Baca Kaltim
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Pariwara Pemkab Kutai Timur
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Pariwara Pemkab Kutai Timur
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
No Result
View All Result
Baca Kaltim
No Result
View All Result
Home Pariwara Pemkab Kutai Timur

Bupati Ardiansyah Launching PENTAS Kutim untuk Percepat Penuntasan Stunting

Puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di Kabupaten Kutai Timur menjadi momentum lahirnya langkah strategis dalam memperkuat perlindungan anak. Melalui peluncuran PENTAS Kutim (Pelayanan Terpadu dan Serentak Tuntaskan Stunting), pemerintah daerah mengajak seluruh elemen masyarakat bergerak bersama memastikan anak-anak tumbuh sehat, terlindungi, dan memiliki masa depan yang lebih baik.

WebNesia by WebNesia
26 Juli 2026
Reading Time: 2 mins read
0
Bupati Ardiansyah Launching PENTAS Kutim untuk Percepat Penuntasan Stunting
Share on FacebookShare on WhatsApp

SANGATTA — Komitmen Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dalam mempercepat penanganan stunting semakin diperkuat melalui peluncuran program PENTAS Kutim. Program inovatif tersebut secara resmi diluncurkan oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman dalam rangkaian puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 yang berlangsung di Ruang Akasia, Gedung Serbaguna Bukit Pelangi, Minggu (26/7/2026).

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi perayaan terhadap anak-anak sebagai generasi penerus bangsa, tetapi juga menjadi ruang konsolidasi berbagai pihak untuk memperkuat upaya pemenuhan hak, kesehatan, dan perlindungan anak di Kabupaten Kutim.

Mengusung semangat tema HAN 2026, “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”, program PENTAS Kutim hadir dengan pendekatan pelayanan terpadu yang menggabungkan deteksi dini berbasis teknologi informasi, intervensi kesehatan, pemenuhan kebutuhan gizi, serta penguatan edukasi keluarga. Program ini dirancang agar pelayanan dapat dilakukan secara serentak mulai dari tingkat desa hingga kabupaten.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Kepala KMK LAN RI Makassar H Muhammad Aswad, Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua TP PKK Kutim sekaligus Bunda PAUD Kutim Siti Robiah, kepala perangkat daerah, serta berbagai unsur masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyampaikan bahwa peringatan Hari Anak Nasional menjadi pengingat penting bagi seluruh pihak mengenai tanggung jawab bersama dalam menjaga masa depan anak.

Menurutnya, anak bukan hanya bagian dari keluarga, tetapi juga aset pembangunan daerah dan bangsa yang harus mendapatkan perhatian sejak dini.

“Hari Anak Nasional menjadi momentum bagi kita semua untuk kembali melihat bagaimana peran anak dalam pembangunan ke depan. Mereka adalah generasi penerus yang harus diberikan perlindungan, kasih sayang, pendidikan, serta kesempatan tumbuh secara optimal,” ujar Ardiansyah.

Ia juga mengapresiasi hadirnya program PENTAS Kutim yang dinilai menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam mempercepat penurunan angka stunting melalui pendekatan yang lebih menyeluruh dan melibatkan banyak sektor.

“Dengan adanya program ini, kita berharap percepatan penanganan stunting di Kutim dapat semakin kuat. Yang paling penting adalah memastikan pelayanan benar-benar sampai kepada masyarakat, termasuk di wilayah yang jauh dari pusat pemerintahan,” ungkapnya.

Selain persoalan stunting, Bupati Ardiansyah turut menyoroti masih adanya tantangan lain yang dapat menghambat masa depan anak, salah satunya praktik perkawinan usia anak. Menurutnya, persoalan tersebut harus dicegah bersama karena dapat memberikan dampak panjang terhadap pendidikan, kesehatan, kondisi psikologis, hingga kesejahteraan sosial.

“Anak-anak harus diberikan ruang untuk belajar, bermain, dan mengejar cita-citanya. Masa anak-anak adalah masa membangun impian, bukan masa untuk menghadapi tanggung jawab kehidupan orang dewasa sebelum waktunya,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kutim dr. Yuwana menjelaskan bahwa PENTAS Kutim merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah untuk memastikan seluruh ibu hamil dan balita mendapatkan pemantauan kesehatan secara berkelanjutan.

“PENTAS Kutim merupakan Pelayanan Terpadu dan Serentak Tuntaskan Stunting. Melalui gerakan ini, kami ingin memastikan tidak ada ibu hamil maupun balita yang terlewat dari pemantauan kesehatan dan pemenuhan kebutuhan gizinya,” jelasnya.

Dengan diluncurkannya PENTAS Kutim, pemerintah berharap program tersebut dapat menjadi penggerak kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, keluarga, dan masyarakat. Upaya menuntaskan stunting bukan hanya menjadi tugas satu pihak, tetapi menjadi tanggung jawab bersama demi menciptakan generasi Kutai Timur yang sehat, kuat, dan siap membangun masa depan. (ADV/ProkopimKutim/BK)

 

Post Views: 453
WebNesia

WebNesia

Next Post
Ketika Tradisi Turun ke Panggung, Kaliorang Merawat Identitas dan Kebersamaan

Ketika Tradisi Turun ke Panggung, Kaliorang Merawat Identitas dan Kebersamaan

Polda Kaltim Bongkar Peredaran Ekstasi dan Ganja di Seven Six, Tiga LC Ditangkap, Manajemen THM dan Hotel Terancam Direkomendasikan Ditutup

Polda Kaltim Bongkar Peredaran Ekstasi dan Ganja di Seven Six, Tiga LC Ditangkap, Manajemen THM dan Hotel Terancam Direkomendasikan Ditutup

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Kaltim

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved

Navigate Site

  • Beranda
  • Info Iklan
  • Kontak Kami
  • Login Customizer
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Pariwara Pemkab Kutai Timur
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved