Baca Kaltim
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini
No Result
View All Result
Baca Kaltim
No Result
View All Result
Home Pariwara Kominfo Kutim

DPPKB Kutim Siap Luncurkan Program “Cap Jempol Stop Stunting”, Staf Kepresidenan Dijadwalkan Hadir 27 Oktober

Redaksi by Redaksi
10 November 2025
Reading Time: 2 mins read
0
DPPKB Kutim Siap Luncurkan Program “Cap Jempol Stop Stunting”, Staf Kepresidenan Dijadwalkan Hadir 27 Oktober
267
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsApp

Kutai Timur — Upaya penurunan angka stunting di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memasuki babak baru dengan segera diluncurkannya program “Cap Jempol Stop Stunting”. Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutim, Achmad Junaidi, memastikan bahwa persiapan peluncuran sudah memasuki tahap akhir dan dijadwalkan berlangsung pada 27 Oktober 2025.

“Mudah-mudahan ya, saya baru terima telepon. Kemungkinan besar nanti Staf Kepresidenan RI akan hadir saat launching tanggal 27,” ungkapnya.

Menurut Junaidi, kehadiran Staf Kepresidenan pada acara tersebut menunjukkan bahwa program ini mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Langkah tersebut sekaligus menjadi dorongan moral bagi Pemkab Kutim untuk memperkuat komitmen dalam mempercepat penurunan angka keluarga berisiko stunting.

Program “Cap Jempol Stop Stunting” dirancang sebagai gerakan kolaboratif yang melibatkan lintas organisasi perangkat daerah (OPD), mitra kerja, dan dunia usaha. Dengan konsep kerja “jemput bola”, seluruh pihak yang terlibat menjalankan peran sesuai tugas pokok dan fungsinya.

“Program ini sifatnya jemput bola, dilakukan secara kolaboratif oleh OPD, organisasi mitra, maupun dunia usaha yang tergabung sesuai dengan topoksinya masing-masing,” jelasnya.

Lebih jauh, ia menggarisbawahi bahwa program tersebut tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian penting dalam mengintegrasikan 50 program prioritas Bupati Kutim terkait keluarga berisiko stunting. Berbagai faktor yang mempengaruhi stunting, mulai dari sosial, ekonomi, hingga akses layanan, akan ditangani secara terpadu melalui gerakan ini.

“Kalau kita bicara 50 program pembangunan Bupati tentang keluarga berisiko stunting, berarti ada beberapa faktor yang sering saya sampaikan kepada media,” tambahnya.

Dengan dukungan lintas sektor, pendekatan kolaboratif, dan rencana hadirnya perwakilan pemerintah pusat, DPPKB Kutim berharap peluncuran “Cap Jempol Stop Stunting” menjadi momentum strategis dalam mempercepat penurunan angka stunting di Kutai Timur. (ADV)

Redaksi

Redaksi

Next Post
DPPKB Kutim Perkuat Peran Data BNBA untuk Dukung Realisasi 50 Program Prioritas Bupati

DPPKB Kutim Perkuat Peran Data BNBA untuk Dukung Realisasi 50 Program Prioritas Bupati

Muara Ancalong Tak Lagi Terisolasi: Kutim Buka Akses Lewat Infrastruktur Nyata

Perkuat Kemandirian Ekonomi Kutai Timur dengan Investasi di Sektor Industri

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Kaltim

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved

Navigate Site

  • Beranda
  • Info Iklan
  • Kontak Kami
  • Login Customizer
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Utama
  • Kaltim Terkini
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi Bisnis
  • Lingkungan dan Energi
  • Lainnya
    • Budaya dan Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Opini

© 2024-2026 Baca Kaltim - All rights reserved