Baca Kaltim
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Pariwara Pemkab Kutai Timur
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Pariwara Pemkab Kutai Timur
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
No Result
View All Result
Baca Kaltim
No Result
View All Result

Khodijah dan Faradiba, Hafalan Bocah Kutim yang Memukau Khotmil Qur’an

Usia mereka baru tujuh dan sembilan tahun. Namun, di hadapan ulama, tokoh masyarakat, dan para peserta Khotmil Qur’an Bil Ghoib, Khodijah Ummu Azhariyah dan Faradiba Nahla Alzena mampu melantunkan ayat Al-Qur’an tanpa melihat mushaf. Penampilan dua santriwati belia itu menjadi warna tersendiri dalam syiar Al-Qur’an yang digelar untuk memaknai HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kutai Timur.

Redaksi by Redaksi
18 Agustus 2026
Reading Time: 3 mins read
0
Khodijah dan Faradiba, Hafalan Bocah Kutim yang Memukau Khotmil Qur’an
Share on FacebookShare on WhatsApp

SANGATTA – Suasana khidmat menyelimuti Ruang Panel Kantor DPRD Kutai Timur (Kutim), Bukit Pelangi, Selasa (18/8/2026). Lantunan ayat suci Al-Qur’an terdengar dalam Khotmil Qur’an Bil Ghoib yang digelar Sekretariat DPRD Kutim bersama Forum Masyarakat Qur’ani (FORMASYQUR) Kutim.

Kegiatan yang dirangkai dengan Mau’izzah Hasanah itu menjadi bagian dari syiar Al-Qur’an dalam momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Khotmil Qur’an Bil Ghoib sendiri merupakan kegiatan mengkhatamkan 30 juz Al-Qur’an melalui hafalan, tanpa membaca langsung dari mushaf.

Agenda tersebut turut menghadirkan Habib Alwi Bin Hamid Bin Syihab, Guru Besar Ilmu Hadis Universitas Seiwun, Yaman, sekaligus Pengasuh Pesantren Daarul Hadist, Yaman. Namun, di antara rangkaian kegiatan dan kehadiran para ulama serta tokoh masyarakat, ada dua peserta yang menyita perhatian hadirin.

Mereka adalah Khodijah Ummu Azhariyah dan Faradiba Nahla Alzena. Keduanya tampil melantunkan hafalan Al-Qur’an secara bil ghoib dengan ketenangan yang mencuri perhatian, terlebih usia mereka masih terbilang sangat muda.

Khodijah baru berusia tujuh tahun. Bocah kelahiran Kutim, 28 Agustus 2018, tersebut bahkan menjadi peserta termuda dalam Khotmil Qur’an kali ini.

Santriwati yang tinggal di Perumahan Griya Dayung, Sangatta, itu merupakan utusan TPA Ulil Albab Griya Dayung di bawah bimbingan Ustazah Risma Mustafa. Dalam kesempatan tersebut, Khodijah mendapat bagian membawakan hafalan Juz 3.

Di hadapan para peserta dan undangan, Khodijah melantunkan ayat demi ayat tanpa melihat mushaf. Suaranya yang jernih dan ketenangannya dalam menjaga susunan ayat membuat penampilannya mendapat perhatian khusus dari hadirin.

Usianya yang belum genap delapan tahun membuat penampilan tersebut semakin menarik. Hafalan yang dibawakannya menunjukkan proses belajar dan pembinaan Al-Qur’an yang telah dilakukan sejak usia dini.

Tak kalah mencuri perhatian adalah Faradiba Nahla Alzena. Santriwati berusia sembilan tahun itu lahir di Sangatta pada 27 Januari 2017 dan merupakan santri Baitul Qur’an Sangatta di bawah pimpinan Ustazah Faaza Almufidah.

Faradiba yang tinggal di Perumahan Raudlatul Mukhlisin dipercaya membawakan hafalan Juz 4. Ia tampil percaya diri dengan fokus yang terjaga selama melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an.

Penampilan dua santriwati tersebut menjadi gambaran bahwa kecintaan terhadap Al-Qur’an dapat ditanamkan sejak anak-anak. Di usia ketika sebagian besar waktu mereka masih diisi dengan belajar dan bermain, Khodijah dan Faradiba telah menjalani proses panjang untuk mengingat dan menjaga ayat demi ayat dalam hafalan.

Ketua FORMASYQUR Kutim Jamaluddin mengatakan, kehadiran para penghafal Al-Qur’an berusia belia memang menjadi salah satu pesan penting yang ingin disampaikan melalui kegiatan tersebut. Menurutnya, kemampuan anak-anak menghafal Al-Qur’an dapat menjadi pemantik bagi keluarga lain untuk membangun lingkungan yang dekat dengan Al-Qur’an.

“Kami ingin memantik semangat seluruh keluarga muslim di Kutai Timur. Jika anak-anak seusia Khodijah dan Faradiba mampu menjaga kalam Allah di dalam dadanya, maka tidak ada alasan bagi kita untuk ragu mencetak generasi Qur’ani di rumah kita masing-masing,” ujar Jamaluddin.

Pesan tersebut kemudian dipertegas Habib Alwi Bin Hamid Bin Syihab dalam Mau’izzah Hasanah. Ia mengingatkan pentingnya Al-Qur’an sebagai fondasi dalam membangun akhlak generasi muda.

Menurut Habib Alwi, keberadaan anak-anak yang tumbuh dekat dengan Al-Qur’an tidak hanya menjadi kebanggaan keluarga. Pembentukan generasi yang memiliki pegangan agama dan akhlak juga memiliki arti bagi kehidupan masyarakat yang lebih luas.

“Anak-anak yang menghafal Al-Qur’an sejak kecil adalah mahkota bagi kedua orang tuanya di akhirat kelak, sekaligus benteng spiritual bagi daerah ini. Kemerdekaan Indonesia yang ke-81 ini menjadi semakin bermakna ketika diisi dengan syiar Al-Qur’an,” tuturnya.

Momentum HUT ke-81 RI membuat kegiatan tersebut memiliki warna berbeda. Peringatan kemerdekaan tidak hanya diisi melalui kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat pendidikan keagamaan dan pembentukan karakter generasi muda.

Kolaborasi Sekretariat DPRD Kutim dan FORMASYQUR diharapkan dapat semakin membumikan Al-Qur’an di tengah masyarakat. Dari keluarga, taman pendidikan Al-Qur’an hingga lembaga pembinaan, regenerasi para pembaca dan penghafal Al-Qur’an membutuhkan ruang serta dukungan yang berkelanjutan.

Di Ruang Panel DPRD Kutim hari itu, pesan tersebut hadir melalui sosok yang sederhana. Khodijah yang baru berusia tujuh tahun dan Faradiba yang berusia sembilan tahun berdiri di hadapan banyak orang, lalu melantunkan hafalan mereka tanpa mushaf.

Di tengah semarak 81 tahun kemerdekaan Indonesia, keduanya menunjukkan satu wajah lain dari generasi penerus Kutim. Masih belia, tetapi telah belajar menjaga ayat demi ayat Al-Qur’an dalam ingatan mereka. (ADV/ProkopimKutim/BK)

 

Redaksi

Redaksi

bacakaltim.com adalah portal berita digital yang berfokus pada menyajikan informasi terkini, tajam, dan terpercaya seputar Kalimantan Timur.

Next Post
Sebelum Duduk di Kursi Komando, Letkol Zainal Lebih Dulu Menyusuri Kutim

Sebelum Duduk di Kursi Komando, Letkol Zainal Lebih Dulu Menyusuri Kutim

Enam Wajah Baru BPD, Ardiansyah Ingatkan Jangan Jadi “Polisi” Desa

Enam Wajah Baru BPD, Ardiansyah Ingatkan Jangan Jadi “Polisi” Desa

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Kaltim

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved

Navigate Site

  • Beranda
  • Info Iklan
  • Kontak Kami
  • Login Customizer
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Pariwara Pemkab Kutai Timur
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved