
Kutai Timur — Wakil Bupati Kutai Timur, H. Mahyunadi, S.E., M.Si, menilai bahwa salah satu kunci kemajuan Kutim adalah keberanian daerah dalam memaksimalkan seluruh potensi ekonomi yang dimiliki. Untuk itu, ia menegaskan bahwa pembangunan harus diarahkan pada sektor-sektor yang mampu berkontribusi langsung terhadap peningkatan PAD.
“Kita ingin maksimalkan pembangunan yang dapat berpotensi menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kutai Timur, karena PAD kita saat ini masih kecil sekali, hanya 400 miliar,” ujarnya.
Menurut Mahyunadi, Kutai Timur memiliki berbagai sumber daya ekonomi yang dapat dioptimalkan melalui pembaruan kebijakan dan perbaikan tata kelola. Namun, sebagian besar potensi tersebut belum tergarap maksimal karena problem regulasi. “Banyak potensi PAD yang bisa kita kembangkan, hanya saja memang kendalanya ada di regulasi yang belum kita sempurnakan,” tegasnya.
Ia menambahkan, beberapa regulasi telah diselesaikan dan mulai berjalan, meski tingkat penyerapannya masih belum optimal di lapangan. Pemerintah, kata Mahyunadi, tengah mencari solusi agar kebijakan pendapatan dapat lebih tepat sasaran dan memberi dampak langsung pada peningkatan kemandirian fiskal Kutim.
Selain sektor ekonomi riil, pemerintah juga menyiapkan formulasi khusus untuk memperkuat basis pendapatan daerah. “Formulasinya sudah kami siapkan, hanya saja belum bisa saya terangkan lebih lanjut di sini,” ujarnya.
Untuk itu, ia berharap keterlibatan penuh OPD dalam mendorong kebijakan yang menitikberatkan pada pendapatan lokal. Mahyunadi menilai bahwa dengan sinergi yang kuat, Kutim dapat keluar dari pola pembangunan yang bergantung pada anggaran pusat dan beralih menuju pembiayaan yang lebih mandiri. (ADV)


