SANGATTA — Di Gang Masjid RT 15, Kelurahan Sangatta Utara, sebuah bangunan permanen tak lebih dari 22,5 meter persegi kini memikul peran ganda. Posyandu Nusa Indah bukan lagi sekadar tempat penimbangan balita dan layanan kesehatan ibu, tetapi berubah menjadi taman baca bagi anak-anak di lingkungan padat penduduk itu.
Ruang yang dibangun melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Kaltim Prima Coal (KPC) ini dirancang sebagai titik temu layanan kesehatan dasar dan pendidikan literasi anak usia dini. Rak buku, sudut baca, dan tata ruang sederhana menjadikannya ruang komunitas yang multifungsi, sekaligus memperluas makna Posyandu di mata warga.
Peresmian taman baca posyandu ini ditandai pemotongan pita dan penandatanganan berita acara. Hadir Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Kelurahan Kecamatan Sangatta Utara, Elysabeth Artikawati mewakili Camat Hj Hasdiah, Sekretaris Desa Sangatta Utara Osler Manalu, Ketua RT 15 Ismail, Ketua Posyandu Nusa Indah Rasmi Nur, serta jajaran Community Empowerment KPC, termasuk Manager CE Nanang Supriyadi dan Supt CHE Febriana Kurniasari.
Dalam sambutannya, Elysabeth menyebut fasilitas ini sebagai contoh sinergi tiga pihak: pemerintah, perusahaan, dan warga. Taman baca, kata dia, hanya akan hidup bila kader posyandu aktif dan orang tua mengajak anak-anak datang, bukan hanya saat jadwal penimbangan.
Nanang Supriyadi mengaitkan program ini dengan upaya pencegahan stunting dan peningkatan mutu pendidikan anak. Ia mengingatkan, KPC telah membangun 18 posyandu dalam lima tahun terakhir, termasuk Posyandu Nusa Indah yang berdiri sejak 30 Januari 2019. Kini, kehadiran taman baca melengkapi fungsi posyandu sebagai ruang tumbuh sehat dan cerdas.
Di sudut kecil RT 15, buku-buku cerita menjadi jembatan baru bagi anak-anak Sangatta Utara mengenal dunia, tanpa perlu jauh dan tanpa biaya. (ADV/ProkopimKutim/BK)


