Baca Kaltim
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
No Result
View All Result
Baca Kaltim
No Result
View All Result
Home Lingkungan dan Energi

BPBD Kutim Operasikan Warning Receiver System untuk Perkuat Peringatan Dini

Warning Receiver System sebagai bagian dari penguatan sistem peringatan dini. Perangkat ini memungkinkan pemantauan gempa bumi dan potensi tsunami secara real time untuk mendukung respons cepat kebencanaan.

Redaksi by Redaksi
4 Februari 2026
Reading Time: 2 mins read
0
BPBD Kutim Operasikan Warning Receiver System untuk Perkuat Peringatan Dini

Sekretaris BPBD Kutai Timur, Zaenal Abidin. Foto: Deo Kacaribu

12
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsApp
Post Views: 4

SANGATTA – Sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Timur mulai mengoperasikan Warning Receiver System (WRS) sebagai bagian dari penguatan sistem peringatan dini. Perangkat ini berfungsi menerima informasi gempa bumi dan tsunami secara cepat guna mendukung respons darurat di wilayah Kutai Timur.

Sekretaris BPBD Kutai Timur, Zaenal Abidin, mengatakan kehadiran WRS menjadi langkah penting dalam mitigasi bencana. Menurut dia, tidak semua daerah memiliki akses terhadap teknologi pemantauan tersebut.

“Kutai Timur kini memiliki alat informasi gempa. Dengan WRS, kami dapat memantau aktivitas seismik dan menyampaikan peringatan dini lebih cepat kepada masyarakat,” ujar Zaenal, Selasa, 3 Februari 2026.

Ia menuturkan sistem ini mampu menangkap sinyal getaran secara real time. Begitu terjadi aktivitas gempa, informasi langsung terbaca dan menjadi dasar BPBD untuk menyampaikan peringatan waspada dalam waktu singkat.

Zaenal menambahkan, distribusi WRS di Kalimantan Timur masih terbatas. Di Kutai Timur, hanya terdapat dua unit, salah satunya ditempatkan di kantor BPBD. Perangkat ini diprioritaskan untuk wilayah strategis, termasuk daerah perbatasan, guna memperkuat jaringan pemantauan nasional.

Operator WRS BPBD Kutim, Masykury, menjelaskan sistem pemantauan tidak hanya mencakup gempa bumi, tetapi juga parameter cuaca ekstrem. Data yang dipantau meliputi curah hujan dan kecepatan angin yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi.

“Kami memantau 18 kecamatan yang mencakup 140 desa, dua kelurahan, dan desa persiapan. Dari data tersebut, kami dapat memetakan wilayah rawan bencana secara lebih presisi,” kata Masykury.

Untuk memastikan informasi tersampaikan secara akurat, BPBD Kutim membangun rantai komunikasi melalui tim reaksi cepat (TRC) multisektor. Seluruh data kebencanaan yang masuk diteruskan ke TRC di tingkat kecamatan guna mencegah kepanikan akibat informasi yang tidak terverifikasi.

“Masyarakat juga kami imbau memeriksa informasi melalui kanal resmi BPBD agar terhindar dari hoaks,” ujarnya.

Dengan beroperasinya WRS, BPBD Kutai Timur berharap kesiapsiagaan daerah semakin meningkat, sehingga dampak bencana, baik korban jiwa maupun kerugian material, dapat ditekan semaksimal mungkin. (*/DE)

Redaksi

Redaksi

Next Post
Dishub Kutim Respons Protes Warga soal Bus Tambang di Sangatta

Dishub Kutim Respons Protes Warga soal Bus Tambang di Sangatta

Curah Hujan Tinggi, BPBD Kutai Timur Intensifkan Pemantauan Banjir

Curah Hujan Tinggi, BPBD Kutai Timur Intensifkan Pemantauan Banjir

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Kaltim

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved

Navigate Site

  • Beranda
  • Info Iklan
  • Kontak Kami
  • Login Customizer
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved