Baca Kaltim
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
No Result
View All Result
Baca Kaltim
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Distributor BBM Tersendat, Keterbatasan SPBU Jadi Masalah di Kutim

WebNesia by WebNesia
20 April 2026
Reading Time: 1 min read
0
Distributor BBM Tersendat, Keterbatasan SPBU Jadi Masalah di Kutim
8
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsApp
Post Views: 4

SANGATTA – Distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) masih menghadapi tantangan klasik: terbatasnya jumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di sejumlah kecamatan.

Kondisi ini membuat beberapa wilayah harus bergantung pada satu SPBU untuk memenuhi kebutuhan BBM lintas kecamatan. Akibatnya, antrean dan keterbatasan pasokan kerap tak terhindarkan, terutama di daerah penyangga.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim, Nora Ramadhani, menyebutkan belum meratanya keberadaan SPBU menjadi kendala utama dalam kelancaran distribusi energi di daerah.

“Belum semua kecamatan punya SPBU. Jadi satu SPBU bisa melayani beberapa wilayah sekaligus,” ungkapnya, Senin (20/4/2026).

Ia mencontohkan kondisi di Muara Bengkal, yang saat ini menjadi tumpuan distribusi BBM untuk sejumlah wilayah sekitar, mulai dari Muara Ancalong, Long Mesangat, Busang hingga Batu Ampar.

Meski menghadapi keterbatasan tersebut, Nora memastikan kebutuhan masyarakat sejauh ini masih bisa terpenuhi, meskipun tidak sepenuhnya ideal.

“Memang dari dulu kondisinya seperti ini. Tapi tetap terlayani, masyarakat menyesuaikan dengan kondisi yang ada,” ujarnya.

Upaya perbaikan terus dilakukan. Disperindag Kutim, kata Nora, aktif berkoordinasi dengan Pertamina untuk mendorong penambahan SPBU di wilayah yang belum terjangkau. Namun, realisasi pembangunan SPBU tidak sepenuhnya berada di tangan pemerintah daerah.

“SPBU itu dibangun oleh investor. Kami hanya bisa mendorong dan membuka komunikasi agar ada peluang pembangunan di daerah yang masih kosong,” jelasnya.

Tak hanya untuk kendaraan umum, pemerintah daerah juga berharap adanya penambahan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) guna mendukung aktivitas sektor perikanan yang juga bergantung pada ketersediaan BBM.

Ke depan, pemerataan infrastruktur energi ini diharapkan dapat mengurangi ketimpangan distribusi sekaligus meningkatkan kemudahan akses BBM bagi masyarakat di seluruh wilayah Kutai Timur.

WebNesia

WebNesia

Next Post
Ketua TP PKK Kutim Soroti Pendidikan dan Pemberdayaan Perempuan

Ketua TP PKK Kutim Soroti Pendidikan dan Pemberdayaan Perempuan

Lom Plai Digelar, Pemkab Kutim Soroti Alih Fungsi Lahan dan Tantangan Swasembada Pangan

Lom Plai Digelar, Pemkab Kutim Soroti Alih Fungsi Lahan dan Tantangan Swasembada Pangan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Kaltim

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved

Navigate Site

  • Beranda
  • Info Iklan
  • Kontak Kami
  • Login Customizer
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved