Baca Kaltim
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Pariwara Pemkab Kutai Timur
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Pariwara Pemkab Kutai Timur
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
No Result
View All Result
Baca Kaltim
No Result
View All Result
Home Pariwara Pemkab Kutai Timur

Seleksi Paskibraka Kutim 2026 Diperketat, 134 Pelajar Disiapkan Jadi Generasi Berkarakter

Sebanyak 134 pelajar dari 18 kecamatan di Kutai Timur mengikuti seleksi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) 2026. Dengan sistem penjaringan yang lebih terstruktur, pemerintah daerah berharap lahir generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan fisik, tetapi juga disiplin, berwawasan kebangsaan, dan berkarakter Pancasila.

WebNesia by WebNesia
25 Juli 2026
Reading Time: 2 mins read
0
Seleksi Paskibraka Kutim 2026 Diperketat, 134 Pelajar Disiapkan Jadi Generasi Berkarakter
Share on FacebookShare on WhatsApp

SANGATTA — Menjadi bagian dari Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) membutuhkan proses panjang. Setiap peserta harus melewati berbagai tahapan yang menguji kesiapan fisik, wawasan, hingga sikap dan kedisiplinan.

Semangat pembinaan generasi muda tersebut terlihat dalam seleksi Calon Paskibraka Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Tahun 2026 yang dibuka secara resmi oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman di Aula Hotel Five Style Kutai Permai beberapa waktu lalu.

Sebanyak 134 pelajar tingkat SMA dari 18 kecamatan mengikuti tahapan seleksi tingkat kabupaten setelah sebelumnya melewati proses penjaringan di wilayah masing-masing.

Tahun ini, mekanisme seleksi mengalami penyesuaian dengan pola yang lebih terstruktur. Pemerintah Kabupaten Kutim melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) memperkuat peran kecamatan dalam proses penjaringan awal untuk memastikan peserta yang dikirim benar-benar memenuhi kriteria.

Kepala Bidang Ideologi Wawasan Kebangsaan Ketahanan Ekonomi Sosial Budaya dan Agama Kesbangpol Kutim Hapiah menjelaskan, setiap kecamatan membentuk tim penjaring yang melibatkan unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika), pihak sekolah, purna Paskibraka, serta tenaga medis dari puskesmas.

“Setiap kecamatan maksimal mengirimkan enam orang peserta. Tahun ini tidak lagi menggunakan sistem jemput bola oleh tim kabupaten, tetapi penjaringan dilakukan langsung oleh tim di kecamatan,” jelas Hapiah.

Menurutnya, pola tersebut membuat proses seleksi lebih dekat dengan wilayah masing-masing sekaligus memberikan ruang bagi kecamatan untuk menemukan pelajar terbaik yang memiliki potensi menjadi anggota Paskibraka.

Khusus wilayah Sangatta Utara dan Sangatta Selatan, proses penjaringan turut melibatkan purna Paskibraka yang turun langsung ke sekolah-sekolah. Para peserta kemudian mengikuti sejumlah tahapan, mulai dari seleksi administrasi, tes wawasan kebangsaan (TWK), hingga tes intelegensi umum (TIU).

Dari rangkaian seleksi tersebut, terpilih 134 peserta yang berhak mengikuti tahapan lanjutan tingkat kabupaten. Pada tahap akhir, peserta juga akan menjalani tes minat dan bakat sebagai bagian dari penilaian tambahan.

Adapun kebutuhan formasi Paskibraka tahun ini terdiri dari dua pasang perwakilan untuk tingkat Provinsi Kalimantan Timur serta 36 orang untuk tingkat Kabupaten Kutim dengan komposisi 18 putra dan 18 putri.

Selama proses seleksi hingga pembinaan, peserta akan dipusatkan di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kutim sebagai lokasi pelatihan dan penginapan.

Hapiah mengatakan, proses pembinaan Paskibraka memiliki tujuan yang lebih luas dari sekadar persiapan upacara kemerdekaan. Menurutnya, para peserta dipersiapkan sebagai generasi muda yang memiliki nilai kepemimpinan dan rasa tanggung jawab terhadap bangsa.

“Melalui kepaskibrakaan ini, kami ingin menyiapkan generasi muda yang smart, berideologi Pancasila, berkarakter NKRI, dan ke depan mampu menjadi calon pemimpin bangsa,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kesbangpol Kutim Tejo Yuwono menegaskan bahwa seleksi tahun ini dirancang dengan prinsip objektif dan transparan. Setiap tahapan dilakukan untuk mendapatkan peserta terbaik yang mampu menjalankan tugas sebagai pengibar bendera sekaligus menjadi teladan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

“Harapan kami, seleksi tahun 2026 ini mampu menghasilkan calon Paskibraka terbaik. Secara fisik terlihat ada peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, dan tentu proses seleksi juga kami perketat,” ungkap Tejo.

Melalui sistem seleksi yang semakin matang, Pemkab Kutim berharap Paskibraka 2026 dapat menjadi ruang pembentukan karakter bagi pelajar. Mereka yang terpilih nantinya tidak hanya membawa nama daerah dalam upacara kemerdekaan, tetapi juga menjadi representasi generasi muda yang disiplin, berintegritas, dan memiliki semangat kebangsaan. (ADV/ProkopimKutim/BK)

 

Post Views: 319
WebNesia

WebNesia

Next Post
Rencana Bandara Maloy Disambut Positif, Kutim Dorong Konektivitas Kawasan Ekonomi

Rencana Bandara Maloy Disambut Positif, Kutim Dorong Konektivitas Kawasan Ekonomi

Delapan Aspirasi Anak Kutim, Suara Mereka untuk Pembanguna

Delapan Aspirasi Anak Kutim, Suara Mereka untuk Pembanguna

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Kaltim

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved

Navigate Site

  • Beranda
  • Info Iklan
  • Kontak Kami
  • Login Customizer
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Pariwara Pemkab Kutai Timur
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved