
SANGATTA—Pemerataan pembangunan infrastruktur dasar, khususnya di daerah terpencil dan sulit akses, menjadi isu prioritas bagi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur (Kutim). Eddy Markus Palinggi, legislator dari Partai NasDem, menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan pembangunan hingga ke wilayah yang paling terpencil.
Menurutnya, memfokuskan perhatian pada daerah-daerah ini merupakan sebuah keharusan. “Daerah-daerah terpencil itu harus diperjuangkan dengan maksimal,” tegas Eddy Markus.
Kebutuhan mendesak di daerah terpencil
Ketua Komisi A DPRD Kutim ini merinci beberapa kebutuhan mendesak yang masih banyak ditemui di wilayah pelosok. Ia menyoroti kondisi infrastruktur transportasi sebagai kendala utama yang menghambat mobilitas dan perekonomian warga.
Selain akses jalan, dua sektor vital lain yaitu pendidikan dan layanan dasar juga belum sepenuhnya terjangkau.
“Kebutuhan masyarakat itu kan seperti jalan misalnya, kemudian pendidikan sebab masih ada sekolah yang belum ada tempatnya dan juga air dan listrik,” papar Eddy.
Isu-isu fundamental ini mencakup persoalan akses jalan, ketiadaan gedung sekolah yang layak, serta terbatasnya pasokan air bersih dan listrik. Masalah kronis ini memerlukan penanganan segera dan pengalokasian anggaran yang memadai.
Komitmen anggaran untuk kualitas hidup
Pernyataan ini mengisyaratkan bahwa meskipun pembangunan terus digalakkan, masih terdapat kesenjangan signifikan antara wilayah pusat dan daerah terpencil. Isu-isu mendasar inilah yang akan terus didorong oleh Eddy Markus dalam setiap perumusan kebijakan dan penganggaran di tingkat kabupaten.
Upaya ini diharapkan dapat mengurangi kesenjangan pembangunan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang tinggal di daerah tertinggal, sehingga mereka tidak merasa terabaikan oleh pembangunan. (ADV)


