Baca Kaltim
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Pariwara Pemkab Kutai Timur
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Pariwara Pemkab Kutai Timur
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
No Result
View All Result
Baca Kaltim
No Result
View All Result

Menjaga Ibu Genetasi Pelanjut, IBI Kutim Perluas Benteng Kesehatan hingga Kecamatan

Kesehatan perempuan tidak hanya dibangun di ruang pelayanan, tetapi juga melalui kehadiran tenaga kesehatan yang mau mendekat kepada masyarakat. Melalui rangkaian bakti sosial dan edukasi kesehatan reproduksi, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kutim memperluas jangkauan deteksi dini kanker serviks hingga tingkat kecamatan.

Redaksi by Redaksi
13 Agustus 2026
Reading Time: 2 mins read
0
Menjaga Ibu Genetasi Pelanjut, IBI Kutim Perluas Benteng Kesehatan hingga Kecamatan
Share on FacebookShare on WhatsApp

KARANGAN — Di sejumlah wilayah yang jauh dari pusat pemerintahan, akses terhadap layanan kesehatan masih menjadi tantangan yang membutuhkan pendekatan lebih dekat. Karena itu, para bidan di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memilih bergerak mendatangi masyarakat, membawa edukasi, pemeriksaan, sekaligus pendampingan kesehatan perempuan.

Langkah tersebut dilakukan Pengurus Cabang Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kutim melalui rangkaian kegiatan pelayanan kesehatan reproduksi dan bakti sosial dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-75 IBI serta Hari Bidan Internasional 2026.

Kegiatan itu tidak berhenti pada seremoni organisasi. Para bidan menghadirkan layanan kesehatan keluarga, edukasi mengenai kesehatan reproduksi perempuan, hingga pemeriksaan IVA Test (Inspeksi Visual Asam Asetat) sebagai upaya mendeteksi dini kanker serviks.

Sejak awal Mei 2026, kegiatan tersebut dilaksanakan secara bergilir di sejumlah kecamatan. Salah satunya berlangsung di Kecamatan Karangan dengan melibatkan unsur pemerintah kecamatan, pemerintah desa, kader kesehatan, organisasi perempuan, perusahaan pendukung, serta masyarakat setempat.

Kepala Seksi PMDH Kecamatan Karangan Hubertus Umar yang mewakili camat mengatakan kesehatan ibu dan anak menjadi fondasi penting dalam menyiapkan generasi masa depan.

“Menjadi satu harapan para generasi kita tumbuh dengan baik dan berkembang dengan cerdas. Ujung tombaknya adalah bidan,” ujarnya.

Menurut Hubertus, peran bidan tidak hanya berkaitan dengan proses persalinan. Lebih dari itu, bidan menjadi pendamping perempuan sejak masa kehamilan, membantu memberikan pemahaman mengenai persiapan kelahiran, serta mencegah risiko yang dapat mengancam keselamatan ibu dan bayi.

Ia berharap para bidan terus menghadirkan inovasi pelayanan agar masyarakat semakin mudah memperoleh informasi dan pendampingan kesehatan.

“Mudah-mudahan profesi ini terus berkembang dengan inovasi mencari cara terbaik mendukung proses persalinan dan mendukung anak tumbuh kembang dengan baik,” katanya.

Hubertus menilai pembangunan daerah tidak hanya diukur melalui infrastruktur maupun pertumbuhan ekonomi. Kualitas kesehatan masyarakat, terutama sejak masa kehamilan, menjadi bagian penting dalam membentuk generasi yang berkualitas.

“Dalam pembangunan berkelanjutan, kita harus memperhatikan kesehatan hingga gizi ibu hamil. Kita tidak akan mampu menciptakan negara yang maju jika tidak mempersiapkan generasi yang cerdas,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua IBI Kutim Yuliana Kala’Lembang menjelaskan, penguatan pelayanan masyarakat menjadi salah satu fokus organisasi setelah kepengurusan baru dikukuhkan pada 14 September 2025.

Salah satu langkah yang dilakukan ialah membentuk kepengurusan ranting di seluruh wilayah kecamatan.

“Pembentukan pengurus ranting sebanyak 22 ranting pada 18 kecamatan, atau mencapai 100 persen,” jelasnya.

Menurut Yuliana, keberadaan ranting di tingkat kecamatan menjadi bagian penting untuk memperkuat koordinasi sekaligus memastikan program organisasi dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Selain pembentukan organisasi wilayah, IBI Kutim juga telah menyusun program kerja lima tahunan dan rencana kerja tahunan. Pada 2026, kegiatan bakti sosial, monitoring, evaluasi, serta penguatan ranting menjadi agenda yang terus berjalan.

Melalui langkah tersebut, IBI Kutim ingin memastikan pelayanan kesehatan perempuan tidak hanya hadir ketika masyarakat datang ke fasilitas kesehatan, tetapi juga bergerak mendekati mereka.

Sebab, bagi banyak perempuan di wilayah kecamatan, kehadiran seorang bidan bukan hanya tentang layanan medis, melainkan tentang rasa aman, pengetahuan, dan harapan untuk melahirkan generasi yang lebih sehat. (ADV/ProkopimKutim/BK)

 

Redaksi

Redaksi

bacakaltim.com adalah portal berita digital yang berfokus pada menyajikan informasi terkini, tajam, dan terpercaya seputar Kalimantan Timur.

Next Post
Tiga Tahun Bergotong Royong, Jemaat HKBP Sangatta Menanti Gereja Rampung

Tiga Tahun Bergotong Royong, Jemaat HKBP Sangatta Menanti Gereja Rampung

Mogok Kerja Buruh PT Bagong Batal, Pemerintah Kawal Lima Kesepakatan

Mogok Kerja Buruh PT Bagong Batal, Pemerintah Kawal Lima Kesepakatan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Kaltim

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved

Navigate Site

  • Beranda
  • Info Iklan
  • Kontak Kami
  • Login Customizer
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Pariwara Pemkab Kutai Timur
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved