Baca Kaltim
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
No Result
View All Result
Baca Kaltim
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Pengurangan Produksi Batu Bara Dinilai Berisiko Guncang Ekonomi Tambang

Pemangkasan produksi batu bara nasional memunculkan kekhawatiran akan dampak berantai di daerah penghasil. Selain ancaman PHK, pendapatan daerah dan ekonomi lokal disebut ikut tertekan.

Redaksi by Redaksi
2 Februari 2026
Reading Time: 2 mins read
0
Pengurangan Produksi Batu Bara Dinilai Berisiko Guncang Ekonomi Tambang

Ilustrasi pekerja tambang. Foto: Istimewa

9
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsApp

JAKARTA – Rencana Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memangkas produksi batu bara nasional secara signifikan dinilai berpotensi menimbulkan dampak sosial dan ekonomi serius, khususnya di daerah penghasil utama seperti Kalimantan Timur (Kaltim), Kalimantan Selatan (Kalsel), dan Sumatera Selatan (Sumsel). Pemangkasan produksi yang diperkirakan mencapai 40 hingga 70 persen dikhawatirkan memicu pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di sektor pertambangan.

Berdasarkan data dan estimasi Kementerian ESDM serta Badan Pusat Statistik (BPS), sektor pertambangan mineral dan batu bara saat ini menyerap lebih dari 250 ribu tenaga kerja langsung secara nasional. Jumlah tersebut belum termasuk tenaga kerja tidak langsung di sektor jasa penunjang, transportasi, kontraktor tambang, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar wilayah operasi tambang.

Di Kalimantan Timur, sektor batu bara diperkirakan menyerap lebih dari 80 ribu tenaga kerja, menjadikannya salah satu penopang utama perekonomian daerah. Sementara di Kalimantan Selatan, jumlah pekerja tambang beserta sektor turunannya diperkirakan mencapai sekitar 60 ribu orang. Adapun di Sumatera Selatan, sektor batu bara menyerap tidak kurang dari 50 ribu tenaga kerja, terutama di wilayah Muara Enim dan sekitarnya.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pertambangan Rakyat Indonesia (APPRI) Rudi Prianto menilai, jika pemangkasan produksi dilakukan secara drastis tanpa masa transisi yang jelas, maka perusahaan—terutama tambang skala kecil dan menengah—akan kesulitan mempertahankan seluruh tenaga kerja mereka.

“Pemangkasan hingga 70 persen akan langsung berdampak pada pengurangan jam kerja, pemutusan kontrak tenaga harian, hingga penghentian operasi tambang tertentu. Risiko PHK hampir tidak terhindarkan,” ujar Rudi, Minggu (1/2/2026).

Dampak lanjutan dari kebijakan ini juga dikhawatirkan menjalar ke sektor lain. Penurunan aktivitas pertambangan berpotensi menekan pendapatan daerah, mengurangi perputaran ekonomi lokal, serta memukul sektor pendukung seperti logistik, penyedia alat berat, katering, hingga usaha kecil di sekitar wilayah tambang.

Serikat pekerja di sektor pertambangan meminta pemerintah tidak hanya berfokus pada pengendalian produksi dan stabilisasi harga pasar global, tetapi juga menyiapkan skema perlindungan tenaga kerja. Skema tersebut mencakup peta jalan yang jelas, penyesuaian kebijakan secara bertahap, serta program alternatif bagi pekerja yang terdampak.

Hingga saat ini, Kementerian ESDM belum mengumumkan secara rinci mekanisme pelaksanaan pemangkasan produksi tersebut, termasuk langkah mitigasi sosial dan ketenagakerjaan. Rudi berharap kebijakan ini dikaji secara komprehensif agar tidak memicu gejolak ekonomi dan sosial di daerah tambang. (*)

Redaksi

Redaksi

Next Post
Jelang Idulfitri, Polisi Intensifkan Operasi Keselamatan di Kutai Timur

Jelang Idulfitri, Polisi Intensifkan Operasi Keselamatan di Kutai Timur

Anggaran Diperketat, Dinsos Kutai Timur Tunda Pengadaan Alat Bantu Penyandang Disabilitas

Anggaran Diperketat, Dinsos Kutai Timur Tunda Pengadaan Alat Bantu Penyandang Disabilitas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Kaltim

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved

Navigate Site

  • Beranda
  • Info Iklan
  • Kontak Kami
  • Login Customizer
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved