Baca Kaltim
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Pariwara Pemkab Kutai Timur
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Pariwara Pemkab Kutai Timur
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
No Result
View All Result
Baca Kaltim
No Result
View All Result
Home Pariwara Kominfo Kutim

DPPKB Kutim Edukasi Pasangan Usia Subur 4T

Redaksi by Redaksi
11 November 2025
Reading Time: 1 min read
0
DPPKB Kutim Edukasi Pasangan Usia Subur 4T
Share on FacebookShare on WhatsApp

Kutai Timur — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur terus memperkuat upaya menekan angka stunting dengan menyasar kelompok pasangan usia subur (PUS) 4T, yaitu terlalu muda, terlalu tua, terlalu dekat jarak kelahiran, dan terlalu banyak anak. Program ini dijalankan oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB)

Kepala DPPKB Kutim, Achmad Junaidi, menjelaskan bahwa keempat kondisi tersebut memiliki risiko tinggi terhadap tumbuh kembang anak dan kesejahteraan keluarga. “Kalau jarak kelahiran terlalu dekat, anak bisa tidak terurus, begitu juga kalau usia terlalu muda atau terlalu tua saat hamil, risikonya besar bagi kesehatan ibu dan bayi,” ujarnya.

Edukasi dilakukan secara berkelanjutan oleh Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) dan tim pendamping keluarga (TPK) di setiap wilayah. Mereka bertugas memberikan penyuluhan tentang pentingnya menggunakan KB modern agar keluarga dapat merencanakan kelahiran dengan aman. “Kalau masih menggunakan KB tradisional, risikonya lebih tinggi. Karena itu, kita dorong masyarakat beralih ke KB modern,” tegasnya.

Selain faktor usia dan jarak kelahiran, DPPKB juga menyoroti masalah sanitasi dan lingkungan yang tidak layak sebagai penyebab tingginya risiko stunting. Banyak keluarga yang belum memiliki akses air bersih dan jamban sehat. Untuk itu, DPPKB berkolaborasi dengan program Seribu Rumah Layak Huni milik Pemkab Kutim agar keluarga berisiko dapat segera dibantu.

Menurut Junaidi, keberhasilan menurunkan angka stunting tidak bisa dicapai oleh satu instansi saja, tetapi melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk Dinas Kesehatan, Dinas Perumahan, dan perangkat desa. “Kita ingin menekan angka stunting dari hulu, bukan hanya menunggu dampaknya di hilir,” pungkasnya. (ADV)

Post Views: 10
Redaksi

Redaksi

bacakaltim.com adalah portal berita digital yang berfokus pada menyajikan informasi terkini, tajam, dan terpercaya seputar Kalimantan Timur.

Next Post
Sekolah Lansia Kutai Timur Akan Ditempelkan di SKB, DPPKB Perkuat Edukasi dari Hulu

Sekolah Lansia Kutai Timur Akan Ditempelkan di SKB, DPPKB Perkuat Edukasi dari Hulu

DPPKB Kutim Gencarkan Edukasi PUS 4T, Tekan Risiko Stunting dari Hulu

DPPKB Kutim Gencarkan Edukasi PUS 4T, Tekan Risiko Stunting dari Hulu

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Kaltim

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved

Navigate Site

  • Beranda
  • Info Iklan
  • Kontak Kami
  • Login Customizer
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Pariwara Pemkab Kutai Timur
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved