Baca Kaltim
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
No Result
View All Result
Baca Kaltim
No Result
View All Result
Home Pariwara DPRD Kutai Timur

Mendorong Ketahanan Pangan sebagai Andalan Pascatambang di Kutai Timur

Redaksi by Redaksi
17 November 2025
Reading Time: 2 mins read
0
Mendorong Ketahanan Pangan sebagai Andalan Pascatambang di Kutai Timur
307
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsApp

SANGATTA — Pencapaian ekonomi Kabupaten Kutai Timur (Kutim) pada tahun 2024 menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, mencapai 9,82%, jauh di atas rata-rata nasional. Namun, pertumbuhan ini ditopang oleh kontribusi sektor pertambangan yang sangat besar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), yaitu 75,53%.

Struktur ekonomi yang tidak seimbang ini membuat Kutai Timur sangat rentan terhadap gejolak harga komoditas, seperti batu bara, di pasar global. Hal ini tercermin dari penurunan indeks implisit daerah ketika harga batu bara mengalami penurunan pada 2024. 

Meskipun menjadi penopang utama PDRB, sektor pertambangan tidak banyak menyerap tenaga kerja jika dibandingkan dengan sektor pertanian. Akibatnya, manfaat pertumbuhan ekonomi yang tinggi belum sepenuhnya terasa secara merata oleh masyarakat. Hal ini diperkuat dengan penurunan PDRB per kapita sebesar 6,75% pada tahun yang sama, yang antara lain disebabkan oleh pertumbuhan penduduk yang lebih cepat dibanding pertumbuhan ekonomi.

Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Kutim, Yulianus Palangiran menilai persoalan kesejahteraan petani terbilang vital, sehingga ia mendesak Pemerintah Kabupaten Kutai Timur untuk memikirkan masa depan setelah eksploitasi tambang. Menurutnya, fokus pemerintah selama ini dinilai terlalu berat pada sektor pertambangan dan perkebunan. 

“Yang masalah kesejahteraan ini kan pada umumnya kelompok petani yang kurang. Sesungguhnya kita, pemerintah kabupaten Kutai Timur, harus berfikir yang sekarang kita bangga-bangakan adalah tentang adanya tambang dan para investor, termasuk perkebunan,” ujar Yulianus.

Yulianus mengkritik bahwa para investor dan kebijakan yang ada saat ini dinilai tidak mempersiapkan langkah setelah operasi pertambangan berakhir. “Tidak berfikir setelah pasca tambang apa yang harus dilakukan,” tambahnya. 

Ia menekankan bahwa aspek lain justru lebih krusial dan belum menjadi program yang nyata. “Bagi saya, tidak kalah pentingnya adalah untuk mempertahankan ketahanan pangan yang berkelanjutan dan ini program belum,” tegasnya. 

Desakan ini sejalan dengan perlunya diversifikasi ekonomi untuk membangun ketahanan daerah yang lebih kokoh di masa depan. Sebab, sektor pangan akan menjadi sektor vital di masa depan dengan semakin berkurangnya area pertanian di berbagai daerah. (ADV)

Redaksi

Redaksi

Next Post
Jaringan Internet Masih Jadi PR, Kominfo Kutim Cari Solusi Lepas Blank Spot

Jaringan Internet Masih Jadi PR, Kominfo Kutim Cari Solusi Lepas Blank Spot

Disdikbud Kutim Matangkan Persiapan Festival Magic Land 2025, Rundown Masuk Tahap Finalisasi

Disdikbud Kutim Matangkan Persiapan Festival Magic Land 2025, Rundown Masuk Tahap Finalisasi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Kaltim

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved

Navigate Site

  • Beranda
  • Info Iklan
  • Kontak Kami
  • Login Customizer
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved