Baca Kaltim
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Pariwara Pemkab Kutai Timur
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Pariwara Pemkab Kutai Timur
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
No Result
View All Result
Baca Kaltim
No Result
View All Result
Home Pariwara Pemkab Kutai Timur

Tiga Tahun Bergotong Royong, Jemaat HKBP Sangatta Menanti Gereja Rampung

Hampir tiga tahun jemaat HKBP Resort Sangatta membangun rumah ibadah yang mereka impikan. Sekitar Rp5 miliar telah terkumpul, tetapi perjalanan belum selesai. Masih ada kebutuhan Rp1,8 miliar yang harus dihimpun agar gereja itu dapat digunakan saat Natal Desember 2026. Di antara gotong royong, ulos, tortor dan puji-pujian, harapan itu terus dijaga bersama.

Redaksi by Redaksi
13 Agustus 2026
Reading Time: 3 mins read
0
Tiga Tahun Bergotong Royong, Jemaat HKBP Sangatta Menanti Gereja Rampung
Share on FacebookShare on WhatsApp

SANGATTA – Menjelang petang, semangat jemaat HKBP Resort Sangatta justru mengemuka. Mereka berhimpun di tengah bangunan gereja yang belum sepenuhnya rampung, membawa satu harapan yang sama: segera memiliki rumah ibadah yang lebih representatif.

Hampir tiga tahun pembangunan berjalan. Kini, jemaat berpacu dengan waktu untuk memenuhi kekurangan biaya sekitar Rp1,8 miliar agar gereja di Jalan Tongkonan Rannu, Desa Singa Gembara, Kecamatan Sangatta Utara, Kutai Timur (Kutim), dapat digunakan pada perayaan Natal Desember 2026.

Pesta pembangunan yang digelar belum lama ini menjadi bagian dari ikhtiar tersebut. Bukan sekadar perayaan kebersamaan, kegiatan itu menjadi ruang bagi jemaat untuk kembali menghimpun kekuatan guna menuntaskan pembangunan.

Bagi sekitar 400 kepala keluarga atau kurang lebih 1.200 jiwa yang tergabung dalam HKBP Resort Sangatta, gereja tersebut memiliki arti lebih dari sebuah bangunan. Di sanalah nantinya ibadah berlangsung, kehidupan rohani dibina, keluarga berkumpul, dan generasi muda mendapatkan ruang untuk bertumbuh dalam pelayanan.

Pesta pembangunan dihadiri Wakil Bupati Kutim Mahyunadi, Anggota DPRD Kutim Yusuf Silambi, perwakilan Kodim 0909/Kutim, tokoh masyarakat H Sakka, Praeses HKBP Distrik XXVII Borneo Pdt Samuel Ambarita, Pendeta HKBP Resort Sangatta Pdt Korri Lumbantoruan, panitia pembangunan serta warga jemaat.

Di hadapan jemaat, Mahyunadi mengapresiasi kegigihan warga yang selama hampir tiga tahun terus bergotong royong menyelesaikan rumah ibadah tersebut. Menurutnya, dukungan pemerintah perlu berjalan beriringan dengan kekuatan kebersamaan masyarakat.

“Pemerintah tentu mendukung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat, termasuk pembangunan rumah ibadah. Tetapi yang paling penting adalah semangat jemaat untuk terus bergotong royong. Kalau kita bersama-sama, saya yakin pembangunan ini bisa diselesaikan,” ujar Mahyunadi.

Pemkab Kutim, kata dia, juga akan kembali mengambil bagian. Mahyunadi menyatakan dukungan yang signifikan direncanakan melalui anggaran 2027 untuk membantu penyelesaian pembangunan.

“Kita berharap pembangunan ini segera selesai dan bisa digunakan untuk beribadah, membentuk manusia yang berakhlak mulia selaras dengan misi pembangunan Kutim. Mudah-mudahan apa yang menjadi kekurangan bisa segera terpenuhi dan target yang sudah direncanakan dapat tercapai,” katanya.

Ketua Panitia Pembangunan Gereja HKBP Resort Sangatta S Ambarita mengatakan dana yang berhasil dihimpun hingga kini mencapai kurang lebih Rp5 miliar. Namun, angka tersebut belum cukup untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan.

“Pembangunan gereja ini sudah berjalan hampir tiga tahun. Sampai saat ini, dana yang sudah masuk kurang lebih Rp5 miliar. Namun, masih ada kebutuhan sekitar Rp1,8 miliar untuk menyelesaikan pembangunan. Karena itu, kami mengadakan pesta pembangunan ini sebagai upaya menggalang dana tambahan sekitar Rp1,8 miliar agar pembangunan gereja dapat segera diselesaikan,” ujarnya.

Dari sekitar Rp5 miliar yang telah terkumpul, kurang lebih Rp3 miliar berasal dari bantuan Pemkab Kutim. Sementara sekitar Rp2 miliar lainnya merupakan partisipasi jemaat.

Komposisi itu memperlihatkan bahwa pembangunan rumah ibadah tersebut bertumpu pada kolaborasi. Pemerintah memberikan dukungan, sementara jemaat ikut memikul kebutuhan pembangunan melalui partisipasi bersama.

“Untuk pembangunan ini, sebelumnya kami juga mendapatkan bantuan dari Pemkab Kutim sekitar Rp3 miliar, sementara sekitar Rp2 miliar lainnya berasal dari partisipasi jemaat. Kami berharap melalui pesta pembangunan kali ini target kekurangan dana sebesar Rp1,8 miliar dapat terpenuhi, sehingga pembangunan gereja ini bisa diselesaikan,” lanjut S Ambarita.

Di tengah upaya menghimpun dana, suasana pesta pembangunan berlangsung penuh sukacita. Nuansa budaya Batak menyatu dengan puji-pujian dan semangat gotong royong jemaat.

Salah satu momen yang mendapat perhatian adalah prosesi mangulosi kepada Mahyunadi. Dalam tradisi Batak, pemberian ulos membawa makna kasih, penghormatan, doa dan berkat. Prosesi tersebut menjadi ungkapan penghormatan sekaligus simbol persaudaraan jemaat kepada Wakil Bupati yang hadir memberikan dukungan.

Kebersamaan berlanjut melalui manortor yang dibawakan warga jemaat. Gerak tortor, tari-tarian lain, musik dan lantunan pujian membuat pesta pembangunan tidak semata menjadi kegiatan penggalangan dana, tetapi juga ruang untuk memperkukuh ikatan antarsesama.

Praeses HKBP Distrik XXVII Borneo Pdt Samuel Ambarita turut mengapresiasi semangat warga HKBP Resort Sangatta yang terus bergandengan tangan dalam menyelesaikan pembangunan.

Semangat itu menjadi penting karena perjalanan belum berakhir. Setelah hampir tiga tahun dan sekitar Rp5 miliar yang telah dihimpun, masih ada Rp1,8 miliar kebutuhan yang harus dipenuhi.

Di sisi lain, jemaat memiliki target yang semakin dekat. Mereka berharap gereja dapat digunakan ketika Natal tiba pada Desember 2026.

Bagi sekitar 1.200 jiwa yang dilayani tiga orang hamba Tuhan, target tersebut bukan sekadar tenggat penyelesaian konstruksi. Ada kebutuhan akan tempat beribadah yang lebih layak, ruang pembinaan keluarga dan generasi muda, serta pusat pelayanan yang dapat menampung kehidupan jemaat.

Karena itulah setiap bantuan, partisipasi dan gotong royong memiliki arti dalam perjalanan pembangunan tersebut. Sedikit demi sedikit, apa yang selama ini menjadi harapan bersama mulai mengambil bentuk.

Gereja itu memang belum rampung. Tetapi selama hampir tiga tahun, jemaat telah menunjukkan bahwa rumah ibadah tidak hanya dibangun dengan material dan anggaran.

Ia juga ditegakkan oleh kebersamaan.

Kini, menuju Natal 2026, jemaat HKBP Resort Sangatta masih menanti satu babak terakhir dari perjalanan panjang itu: menutup kekurangan Rp1,8 miliar dan menyelesaikan rumah yang kelak menjadi tempat iman, pelayanan dan persaudaraan mereka bernaung. (ADV/ProkopimKutim/BK)

 

Post Views: 440
Redaksi

Redaksi

bacakaltim.com adalah portal berita digital yang berfokus pada menyajikan informasi terkini, tajam, dan terpercaya seputar Kalimantan Timur.

Next Post
Mogok Kerja Buruh PT Bagong Batal, Pemerintah Kawal Lima Kesepakatan

Mogok Kerja Buruh PT Bagong Batal, Pemerintah Kawal Lima Kesepakatan

Polsek Sangkulirang Sambangi Dayak Basap di Desa Baay, Pesan Tegas Soal Illegal Logging

Polsek Sangkulirang Sambangi Dayak Basap di Desa Baay, Pesan Tegas Soal Illegal Logging

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Kaltim

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved

Navigate Site

  • Beranda
  • Info Iklan
  • Kontak Kami
  • Login Customizer
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Pariwara Pemkab Kutai Timur
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved