
SANGATTA—Peningkatan prestasi olahrga jadi perhatian berbagai pihak di Kabupataen Kutai Timur (Kutim). Anggota DPRD Kutim, Shabaruddin, mendorong Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) untuk segera merealisasikan program kelas khusus olahraga di tingkat SD dan SMP.
Ia menilai, program ini krusial untuk menciptakan bibit atlet berprestasi sejak dini. Shabaruddin menekankan pentingnya sistem pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan untuk mengembangkan potensi atlet muda. Dalam catatan sejarah, pembinaan atlet sejak dini selalu jadi kunci sukses di berbagai negara.
Mengatasi kendala utama pembinaan talenta
Program kelas olahraga di sekolah dianggap sebagai solusi tepat mengatasi kendala yang selama ini menghambat pengembangan atlet. Shabaruddin mengungkapkan adanya tantangan di lapangan. “Kendala utama kami, banyak sekolah tidak mengizinkan anak berbakat ikut pelatihan. Orang tua juga sering keberatan dengan alasan anak harus fokus sekolah, bukan olahraga,” jelasnya. Kelas khusus ini diharapkan dapat menjawab kekhawatiran tersebut.
Program kelas olahraga akan memberikan dukungan komprehensif. “Anak-anak akan dapat guru khusus, asupan gizi terpenuhi, dan kebutuhan lain yang mendukung prestasi,” tegas Shabaruddin. Dengan sistem pembinaan berjenjang dari SD hingga SMP, legislator dari PKS Kutim itu berharap dapat menghasilkan atlet yang mampu bersaing minimal di level Provinsi Kalimantan Timur.
Sistem pembinaan terstruktur dan prestasi yang mendasari
Shabaruddin mengusulkan tiga fokus utama pengembangan sistem kerja Dispora. “Kami usulkan Dispora memiliki sistem kerja yang jelas – pertama di aspek talenta scouting, kedua pendidikan atlet, dan ketiga pengembangan skill mereka,” paparnya. Ia juga menilai, “Dispora sangat strategis, bukan hanya di bidang olahraga, tapi juga pembinaan pemuda,” tegas Shabaruddin.
Dorongan ini diperkuat oleh catatan prestasi Kutai Timur di bidang olahraga. Secara keseluruhan, Komite Olahraga Nasional Indonesia Kutim mencatat bahwa 70 persen dari 60 cabang olahraga yang dibina telah menunjukkan prestasi, dengan 80 persen di antaranya berhasil meraih medali.
Prestasi ini tidak hanya di tingkat nasional dan internasional, tetapi juga dibangun dari jenjang dasar melalui kompetisi seperti Olimpiade Olahraga Siswa Nasional. Kutai Timur memiliki beberapa cabang olahraga andalan yang berprestasi.
Panjat Tebing bahkan berhasil meraih gelar juara umum dalam sebuah kejuaraan. Prestasi membanggakan juga datang dari Muay Thai, di mana dua atlet putrinya, Junetha Melva Christia Tangdilallo dan Stevany Reijune Christia Tangdilallo, berhasil terpilih untuk mewakili Indonesia di ajang Sea Games 2025 di Bangkok, Thailand. (ADV)


