Redaksi

Redaksi

bacakaltim.com adalah portal berita digital yang berfokus pada menyajikan informasi terkini, tajam, dan terpercaya seputar Kalimantan Timur.

Next Post
Naik Kelas di Laut, Nelayan Kecil Kutim Didorong Makin Berdaya

Naik Kelas di Laut, Nelayan Kecil Kutim Didorong Makin Berdaya

Menyambut Bonus Demografi, Bengalon Mulai dari Bangku Sekolah

Menyambut Bonus Demografi, Bengalon Mulai dari Bangku Sekolah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Kaltim

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved

Navigate Site

  • Beranda
  • Info Iklan
  • Kontak Kami
  • Login Customizer
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Pariwara Pemkab Kutai Timur
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved