Baca Kaltim
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Pariwara Pemkab Kutai Timur
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Pariwara Pemkab Kutai Timur
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
No Result
View All Result
Baca Kaltim
No Result
View All Result
Home Pariwara Pemkab Kutai Timur

Zahra dan Dua Gagasan AI untuk Menjawab Persoalan Keselamatan Jalan

Kepedulian terhadap keselamatan berlalu lintas tidak hanya diwujudkan melalui kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga melalui gagasan dan inovasi. Zahra, siswi SMA Negeri 1 Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur, menghadirkan dua konsep berbasis kecerdasan buatan yang menggabungkan edukasi dan pencegahan untuk menciptakan budaya berkendara yang lebih aman.

Redaksi by Redaksi
17 Agustus 2026
Reading Time: 4 mins read
0
Zahra dan Dua Gagasan AI untuk Menjawab Persoalan Keselamatan Jalan
Share on FacebookShare on WhatsApp

SAMARINDA — Bagi Zahra, keselamatan berlalu lintas bukan hanya persoalan memahami rambu dan aturan berkendara. Keselamatan juga membutuhkan kesadaran, etika, serta pemanfaatan teknologi yang mampu menjawab tantangan di era digital.

Gagasan tersebut mengantarkan siswi SMA Negeri 1 Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), meraih Juara 3 Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Tahun 2026 yang berlangsung di Hotel Five Samarinda.

Prestasi tersebut diraih setelah Zahra bersaing dengan 27 peserta dari tujuh kabupaten/kota se-Kaltim. Atas pencapaian itu, ia memperoleh piagam penghargaan dan uang pembinaan.

Dalam kompetisi yang mengusung tema “Inovasi Teknologi dan Etika Transportasi sebagai Manifestasi Keselamatan Jalan di Era Digital”, Zahra membawa karya tulis ilmiah berjudul “SAFEBRO dan SIGMA AI: Inovasi Teknologi dan Etika Transportasi Berbasis Artificial Intelligence untuk Mewujudkan Keselamatan Jalan di Era Digital.”

Karya tersebut mulai dikembangkan sejak Juni 2026 dengan menghadirkan dua gagasan yang saling melengkapi, yakni SAFEBRO (Smart Awareness for Ethical Behaviour on Roads) dan SIGMA AI (Smart Integrated Guardian for Motorcycle Access).

SAFEBRO dirancang sebagai platform edukasi, gamifikasi, dan pembentukan etika transportasi berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Melalui platform ini, pelajar maupun pengguna jalan dapat memperoleh edukasi mengenai rambu lalu lintas, penggunaan helm, serta perilaku berkendara yang aman.

Tidak hanya memberikan edukasi, SAFEBRO juga mengusung konsep gamification melalui fitur Safe Challenge agar pembelajaran mengenai keselamatan jalan menjadi lebih menarik dan dekat dengan kehidupan generasi muda.

Platform tersebut juga dilengkapi fitur Safe Report yang memungkinkan pengguna melaporkan kondisi jalan. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga dapat berperan memberikan masukan mengenai situasi lalu lintas di lingkungan sekitar.

Sementara itu, SIGMA AI dirancang sebagai sistem kendali akses kendaraan berbasis teknologi kecerdasan buatan. Sistem tersebut dikembangkan untuk mendeteksi penggunaan helm berstandar SNI sebelum kendaraan dapat digunakan.

Menurut Zahra, kedua inovasi tersebut dibuat untuk menjawab persoalan keselamatan lalu lintas melalui dua pendekatan, yaitu membangun kesadaran dan memperkuat pencegahan.

“SAFEBRO itu lebih kepada membangun kesadaran dan etika, sedangkan SIGMA AI memperkuat pencegahan dan kepatuhan. Harapan saya, keduanya bisa dikembangkan bersama untuk mendukung lalu lintas yang lebih aman dan tertib, terutama bagi pelajar,” ujar Zahra.

Ia berharap gagasan tersebut tidak berhenti sebagai karya tulis dalam kompetisi, tetapi dapat dikembangkan melalui kerja sama dengan pihak terkait, termasuk Dinas Perhubungan.

“Saya berharap ini tidak hanya berhenti sebagai aplikasi atau karya tulis. Saya ingin SAFEBRO dan SIGMA AI bisa diuji dan dikembangkan bersama Dinas Perhubungan, sehingga kalau memang sudah layak, nantinya bisa diterapkan secara bertahap,” katanya.

Sekretaris Dinas Perhubungan Kutai Timur Masrianto Suriansyah mengapresiasi keberhasilan Zahra yang mampu membawa nama Kutim dalam ajang tingkat provinsi tersebut.

“Alhamdulillah, dari 27 peserta se-Kalimantan Timur, anak kita dari Kutai Timur bisa masuk tiga besar. Ini tentu membanggakan, karena mereka bukan hanya datang untuk mengikuti kegiatan, tetapi juga membawa gagasan dan inovasi tentang keselamatan transportasi,” ujar Masrianto.

Menurutnya, prestasi tersebut menunjukkan bahwa pelajar dapat mengambil peran dalam membangun budaya keselamatan lalu lintas. Ia berharap keberhasilan Zahra dapat menjadi motivasi bagi pelajar Kutim lainnya untuk berani mengembangkan ide dan menawarkan solusi terhadap persoalan di sekitar mereka.

“Kami berharap prestasi ini menjadi motivasi bagi pelajar lainnya. Keselamatan transportasi memang harus kita tanamkan sejak usia pelajar, sehingga mereka tidak hanya memahami aturan, tetapi juga bisa menjadi contoh dan mengajak teman-temannya untuk tertib di jalan,” katanya.

Masrianto menilai gagasan yang dibawa Zahra sejalan dengan kebutuhan transportasi masa kini, ketika teknologi dapat dimanfaatkan untuk memperkuat edukasi sekaligus mencegah perilaku berkendara yang berisiko.

Prestasi Zahra memperlihatkan bahwa pelajar tidak hanya menjadi pengguna jalan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari solusi. Dari lingkungan sekolah, mereka mampu mengamati persoalan, menyusun gagasan, dan menghadirkan inovasi yang memberi manfaat bagi masyarakat.

Hal tersebut menjadi semakin penting ketika keselamatan lalu lintas masih menjadi tantangan di Kalimantan Timur. Berdasarkan data yang disampaikan Kadit III Kamsel Ditlantas Polda Kaltim Yusrie, terdapat 102 orang meninggal dunia dari 309 kecelakaan lalu lintas sepanjang Januari hingga Juli 2026. Kecelakaan tersebut didominasi kendaraan roda dua dengan korban sebagian besar berada pada usia produktif 15–29 tahun.

Karena itu, membangun budaya keselamatan tidak cukup hanya melalui aturan dan penegakan hukum. Edukasi sejak usia sekolah, perubahan perilaku, serta pemanfaatan teknologi menjadi bagian penting untuk menciptakan lingkungan berkendara yang lebih aman.

Gagasan Zahra menjadi contoh bahwa inovasi tidak selalu harus lahir dari ruang besar atau lembaga khusus. Dari bangku sekolah pun, sebuah ide dapat berkembang menjadi solusi ketika berangkat dari kepedulian terhadap persoalan nyata di masyarakat.

Melalui SAFEBRO dan SIGMA AI, Zahra menunjukkan bahwa generasi muda Kutai Timur memiliki ruang untuk berkontribusi dalam menjawab tantangan zaman. Teknologi tidak hanya digunakan untuk mengikuti perkembangan, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk menciptakan perubahan yang lebih baik.

Keselamatan jalan pada akhirnya bukan hanya tanggung jawab petugas atau pemerintah. Ia merupakan budaya bersama yang tumbuh dari kesadaran setiap pengguna jalan untuk saling menghargai, mematuhi aturan, dan menjaga keselamatan satu sama lain. (ADV/ProkopimKutim/BK)

 

Post Views: 316
Redaksi

Redaksi

bacakaltim.com adalah portal berita digital yang berfokus pada menyajikan informasi terkini, tajam, dan terpercaya seputar Kalimantan Timur.

Next Post
Bekas Galian Jadi Hamparan Pangan, Kutim Hidupkan Kembali Lahan Pascatambang

Bekas Galian Jadi Hamparan Pangan, Kutim Hidupkan Kembali Lahan Pascatambang

Mereka Menjaga Gizi Masyarakat, Kini Kesehatannya Dijaga

Mereka Menjaga Gizi Masyarakat, Kini Kesehatannya Dijaga

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Kaltim

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved

Navigate Site

  • Beranda
  • Info Iklan
  • Kontak Kami
  • Login Customizer
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Pariwara Pemkab Kutai Timur
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved