SANGATTA – Transformasi digital pendidikan di Kutai Timur (Kutim) memasuki babak baru melalui kolaborasi strategis dengan Universitas Negeri Malang (UM). Seminar Nasional Pendidikan bertajuk “Transformasi Digital melalui Deep Learning: Mengoptimalkan Manajemen Kurikulum dan Penerapan Teknologi di Era Digital” digelar di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, sebagai langkah konkret menyiapkan tenaga pendidik menghadapi tantangan abad ke-21.
Kegiatan ini dihadiri 250 guru dan kepala sekolah tingkat SD hingga SMP se-Kutim, perwakilan Ikatan Alumni (IKA) UM, serta jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutim. Seminar menghadirkan tiga pakar pendidikan terkemuka: Prof. Dr. Hardika selaku Ketua Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran UM, Prof. Dr. Ibrahim Bafadal, dan Prof. Dr. Suyono.
Ketua panitia sekaligus Ketua IKA UM Kutim, Syafi’i, mengapresiasi dukungan Pemkab Kutim yang memfasilitasi terselenggaranya kegiatan ini. Kehadiran para profesor diharapkan memberikan wawasan baru dan solusi inovatif dalam mengintegrasikan teknologi ke sistem pembelajaran.
Plt Kabid Pembinaan PAUD dan PNF Disdikbud Kutim, Heri Purwanto, menyambut positif sinergi dengan UM sebagai katalisator peningkatan kualitas pendidikan daerah.
“Kami berharap sinergi ini dapat menghadirkan pelayanan pendidikan yang lebih baik dan berkelanjutan bagi Kutai Timur,” ujarnya.
Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setkab Kutim, Noviari Noor, yang mewakili Bupati Ardiansyah Sulaiman, secara resmi membuka acara tersebut. Ia menekankan pentingnya pendekatan deep learning tidak hanya untuk pengembangan teknologi pembelajaran, tetapi juga membangun manajemen kurikulum yang adaptif terhadap tuntutan zaman.
“Kehadiran para pakar dari UM menjadi momentum penting bagi dunia pendidikan kita dalam membangun paradigma baru berbasis teknologi dan inovasi,” kata Noviari.
Puncak acara ditandai penandatanganan kerja sama strategis antara Pemkab Kutim dan UM dalam bidang Pendidikan Jarak Jauh. Kesepakatan ini membuka akses pendidikan tinggi berkualitas bagi masyarakat Kutim yang selama ini terkendala jarak dan biaya.
“Penandatanganan ini bukan sekadar simbol, melainkan bentuk keseriusan pemerintah dalam membuka akses pendidikan lebih luas. Ini akan menjadi jembatan meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mempercepat terwujudnya Kutim yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing,” tegas Noviari.
Kolaborasi ini sejalan dengan visi pembangunan Kutim yang menempatkan pendidikan berkualitas sebagai pilar utama. Dari ruang seminar hari ini, lahir harapan baru: generasi Kutim yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga siap berkompetisi di panggung regional, nasional, hingga global. (ADV/ProkopimKutim/BK)


