Baca Kaltim
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
No Result
View All Result
Baca Kaltim
No Result
View All Result
Home Pariwara DPRD Kutai Timur

Pembinaan Karakter Pengelola Koperasi Merah Putih di Kutai Timur

Redaksi by Redaksi
22 November 2025
Reading Time: 2 mins read
0
Pembinaan Karakter Pengelola Koperasi Merah Putih di Kutai Timur
309
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsApp

SANGATTA— Program Koperasi Merah Putih yang dicanangkan pemerintah masih berada di tahap awal. Kegiatan operasionalnya belum berjalan dengan optimal. Kondisi ini memunculkan perhatian terhadap potensi tantangan, terutama terkait kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) di berbagai daerah. Tak terkecuali di Kutai Timur (Kutim).
Program ini diharapkan dapat mendorong kemajuan kolektif, namun memerlukan fondasi yang kuat, tidak hanya dari segi teknis, tetapi juga karakter pengelola. Legislator Kutai Timur, Akhmad Sulaeman, yang mengamati perkembangan koperasi ini, mengakui bahwa kendala utama belum dapat diidentifikasi secara jelas, mengingat program belum beroperasi.
“Nah ini pasti karena kita ini belum berjalan yah, sudah dibentuk tapi belum ada kegiatan yang terlaksana jadi mungkin tentang hambatannya, tentu saja kalau daerah daerah perkotaan mungkin itu sudah bisa karena maju,” ujar Ahmad Sulaeman.
Namun, ia memprediksi bahwa tantangan yang paling krusial justru akan muncul di daerah-daerah di luar pusat kota. Menurutnya, kesenjangan kualitas SDM antara wilayah perkotaan dan pedesaan akan menjadi faktor penentu bagi keberhasilan Koperasi Merah Putih.
Akhmad Sulaeman menekankan bahwa mengelola koperasi membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan teknis. “Akan tetapi di daerah daerah tertentu, pasti sumber daya manusia. Karena namanya koperasi itu membutuhkan orang orang yang memiliki pertama mungkin jiwa sosial,” jelasnya.
Nilai-nilai sosial, seperti gotong royong dan kepedulian terhadap kemajuan kolektif, dinilai sebagai pondasi utama untuk Koperasi Merah Putih. Tanpa jiwa sosial tersebut, koperasi dianggap akan kesulitan untuk berkembang secara berkelanjutan, meskipun telah memiliki struktur dan modal yang memadai.
Para pengelola koperasi di daerah biasanya sudah memiliki modal sosial yang besar berupa hubungan kekeluargaan yang erat dan tradisi gotong royong. Namun, mereka sering kali belum terampil dalam hal-hal tertentu. Oleh karena itu, pembinaan karakter pengelola menjadi aspek yang tidak kalah pentingnya dengan pelatihan manajerial.
Fokus pada pembinaan karakter dan nilai-nilai sosial ini diharapkan dapat menjadi kunci untuk memastikan Koperasi Merah Putih dapat berjalan sukses dan berkelanjutan, terutama di wilayah pedesaan Kutai Timur. (ADV)

Redaksi

Redaksi

Next Post
Disperindag Kutim Dorong Dekranasda Jadi Motor Pelestarian dan Promosi Identitas Daerah

Disperindag Kutim Dorong Dekranasda Jadi Motor Pelestarian dan Promosi Identitas Daerah

Ini Strategi Kutim Bangun Citra Ekonomi Berbasis Identitas Lokal

Ini Strategi Kutim Bangun Citra Ekonomi Berbasis Identitas Lokal

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Kaltim

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved

Navigate Site

  • Beranda
  • Info Iklan
  • Kontak Kami
  • Login Customizer
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved