Baca Kaltim
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Pariwara Pemkab Kutai Timur
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Pariwara Pemkab Kutai Timur
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
No Result
View All Result
Baca Kaltim
No Result
View All Result

Melampaui Timbangan Bayi, Posyandu Kutim Menjangkau Seluruh Siklus Kehidupan

Posyandu selama ini lekat dengan meja penimbangan balita dan pemeriksaan kesehatan ibu-anak. Namun, perannya kini diperluas menjadi simpul pelayanan masyarakat yang menyentuh berbagai kebutuhan warga, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga perlindungan sosial. Kutai Timur (Kutim) mulai menyiapkan transformasi itu melalui penguatan kapasitas kader dan kelembagaan Posyandu.

Redaksi by Redaksi
13 Agustus 2026
Reading Time: 2 mins read
0
Melampaui Timbangan Bayi, Posyandu Kutim Menjangkau Seluruh Siklus Kehidupan
Share on FacebookShare on WhatsApp

SAMARINDA — Di tengah perubahan kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks, Posyandu tidak lagi cukup dipandang hanya sebagai tempat pelayanan kesehatan dasar. Ruang yang selama ini menjadi tempat ibu membawa anak untuk ditimbang dan diperiksa kini diarahkan menjadi pusat layanan masyarakat yang lebih menyeluruh.

Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai memperkuat arah transformasi tersebut melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Kelembagaan Posyandu berbasis enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Samarinda.

Kegiatan itu diikuti kader dan pengelola Posyandu dari Kecamatan Sandaran. Melalui forum tersebut, para peserta memperoleh penguatan pemahaman mengenai peran Posyandu dalam mendukung berbagai bidang pelayanan dasar masyarakat.

Enam bidang SPM yang menjadi fokus penguatan meliputi kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, hingga sosial.

Perubahan ini menandai bergesernya cara pandang terhadap Posyandu. Jika sebelumnya lebih dikenal sebagai layanan kesehatan ibu dan anak, kini Posyandu diposisikan sebagai ruang kolaborasi berbagai sektor untuk menjawab kebutuhan masyarakat secara lebih luas.

Ketua Pembina Posyandu Kabupaten Kutim, Siti Robiah, mengatakan transformasi tersebut merupakan bagian dari kebijakan pemerintah yang perlu diterjemahkan hingga tingkat desa.

“Sesuai dengan Permendagri Nomor 13 Tahun 2024, Posyandu bertransformasi menjadi lembaga kemasyarakatan yang kuat, tidak hanya berfokus pada kesehatan, tetapi juga kesejahteraan masyarakat. Dengan kolaborasi, kita bisa memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, penguatan Posyandu membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Kader tidak hanya menjadi penggerak layanan kesehatan, tetapi juga berperan sebagai penghubung antara masyarakat dan berbagai program pelayanan pemerintah.

Melalui pendekatan tersebut, Posyandu diharapkan menjadi titik temu berbagai kebutuhan warga di tingkat paling dekat dengan kehidupan masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Kutim dr Yuwana Sri Kurniawati menjelaskan, perluasan fungsi Posyandu juga membawa perubahan dalam pola pelayanan kesehatan. Sasaran pelayanan kini tidak lagi terbatas pada bayi, balita, dan ibu hamil, tetapi mencakup seluruh kelompok usia.

“Dengan layanan seluruh siklus kehidupan diharapkan masyarakat akan dapat berpartisipasi dalam kegiatan Posyandu. Sehingga akan dapat terdeteksi sedini mungkin permasalahan kesehatan yang ada,” jelasnya.

Pendekatan berbasis siklus kehidupan atau life cycle approach menempatkan setiap fase usia sebagai bagian dari kesinambungan pelayanan kesehatan. Mulai dari remaja, usia produktif, hingga lanjut usia, seluruhnya memiliki ruang untuk mendapatkan pemantauan dan edukasi kesehatan.

Dengan cakupan yang lebih luas, Posyandu diharapkan mampu menjadi pintu awal mendeteksi berbagai persoalan, seperti masalah gizi, penyakit tidak menular, hingga isu kesehatan reproduksi.

Bimtek yang berlangsung selama empat hari itu juga menjadi ruang mempertemukan berbagai sektor pelayanan publik. Para peserta memperoleh pemahaman mengenai bagaimana masing-masing bidang dapat berkontribusi dalam memperkuat peran Posyandu di tingkat desa.

Bagi wilayah seperti Kecamatan Sandaran yang memiliki karakter geografis pesisir, penguatan Posyandu memiliki arti strategis. Selain menjadi tempat layanan, Posyandu juga dapat menjadi ruang interaksi sosial yang memperkuat hubungan antarwarga.

Sebab, keberhasilan pelayanan publik tidak hanya ditentukan oleh keberadaan fasilitas, tetapi juga oleh kedekatan layanan dengan masyarakat yang membutuhkan.

Melalui transformasi kelembagaan ini, Pemkab Kutim berharap Posyandu dapat tumbuh sebagai simpul pelayanan yang lebih tangguh. Sebuah ruang kecil di tingkat desa yang menyatukan kesehatan, kepedulian sosial, dan harapan masyarakat untuk hidup lebih sejahtera. (ADV/ProkopimKutim/BK)

 

Redaksi

Redaksi

bacakaltim.com adalah portal berita digital yang berfokus pada menyajikan informasi terkini, tajam, dan terpercaya seputar Kalimantan Timur.

Next Post
Kutim Perkuat Integritas Birokrasi, Tata Kelola Keuangan Jadi Sorotan

Kutim Perkuat Integritas Birokrasi, Tata Kelola Keuangan Jadi Sorotan

Seragam Terlambat Bukan Alasan Membebani Orang Tua

Seragam Terlambat Bukan Alasan Membebani Orang Tua

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Kaltim

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved

Navigate Site

  • Beranda
  • Info Iklan
  • Kontak Kami
  • Login Customizer
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Pariwara Pemkab Kutai Timur
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved