Baca Kaltim
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
No Result
View All Result
Baca Kaltim
No Result
View All Result
Home Pariwara DPRD Kutai Timur

Legislatif Mendorong Evaluasi MBG untuk Meningkatkan Ketenangan dan Kepercayaan Publik

Redaksi by Redaksi
15 November 2025
Reading Time: 2 mins read
0
Legislatif Mendorong Evaluasi MBG untuk Meningkatkan Ketenangan dan Kepercayaan Publik
284
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsApp

SANGATTA – Komitmen pemerintah pusat dalam meningkatkan kesejahteraan melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) disambut baik sebagai inisiatif positif. Namun, implementasi yang konsisten di lapangan menjadi kunci utama keberhasilan program berskala nasional ini. 

Saat ini, perhatian tertuju pada pentingnya harmonisasi kebijakan agar manfaat program dapat dirasakan secara merata dan optimal di seluruh wilayah, sejalan dengan prinsip tata kelola yang baik. Fakta di lapangan menunjukkan, masih banyak permasalahan yang terjadi terkait dengan program MBG.

Sinkronisasi kebijakan menjadi kebutuhan mendesak

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur menyuarakan perlunya ketegasan dan keseragaman dalam pelaksanaan MBG di daerah. Anggota DPRD Kutai Timur, Yulianus Palangiran, menyoroti adanya implementasi yang berbeda-beda di lapangan, yang justru menimbulkan kebingungan dan ketidakpastian di tengah masyarakat.

Dia menjelaskan kondisi yang terjadi: “Karena di sana sini ada MBG ini dilakukan kan juga tidak seragam, ada yang dilakukan ada yang tidak.”.

Ketidakkonsistenan dalam pelaksanaan ini, menurut pengamatannya, telah melahirkan berbagai persoalan baru di berbagai wilayah di Indonesia. Program yang bertujuan baik ini, justru membuat masyarakat ragu dan juga bingung. 

Audit pelaksanaan demi kepercayaan publik

Dampak dari pelaksanaan yang tidak sinkron ini telah langsung dirasakan oleh masyarakat, menciptakan atmosfer yang kurang kondusif. Keresahan yang muncul di masyarakat menunjukkan bahwa dampak kebijakan telah melampaui sekadar persoalan administratif.

Yulianus memaparkan konsekuensinya: “Yang sudah terlaksana ini di provinsi kita di Indonesia ini kan banyak masalah yang muncul, akhirnya membuat resah dan gelisah,” tuturnya.

Situasi yang timbul dari kebijakan yang tidak konsisten ini memerlukan perhatian serius dari para pemangku kebijakan. Diharapkan, adanya evaluasi mendalam dapat memulihkan ketenangan dan kepercayaan publik, sekaligus menjadi langkah menuju pelaksanaan program MBG yang lebih matang, konsisten, dan berdaya guna bagi seluruh lapisan masyarakat. (ADV)

Redaksi

Redaksi

Next Post
HUT ke-26 Jadi Titik Balik, Mahyunadi Minta Kutai Timur Masuk Fase “Serius Membangun”

HUT ke-26 Jadi Titik Balik, Mahyunadi Minta Kutai Timur Masuk Fase “Serius Membangun”

Delapan Budayawan Kutim Terpilih Akan Terima Anugerah Kebudayaan

Delapan Budayawan Kutim Terpilih Akan Terima Anugerah Kebudayaan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Kaltim

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved

Navigate Site

  • Beranda
  • Info Iklan
  • Kontak Kami
  • Login Customizer
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved