Baca Kaltim
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Pariwara Pemkab Kutai Timur
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Pariwara Pemkab Kutai Timur
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
No Result
View All Result
Baca Kaltim
No Result
View All Result

Jemput Bola ke Telen, DPPKB Dampingi 482 Keluarga Berisiko Stunting

Pencegahan stunting tidak cukup berhenti pada angka dalam pendataan. Melalui layanan jemput bola di Kecamatan Telen, DPPKB Kutim mendekatkan edukasi, pendampingan hingga bantuan gizi kepada keluarga berisiko, sekaligus mengajak desa dan berbagai pihak ikut menjaga tumbuh kembang anak sejak dini.

Redaksi by Redaksi
26 Agustus 2026
Reading Time: 3 mins read
0
Jemput Bola ke Telen, DPPKB Dampingi 482 Keluarga Berisiko Stunting
Share on FacebookShare on WhatsApp

TELEN – Ada 482 keluarga di Kecamatan Telen yang membutuhkan perhatian lebih dalam upaya mencegah stunting. Angka itu bukan sekadar statistik dalam Sistem Informasi Keluarga (SIGA). Di baliknya terdapat kondisi keluarga yang berbeda-beda, mulai dari persoalan gizi, sanitasi, air bersih hingga kesejahteraan yang perlu disentuh dengan pendekatan sesuai kebutuhan.

Karena itulah Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memilih mendatangi wilayah tersebut. Melalui Layanan Jemput Bola Stop Stunting, jajaran DPPKB bertemu langsung dengan pemerintah desa dan keluarga sasaran di Aula Kantor Camat Telen, Desa Juk Ayaq, Rabu (26/8/2026).

Kegiatan tersebut merupakan implementasi Program Unggulan Bupati Kutai Timur Prioritas Nomor 22. Pemerintah kecamatan dan desa, Penyuluh Keluarga Berencana (KB), DPMDes hingga pemangku kepentingan lainnya dilibatkan agar penanganan keluarga berisiko stunting (KRS) tidak berjalan sendiri-sendiri.

Data SIGA menunjukkan 482 KRS tersebar di delapan desa. Muara Pantun menjadi wilayah dengan jumlah terbanyak, yakni 148 keluarga, disusul Juk Ayaq 98 keluarga dan Lung Melah 75 keluarga. Selanjutnya Nehes Marah Haloq tercatat 44 keluarga, Kernyanyan 43 keluarga, Long Noran 39 keluarga, Long Segar 18 keluarga dan Rantau Panjang 17 keluarga.

Plh Kepala DPPKB Kutim Yuriansyah T menjelaskan, pemetaan tersebut menjadi pintu awal untuk mengetahui keluarga yang memiliki faktor risiko. Dengan data yang tersedia, pendampingan dapat diarahkan kepada mereka yang memang membutuhkan perhatian.

“DPPKB itu mendata keluarga yang berisiko stunting. Ketika sudah terkena stunting, penanganan dan eksekusinya menjadi ranah Dinas Kesehatan,” jelas Yuriansyah.

Namun, pekerjaan mencegah stunting menurutnya tidak sesederhana memberikan makanan tambahan. Kondisi seorang anak sangat berkaitan dengan lingkungan tempat ia tumbuh. Ketersediaan air bersih, sanitasi, kelayakan rumah, kondisi balita, tingkat kesejahteraan keluarga hingga penggunaan kontrasepsi ikut menjadi bagian yang harus diperhatikan.

Gambaran itu terlihat ketika jajaran DPPKB mengunjungi salah satu keluarga sasaran, yakni keluarga Rima di Desa Muara Pantun. Di keluarga tersebut terdapat anak dengan kondisi Kekurangan Energi Kronis (KEK), yang menjadi perhatian dalam pemetaan faktor risiko.

Pertemuan langsung seperti inilah yang membuat pendekatan jemput bola memiliki arti. Petugas tidak hanya membaca data dari meja kerja, tetapi dapat melihat kondisi keluarga dan lingkungan mereka sehingga kebutuhan intervensi bisa dipetakan lebih nyata.

“Tidak mungkin pekerjaan menangani keluarga risiko stunting dilakukan sendiri-sendiri. Harus melalui kolaborasi semua pihak,” tegas Yuriansyah.

Kolaborasi tersebut mencakup pemerintah desa, PKK, perusahaan, tenaga kesehatan, PLKB hingga masyarakat. Masing-masing memiliki ruang untuk membantu menemukan keluarga yang membutuhkan perhatian sekaligus memastikan pendampingan tidak terputus setelah kegiatan selesai.

Dalam kesempatan itu, DPPKB Kutim turut menyerahkan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang bersumber dari Baznas Kutai Timur secara simbolis kepada sejumlah keluarga sasaran. Bantuan tersebut diberikan untuk periode Juni, Juli dan Agustus, sedangkan penyaluran berikutnya dilanjutkan melalui PLKB di Kecamatan Telen.

Skema tersebut diharapkan membuat keluarga sasaran tetap terpantau. Dengan demikian, kunjungan DPPKB bukan menjadi pertemuan sesaat, melainkan bagian dari rangkaian pendampingan yang terus berjalan di tingkat kecamatan dan desa.

Selain PMT, keluarga dan peserta mendapatkan edukasi mengenai layanan penanganan KRS yang disampaikan Kabid Pengendalian Penduduk DPPKB Kutim Tristiningsih. Perkembangan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Anak Stunting (Genting) turut dipaparkan Kabid Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga Ani Saida.

Kasi Ketenteraman dan Ketertiban Umum Kecamatan Telen Andi Sultiana Sultan, yang mewakili Camat Telen, menyambut positif pendekatan tersebut. Menurutnya, kehadiran pemerintah langsung di wilayah kecamatan memudahkan keluarga memperoleh informasi sekaligus pendampingan yang mereka perlukan.

“Kami mendukung upaya penanganan ini sehingga keluarga berisiko stunting di wilayah Telen dapat berkurang dan percepatan penurunan stunting di Kutai Timur terus ditingkatkan,” ujarnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut para kepala desa dan Penyuluh KB, Kabid Penyuluhan dan Penggerakan DPPKB Kutim Yunita Ronting, Kabid Keluarga Berencana Mustika, Kabid Pengendalian Penduduk Tristiningsih, Kabid Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga Ani Saida, perwakilan DPMDes Nurholis serta jajaran pejabat fungsional DPPKB Kutim.

Bagi Telen, pekerjaan menekan risiko stunting tentu tidak selesai dalam satu kali kunjungan. Namun, ketika 482 keluarga yang tercatat mulai dikenali kebutuhannya, didampingi dan dijangkau bersama, angka dalam SIGA perlahan dapat berubah menjadi sesuatu yang lebih berarti: anak-anak yang memperoleh kesempatan tumbuh lebih sehat dan keluarga yang semakin mampu menjaga masa depan mereka. (ADV/ProkopimKutim/BK)

 

Redaksi

Redaksi

bacakaltim.com adalah portal berita digital yang berfokus pada menyajikan informasi terkini, tajam, dan terpercaya seputar Kalimantan Timur.

Next Post
Maulid Nabi, Ardiansyah Ajak ASN Bercermin pada Kepemimpinan Rasulullah

Maulid Nabi, Ardiansyah Ajak ASN Bercermin pada Kepemimpinan Rasulullah

247 Arsip DPRD Diselamatkan, Jejak Awal Kutim Dijaga Lintas Generasi

247 Arsip DPRD Diselamatkan, Jejak Awal Kutim Dijaga Lintas Generasi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Kaltim

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved

Navigate Site

  • Beranda
  • Info Iklan
  • Kontak Kami
  • Login Customizer
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Pariwara Pemkab Kutai Timur
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved