Baca Kaltim
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Pariwara Pemkab Kutai Timur
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Pariwara Pemkab Kutai Timur
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
No Result
View All Result
Baca Kaltim
No Result
View All Result

Mulyono Minta Buku Sejarah Tonjolkan Wilayah Kutim

WebNesia by WebNesia
22 September 2026
Reading Time: 2 mins read
0
Mulyono Minta Buku Sejarah Tonjolkan Wilayah Kutim
Share on FacebookShare on WhatsApp

SANGATTA – Penyusunan buku sejarah Kabupaten Kutai Timur diminta tidak berhenti pada narasi sejarah secara umum. Setiap peristiwa yang dibahas diharapkan memiliki keterkaitan jelas dengan wilayah Kutai Timur, termasuk lima kecamatan yang menjadi bagian awal pembentukan kabupaten.

Pesan tersebut disampaikan Mulyono saat membahas laporan pendahuluan Kajian Penulisan Sejarah Swakelola Tipe II Kabupaten Kutai Timur di Ruang Damar, Gedung Serba Guna Lantai 2, Bukit Pelangi, Selasa (22/9/2026).

Menurut Mulyono, sebuah kajian sejarah perlu memiliki “alamat” yang jelas. Penyebutan lokasi akan membantu pembaca memahami di mana sebuah peristiwa terjadi dan bagaimana kaitannya dengan perjalanan Kutai Timur.

Ia mengingatkan, Kutai Timur memiliki perjalanan administratif yang panjang. Kabupaten ini terbentuk setelah pemekaran wilayah Kutai, dengan lima kecamatan sebagai wilayah awal.

“Pada saat itu Kutai Timur ini hanya lima kecamatan. Muara Ancalong, Muara Bengkal, kemudian Muara Wahau, Sangatta, dan Sangkulirang,” kata Mulyono.

Lima kecamatan tersebut, lanjutnya, menjadi bagian penting dalam memahami sejarah awal Kutai Timur sebelum wilayahnya berkembang melalui proses pemekaran hingga menjadi 18 kecamatan seperti saat ini.

Karena itu, Mulyono meminta kajian sejarah Islam maupun sejarah kebudayaan yang sedang disusun dapat menyentuh wilayah-wilayah tersebut.

“Nanti baik buku sejarah Islam atau sejarah kebudayaan itu harus menyentuh salah satu dari wilayah kelima itu tadi. Karena kita berbicara wilayah Kutai Timur,” ujarnya.

Ia mencontohkan, apabila sebuah jejak sejarah ditemukan di Sangkulirang atau Muara Ancalong, lokasi tersebut perlu disebut secara jelas dalam narasi. Dengan begitu, pembaca dapat melihat hubungan langsung antara sejarah yang ditulis dengan wilayah Kutai Timur.

“Tapi mungkin, pertama kali ditemukan di Sangkulirang misalnya, atau di Muara Ancalong. Itu kan kelihatan, oh itu memang wilayah Kutai Timur. Itu yang saya inginkan,” ucapnya.

Mulyono menyadari materi yang dipaparkan dalam seminar tersebut masih berupa laporan pendahuluan. Karena itu, masukan diberikan sebagai bagian dari proses penyempurnaan sebelum penelitian dan penulisan berkembang menjadi naskah sejarah yang lebih lengkap.

Ia berharap buku yang nantinya dihasilkan tidak hanya menyajikan sejarah Kutai dalam perspektif luas, tetapi juga mampu menunjukkan jejak sejarah yang berada di wilayah Kutai Timur. Dengan menyertakan lokasi, masyarakat, tradisi dan peristiwa lokal, sejarah diharapkan lebih dekat dengan masyarakat Kutim.

Lima kecamatan awal pembentukan Kutai Timur pun dapat menjadi salah satu pijakan penting untuk menelusuri perjalanan daerah, dari masa awal pembentukan hingga berkembang menjadi 18 kecamatan.

WebNesia

WebNesia

Next Post
Konflik Lahan Berlarut, Warga Tepian Langsat Desak Adendum Izin PT MKC

Konflik Lahan Berlarut, Warga Tepian Langsat Desak Adendum Izin PT MKC

Progres Lambat, Proyek Rp12,8 Miliar Masuk Penyelidikan Pidsus Kejari Kutim

Progres Lambat, Proyek Rp12,8 Miliar Masuk Penyelidikan Pidsus Kejari Kutim

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Kaltim

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved

Navigate Site

  • Beranda
  • Info Iklan
  • Kontak Kami
  • Login Customizer
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Pariwara Pemkab Kutai Timur
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved