
Kutai Timur — Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menegaskan kesiapannya untuk mengawal dan mendukung realisasi 50 program kerja Bupati Kutim yang menjadi fondasi arah pembangunan lima tahun ke depan. Fokus DPPKB diarahkan pada peningkatan kualitas keluarga, khususnya melalui percepatan penanganan keluarga berisiko stunting.
Kepala DPPKB Kutim, Achmad Junaidi, menekankan bahwa keberhasilan program pembangunan sangat bergantung pada sinergi antarperangkat daerah. Ia menegaskan bahwa upaya pengentasan keluarga berisiko stunting tidak bisa ditangani oleh satu instansi saja, melainkan membutuhkan koordinasi terpadu lintas sektor.
“Seperti kata Bupati tadi, boleh jadi keluarga itu berisiko karena tidak punya jamban atau rumah layak huni,” ujarnya.
Untuk itu, DPPKB menyiapkan data By Name By Address (BNBA) sebagai dasar intervensi. Data ini digunakan untuk mengidentifikasi desa dengan tingkat risiko tertinggi, sehingga penanganan dapat dilakukan secara bertahap dan tepat sasaran.
“Kita melihat data bersih keluarga berisiko stunting di desa mana yang paling tinggi. Jadi secara bertahap selama lima tahun kita tangani yang paling tinggi dulu,” ungkapnya.
Junaidi menegaskan bahwa DPPKB bertindak sebagai koordinator penyedia data, sementara OPD teknis menjadi pelaksana utama di lapangan. Ia mencontohkan, persoalan perumahan keluarga berisiko bukan ditangani DPPKB, melainkan dilaksanakan oleh Dinas Perkim melalui program rehabilitasi rumah layak huni.
“Maka dikerjakan oleh Dinas Perkim melalui seribu rumah layak huni atau lima ribu rumah layak huni yang direhab, seperti kata Bupati tadi. Kami hanya menyiapkan data, tapi yang menjemput nanti adalah Perkim,” jelasnya.
Dengan pendekatan yang mengedepankan data akurat dan kerja lintas sektor, DPPKB optimistis Kutim mampu mempercepat upaya pengurangan keluarga berisiko stunting.
“Pembangunan kualitas keluarga tidak bisa dilakukan sektoral, tapi harus kolaboratif. Dengan kerja sama semua pihak, kita yakin target Kutim bebas stunting bisa tercapai,” tegasnya. (ADV)


